Tidak Mustahil

Percik Firman : Tidak Mustahil
Senin, 28 Februari 2021
Bacaan Injil: Mrk. 10: 17-27

Saudari/a ku ytk.,
Sabda Tuhan Yesus hari ini sangat inspiratif dan menguatkan hidup peziarahan kita di masa yang sulit. Dia bersabda, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Sabda ini disampaikan saat ada orang kaya yang mau mengikuti Yesus. Orang kaya itu sebenarnya orang yang baik dan taat pada perintah Allah. Tetapi Ketika dituntut lebih oleh Yesus, dia berat melepaskan kekayaannya. Hidupnya masih dikuasai kekayaan duniawi.

Merenungkan sabda ini, kita diingatkan akan sebuah lagu yang menyejukkan hati saat kita berbeban berat. Judulnya: Bagi Tuhan Tak Ada yang Mustahil.

Berikut ini syairnya: “Ku yakin saat Kau berfirman/ Ku menang saat Kau bertindak/ Hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu.// Ku aman karna Kau menjaga/ Ku kuat karna Kau menopang/ Hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu.//” Kemudian diikuti dengan refren:“Bagi Tuhan tak ada yang mustahil/ Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin/ Mujizat-Nya disediakan bagiku/ Ku diangkat dan dipulihkanNya”.

Kita sebagai orang beriman diingatkan untuk percaya pada penyelenggaraan Tuhan karena bagi-Nya tidak ada yang mustahil. Sesuatu yang mustahil bagi manusia tidaklah demikian bagi Allah. Tuhan bisa mengubah yang mustahil menjadi tidak mustahil. Maka, Yesus memberikan perumpamaan tentang seekor unta yang lebih mudah melewati lubang jarum daripada orang kaya masuk ke Kerajaan Allah.

Pintu yang disebut lubang jarum oleh bangsa Yahudi adalah pintu yang bentuknya sempit memanjang, berada di tembok pembatas kota dan hanya digunakan pada saat pintu gerbang kota sudah ditutup. Biasanya ada sejumlah tentara yang berjaga di situ dan siapa pun yang lewat atau memasukinya, harus diperiksa terlebih dahulu.

Pada masa itu unta biasa dipakai sebagai binatang tunggangan dan angkutan barang. Unta masih bisa melewati pintu ‘lubang jarum’ itu asal penumpang dan barang-barangnya diturunkan terlebih dahulu.

Setelah barang-barang diturunkan, unta juga harus ditarik masuk ke dalam pintu lubang jarum tersebut. Unta adalah binatang yang jinak dan penurut, sehingga tanpa diperintah dan dituntun, tidak mungkin akan berjalan masuk dan melewati pintu sempit tersebut.

Yesus menggunakan peristiwa masuknya unta melewati lubang jarum itu sebagai perbandingan orang kaya yang masuk ke surga. Bagi-Nya, lebih mudah menarik unta masuk melewati pintu lubang jarum daripada menuntun orang kaya masuk surga. Mengapa?

Ketika barang-barang yang melekat ditubuhnya dilepas dan diturunkan, ia diam saja. Ketika dituntun dan ditarik untuk memasuki dan melewati pintu lubang jarum, ia juga mudah dan menurut.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana sikap Anda ketika menghadapi sesuatu yang terasa mustahil dalam hidup ini? Bagaimana sikap Anda terhadap harta kekayaan yang dimiliki? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Diberi Kesempatan Hidup Lebih Baik

    Percik Firman: Diberi Kesempatan Hidup Lebih BaikSabtu, 24 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 13:1-9 “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya” (Luk 13:8) Saudari/a ku ytk.,Ada seorang yang hidupnya pernah tidak baik, ugal-ugalan, dan suka mabuk. Orangtuanya sudah mengingatkan berkali-kali. Tetapi tidak digubris. Suatu kali dia…

  • Kebijakan Cangkem

    Selasa, 13 Desember 2022PW St. Lusia (Perawan dan Martir)Bacaan Injil: Mat 21:28-32 “Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga” (Mat 21:30) Saudari/a ku ytk.,Dalam salah satu wawancaranya, Seniman Butet Kartaredjasa mengungkapkan agar kita hati-hati dengan pemimpin yang hanya bisa membuat “kebijakan cangkem”. Seorang pemimpin harus juga bisa membuat kebijakan real, yaitu kebijakan…

  • Menanggapi Undangan Tuhan

    Percik Firman : Menanggapi Undangan TuhanKamis, 20 Agustus 2020PW St. Bernardus, Abas dan Pujangga GerejaBacaan Injil: Mat 22:1-14 “Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu” (Mat 22:9) Saudari/a ku ytk.,Bagaimana rasanya jika Anda diundang untuk pesta? Mungkin ada yang merasa senang, terharu, bingung,…

  • Dasar yang Kokoh

    Percik Firman: Dasar yang KokohKamis, 25 Juni 2020Bacaan Injil: Mat 7:21-29 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu” (Mat 7:24) Saudari/a ku ytk.,Kita semua diharapkan tidak hanya menjadi pembaca dan pendengar sabda Tuhan, tetapi juga menjadi pelaksana sabda Tuhan. Dalam bacaan Injil hari…

  • Memurnikan motivasi

    Percik Firman : Memurnikan motivasiSenin, 15 April 2024Bacaan Injil : Yoh 6: 22-29 Saudari/a ku ytk.,Saat kecil, saya senang jika diajak orang tua ke gereja pada hari minggu. Karena apa? Bukan karena mau mendengarkan homilinya rama. Bukan pula karena mau terima komuni bathuk. Tetapi karena setelah selesai misa sering mampir ke warung dekat gereja untuk…