Tegas dalam Prinsip

Percik Firman : Tegas dalam Prinsip
Senin, 9 November 2020
Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran
Bacaan: Yoh 2:13-22

“Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku” (Yoh 2: 17)

Saudari/a ku ytk.,
Dalam bahasa Latin ada ungkapan, “suaviter in modo, fortiter in re”. Lembut dalam gaya penyampaian, tegas dalam tindakan. Seorang pemimpin atau pendidik diharapkan bisa menghayati ungkapan itu. Ketegasan dalam prinsip itu sangat penting dalam hidup bersama.

Seorang pemimpin atau pendidik harus bisa membawa orang-orang yang dipimpinnya pada nilai dan arah yang jelas. Gaya penyampaiannya pun diharapkan lembut, humanis dan penuh kehangatan. Hal ini tidak mudah. Tetapi perlu diperjuangkan terus-menerus.

Sebagai seorang pendidik (formator sekaligus pamong) di Seminari Mertoyudan, prinsip tersebut terus saya usahakan dalam mendampingi para calon imam.

Bacaan Injil pada pesta pemberkatan Gereja Basilika Yohanes Lateran hari ini mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus bersikap tegas dalam memperjuangkan prinsip “Bait Allah adalah rumah doa, bukan rumah jualan atau sarang penyamun”. Dia membersihkan atau menyucikan Bait Allah.

Yesus mengkritik dan marah atas penyalahgunaan Bait Allah. Bait Allah yang seharusnya menjadi tempat orang beribadah kepada Allah, justru menjadi sarang penyamun (versi Injil Matius) atau rumah jualan (versi Injil Yohanes).

Bait Allah dijadikan ajang komersialisme. Mereka kongkalikong (bekerjasama) dengan pemimpin agama Yahudi mengadakan jual beli binatang kurban (merpati, kambing-domba dan lembu), penukar uang.

Harga binatang korban dinaikan berlipat-lipat. Bait Allah menjadi tempat mengeruk keuntungan pribadi dan menyengsarakan umat yang mau beribadah. Para pemimpin agama Yahudi mengubah keheningan tempat ibadah menjadi hiruk- pikuk pasar.

Pada pesta pemberkatan Gereja Basilika Yohanes Lateran ini kita diingatkan untuk memaknai tempat ibadat secara baik dan benar. Basilika ini didirikan oleh kaisar Konstantinus Agung, putera Santa Helena, tahun 324. Basilika agung pertama ini melambangkan kemerdekaan dan perdamaian.

Basilika ini menjadi gereja katedral untuk Uskup Agung Roma sekaligus Sri Paus. Maka basilika ini disebut “induk semua gereja”, baik di Roma maupun di seluruh dunia. Letaknya di dekat Scala Sancta (Tangga Suci), di mana situ disimpan tangga suci yang pernah dilewati Yesus saat disesah di Istana Pilatus.

Dalam pesta ini, selain memperingati kemerdekaan dan perdamaian yang dialami Gereja setelah 3 abad dianiaya, kita juga mau mengungkapkan cinta dan kesatuan kita dengan Uskup Agung Roma, yakni Paus. Dialah pemersatu seluruh Gereja dalam cinta kasih Kristus.

Pertanyaan refleksinya, apa prinsip Anda dalam hidup ini? Apakah Anda sudah menjadikan gereja sebagai rumah doa? Bagaimana sikap Anda untuk menumbuhkan merasa ‘handarbeni’ (memiliki) gereja paroki Anda? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.

# (Y. Gunawan, Pr).

Similar Posts

  • Berprasangka Buruk

    Percik Firman: Berprasangka BurukSabtu, 16 Maret 2024Bacaan Injil: Yoh 7:40-53 Sdri/a yang terkasih,Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita supaya jangan cepat berprasangka buruk dan menghakimi sesama dengan hanya melihat bagian luarnya saja. Mungkin ada di antara kita yang pernah terpengaruh sikap yang lebih cepat mengadili atau menghakimi, berprasangka buruk daripada melihat kebaikan sesama sebelum mengklarifikasinya….

  • Intinya Inti Hukum

    Percik Firman : Intinya Inti HukumMinggu Biasa XXX, 25 Oktober 2020Bacaan Injil : Mateus 22: 34-40 “Seorang ahli Taurat bertanya untuk mencobai Dia” (Mat 22:35) Saudari/a ku ytk.,Saat masih di Sekolah Dasar, kita mendengar ada peribahasa, “Malu bertanya sesat di jalan.” Pesan dari peribahasa tersebut, yaitu: jika kamu tidak tahu, bertanyalah kepada orang yang lebih…

  • Prioritas Pilihan Sikap

    Percik Firman: Prioritas Pilihan SikapJumat, 19 Juli 2024Bacaan Injil: Mat 12:1-8 Saudari/a ku ytk.,Prinsip utama dari hukum dalam Gereja Katolik adalah keselamatan jiwa. Itu yang paling utama. Ditegaskan dalam Kitab Hukum Kanonik no. 1752: “…. dengan menepati kewajaran kanonik dan memperhatikan keselamatan jiwa-jiwa, yang dalam Gereja harus selalu menjadi hukum yang tertinggi.” Dalam Bacaan Injil…

  • Kerasukan Setan

    Percik Firman : Kerasukan SetanRabu, 1 Juli 2020Bacaan Injil : Mat 8:28-34 “Mereka yang kerasukan setan itupun berteriak, katanya: ‘Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” (Mat 8:29) Saudari/a ku ytk.,Ada seorang bapak yang pernah bersharing kepada saya. Beliau mempunyai “ilmu hitam” bertahun-tahun untuk mengganggu orang…

  • Berani Menegur

    Percik Firman : Berani MenegurSabtu Imam, 1 Agustus 2020PW St. Alfonsus Maria de Liguori (Uskup dan Pujangga Gereja)Bacaan : Mat 14:1-12 “Yohanes pernah menegor Herodes, katanya: ‘Tidak halal engkau mengambil Herodias!’” (Mat 14:4) Saudari/a ku ytk.,Bacaan Injil pada Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori hari ini mengisahkan komitmen Yohanes Pembaptis sebagai seorang nabi. Atas…

  • Wasiat Iman

    Percik Firman: Wasiat ImanJumat, 16 April 2021Bacaan Injil : Yoh 6:1-15 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil tentang mukjizat 5 roti dan 2 ikan hari ini saya teringat akan dosen saya dari Belanda. Namanya Rama Tom Jacobs SJ. Beliau wafat pada 5 April 2008. Sebelum wafat, beliau meninggalkan wasiat iman untuk kita umat Katolik. Sangat bagus…