Unsur Doa Katolik

Percik Firman: Unsur Doa Katolik
Kamis, 18 Juni 2020
Bacaan Injil: Mat 6: 7-15

“Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah” (Mat 6:7)

Saudari/a ku ytk.,
Doa itu tidak perlu bertele-tele. Kita harus percaya bahwa punya Bapa yang penuh belas kasih dan peduli pada kita anak-anakNya. Ada 3 unsur pokok doa Katolik, yaitu: syukur, pujian dan permohonan. Unsur-unsur itu pula yang menjadi pola struktur doa Bapa Kami, yang diajarkan Tuhan Yesus, sebagaimana dalam bacaan Injil hari ini.

Di Yerusalem ada Gereja Bapa Kami (Pater Noster). Dinding gereja itu dihiasi oleh aneka macam teks doa Bapa Kami dari berbagai bahasa di dunia ini, termasuk ada bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Tana Toraja, dsb.

Dengan menyebut Allah sebagai “Bapa kami”, menurut Paus Fransiskus dalam audiensi di Vatikan 16 Januari 2019, kita diundang untuk memiliki hubungan dengan Allah seperti hubungan seorang anak dengan ayahnya, yang mengatakan “Papa, Bapak, Dad, Papi, Ayah”.

Memang ungkapan-ungkapan ini membangkitkan kasih sayang. Ungkapan-ungkapan ini membangkitkan kehangatan, sesuatu yang ditujukan kepada kita dalam konteks masa kanak-kanak: gambaran seorang anak yang merasakan kelembutan tak terbatas karena dipeluk sepenuhnya oleh ayahnya. Dan karena alasan ini, untuk berdoa dengan baik, kita harus sampai pada titik memiliki hati seorang anak.

Yesus sering memberi teladan bagaimana berdoa dan mengajar kita berdoa “Bapa Kami”. Yesus tidak hanya mengajar kita berdoa dengan Bapa Kami, tetapi juga kapan dan bagaimana Dia berdoa.

Dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK), diungkapkan bahwa Yesus tidak hanya mengajar isi doa, tetapi disposisi batin yang perlu untuk doa yang benar: kemurnian hati yang mencari Kerajaan Allah dan mengampuni musuh, iman yang teguh dan bersifat keputraan, yang melampaui apa yang dirasakan dan pahami, dan berjaga-jaga yang melindungi para murid dari pencobaan. (bdk. KGK 2608-2614).

Orang Yahudi terbiasa untuk berdoa di tempat-tempat tertentu dan pada jam-jam tertentu. Doa merupakan suatu tradisi yg memang harus dijalankan, sehingga tidak jarang mereka berdoa secara tergesa-gesa. Mereka tidak menikmati suasana doa. Arti doa menjadi melenceng dari maksud asalnya. Tidak heran ada orang yg berdoa di tempat-tempat tertentu supaya dilihat orang dan dipuji sebagai orang yang saleh.

Yesus memberi teguran terhadap kebiasaan doa yang dilakukan oleh orang-orang munafik. Doa bukanlah suatu “demonstrasi rohani”, melainkan suatu hubungan dan komunikasi pribadi antara kita dengan Allah. Yesus juga menasihati kalau berdoa janganlah bertele-tele. “Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah”, tegas-Nya.

Disposisi doa yang baik dan benar adalah bersyukur, berserah diri dan memohon jiwa besar agar bisa maneges atau memahami kehendak Tuhan atas hidup kita.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana kehidupan doa Anda akhir-akhir ini? Berapa kali Anda mendaraskan doa Bapa Kami dalam sehari? Apakah Anda pernah mendikte atau membuat deadline Tuhan agar segera memenuhi keinginan Anda? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Perlindungan Tuhan

    Percik Firman: Perlindungan TuhanRabu, 27 Mei 2020Novena Roh Kudus Hari ke-6Bacaan Injil: Yoh 17:11b-19 “….supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (Yoh 17:15) Sdri/a yang terkasih,Ada seorang seminaris yang bersharing bagaimana Tuhan melindunginya saat masih SMP. Sepulang sekolah, dia diajak teman-temannya pergi ke warnet (warung internet). Dengan masih memakai baju seragam SMP, hatinya sebenarnya…

  • Kekuatan Sapaan yang Tulus

    Percik Firman: Kekuatan Sapaan yang TulusSenin, 31 Mei 2021Pesta SP Maria Mengunjungi ElisabetBacaan Injil : Luk 1: 39-56 Saudari/a ku ytk.,Secara manusiawi, semua orang butuh sapaan, butuh dukungan dari temannya atau saudaranya. Ada kebutuhan dicintai dan mencintai. Dalam ilmu psikologi, hal itu sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, selain makanan, pakaian dan tempat tinggal. Kehadiran…

  • Tuhan Yesusku Luar Biasa

    Percik Firman : Tuhan Yesusku Luar BiasaKamis, 11 Januari 2024Bacaan Injil: Mrk 1:40-45 “Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir”(Mrk 1:37) Saudari/a ku ytk.,Dalam liturgi Gereja Katolik ada kekayaan tata gerak liturgi yang bermakna dan penuh simbolis. Ada tata gerak duduk, berdiri, menyembah, membuat tanda salib, berjalan, berlutut,…

  • Populi Vox Dei

    Percik Firman: Vox Populi Vox DeiSenin, 7 Desember 2020PW St. Ambrosius,UskupBacaan Injil: Luk 5: 17-26 “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: ‘Hai saudara, dosamu sudah diampuni” (Luk 5:20) Sdri/a ku ytk.,Dengan kaki yang dimiliki kita dapat pergi kemana-mana dengan leluasa. Kita bisa berjalan, berlari, bergowes ria, naik gunung, memanjat pohon, dsb. Dengan kaki kita…

  • Tetap Berempati

    Percik Firman: Tetap BerempatiRabu, 7 April 2021Bacaan Injil: Luk 24:13-35 “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” (Luk 24:29) Saudari/a ku ytk.,Bekerja sama dengan umat/awam seringkali membuat saya berdecak kagum. Apalagi mereka yang menyediakan diri, pikiran dan waktu untuk menjadi pengurus lingkungan, wilayah, stasi atau paroki. Pagi sampai sore…

  • Aib atau Sukacita?

    Percik Firman: Aib atau Sukacita?Jumat, 25 Maret 2022Hari Raya Kabar SukacitaBacaan Injil: Luk. 1:26-38 Saudari/a ku ytk.,Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Kabar Sukacita. Dasar biblis Hari Raya ini adalah kunjungan Malaikat Gabriel kepada Bunda Maria (bdk. Luk 1:26-38). Hari raya ini dirayakan oleh Gereja Katolik pada tanggal 25 Maret, tepat sembilan bulan sebelum kelahiran…