Tuhan Melindungi Kita

Percik Firman: Tuhan Melindungi Kita
Rabu, 15 Mei 2024
Novena Roh Kudus Hari ke-6
Bacaan Injil: Yoh 17:11b-19

“….supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (Yoh 17:15)

Sdri/a yang terkasih,
Ada seorang remaja yang bersharing bagaimana Tuhan melindunginya saat masih SMP. Sepulang sekolah, dia diajak teman-temannya pergi ke warnet (warung internet). Dengan masih memakai baju seragam SMP, hatinya sebenarnya tidak nyaman.

Baru beberapa menit di dalam warnet, ibunya sudah menelponnya untuk pulang. Awalnya dia tidak menghiraukan telpon ibunya. Sampai ditelpon tiga kali, ia akhirnya pulang meninggalkan teman-temannnya.

Pada hari berikutnya dia baru tahu bahwa tak lama setelah dia meninggalkan warnet itu, satu group polisi berpatroli dan ‘menggebrek’ warnet itu. Teman-temannya ditangkap dan dibawa ke kantor polisi.

Bahkan sampai masuk berita di koran Kompas. Dia merasa bersyukur bahwa dia dilindungi Tuhan lewat ibunya yang memintanya segera pulang waktu itu. Singkat cerita, pengalaman itu menggerakkan dia masuk seminari untuk menjadi seorang imam.

Ya, itulah perlindungan Tuhan. Perlindungan Tuhan seringkali di luar dugaan kita. Tuhan dapat melindungi diri kita melalui banyak cara dan siapa saja. Sabda Tuhan pada Novena Roh Kudus hari ke-6 ini memberikan kekuatan pada kita, karena Yesus mendoakan kita para murid-Nya agar selalu dalam perlindungan Allah. “….supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat”, begitu doa Yesus kepada Bapa-Nya.

Tuhan melindungi kita agar kita hidup dalam kesucian sesuai dengan kehendak-Nya. Kita semua dipanggil untuk hidup suci, kudus, dan baik. Dalam Injil hari ini, selain memohonkan perlindungan, Tuhan Yesus juga memohonkan rahmat kekudusan bagi kita, “Bapa, kuduskanlah mereka dalam kebenaran”.

Pada tanggal 19 Maret 2018, di Hari Raya Santo Yoseph, Paus Fransiskus mengeluarkan Seruan Apostolik Gaudete et Exsultate, yang berbicara tentang panggilan akan kesucian pada zaman modern ini. Panggilan tersebut melekat pada diri semua, berkat rahmat baptisan yang kita terima, di mana Roh Kudus yang tercurah mendorong semua orang menapaki jalan kekudusan.

Semua orang dipanggil kepada kesucian. Allah menghendaki kita semua menjadi orang suci, dan tidak tinggal diam dalam sikap tawar hati dan suam-suam kuku. Panggilan akan kesucian diperlihatkan dalam berbagai cara sejak dari halaman-halaman pertama Kitab Suci. Kita melihatnya dalam ungkapan akan sabda Tuhan kepada Abraham, “Hiduplah di hadapanKu dengan tidak bercela” (Kej 17:1).

Paus Fransiskus juga menegaskan bahwa kesucian tersebut sekaligus merupakan panggilan akan kesaksian dan cara hidup Gereja. Orang-orang kudus bukanlah orang-orang yang sempurna, tetapi mereka adalah orang-orang yang bergumul dalam hidupnya, yang senantiasa mengarahkan diri kepada Allah.

Dikatakannya bahwa kehidupan mereka memang tidak selalu sempurna, walaupun demikian betapapun di tengah kerapuhan dan kegagalan mereka, mereka tetap berjalan terus dan berusaha melakukan sesuatu yang berkenan kepada Allah. Mereka selalu mengandalkan Allah. Mereka peka akan bimbingan Allah dalam hidup ini.

Santo Agustinus pernah mengatakan, “Tidak ada orang kudus tanpa masa lalu, dan tidak ada pendosa tanpa masa depan”.

Jalan kesucian di dalam Gaudete et Exsultate merupakan suatu undangan yang tumbuh lewat tanda-tanda sikap yang sederhana, antara lain: tidak terpancing untuk bergosip, sikap mau mendengarkan sesama meskipun lelah, peduli dan mau menjumpai mereka yang miskin atau menghibur mereka yang sedang sedih, serta bertekun dalam doa-doa sederhana di saat-saat cemas, gelisah dan menghadapi persoalan.

Pertanyaan refleksi, kapan Anda merasa dilindungi Tuhan? Apa saja yang akan Anda usahakan agar dapat hidup suci dan baik dalam hidup ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Ketekunan Berdoa

    Percik Firman : Ketekunan BerdoaRabu, 4 Agustus 2021PW Santo Yohanes Maria VianeyBacaan Injil: Mat 15: 21-28 Sdri/a ku ytk.,”Tuhan, tolonglah aku”. Itulah kalimat yang diucapkan seorang wanita Kanaan yang anak perempuannya kerasukan setan dan menderita. Wanita Kanaan itu memberikan kita teladan untuk tekun berdoa dan datang mohon pertolongan Tuhan. Ungkapan hati yang sederhana itu menunjukkan…

  • Yesus Sang Penyembuh

    Percik Firman: Yesus Sang PenyembuhRabu, 2 September 2020Bacaan Injil: Luk 4:38-44 “Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka” (Luk 4:40) Saudari/a ku ytk.,Ketika masih bertugas di paroki, setelah misa di lingkungan, saya menyempatkan diri “mampir dan tilik” (singgah dan menengok) beberapa keluarga di sekitar tempat misa. Paling tidak sekitar 10 menit per keluarga….

  • Menggenapi Hukum

    Percik Firman: Menggenapi HukumRabu, 6 Maret 2024Bacaan Injil: Mat 5:17-19 “Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat 5:17) Saudari/a ku ytk.,Orang hidup butuh aturan. Aturan digunakan untuk mengatur hidup bersama. Biasanya peraturan atau hukum untuk menjamin kestabilan hidup bersama. Ada yang berupa perintah. Ada pula yang berupa larangan. Misalnya: Dilarang merokok di ruangan…

  • Let go and Let God

    Percik Firman: Let go and Let GodSenin, 25 Januari 2021Pesta Bertobatnya Santo PaulusBacaan Injil : Mrk 16:15-18 “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15) Saudari/a ku ytk.,Saya terkesan dengan sharing pertobatan dari salah seorang umat yang disampaikan dalam acara “Persaudaraan Devosi Maria” lewat zoom tadi malam yang juga disiarkan HIDUP TV….

  • Setia dan Bijaksana

    Percik Firman : Setia dan BijaksanaKamis, 27 Agustus 2020PW Santa MonikaBacaan Injil: Mat 24:42-51 “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?” (Mat 24:45) Saudari/a ku ytk.,Tentu saja orang akan senang jika mempunyai karyawan yang baik dan jujur. Mereka akan dipuji oleh tuannya, bahkan diberi…

  • Apakah yang kamu cari?

    Percik Firman : Apakah yang kamu cari?Minggu Biasa II, 17 Januari 2021Bacaan Injil: Yoh 1:35-42 Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” (Yoh 1:38) Saudari/a ku ytk.,Apa yang ingin Anda cari dalam hidup ini? Apa yang Anda rindukan saat ini? Jawabannya bisa bermacam-macam. Tergantung situasinya. Pasangan suami-isteri yang sudah lama menikah dan belum diberi…