Selamat atas Ulang Tahun ke-23 Tahbisan Uskup Bapak Kardinal Ign. Suharyo (22 Agustus 1997 – 22 Agustus 2020)

Selamat atas Ulang Tahun ke-23 Tahbisan Uskup Bapak Kardinal Ign. Suharyo (22 Agustus 1997 – 22 Agustus 2020). Semoga makin melayani dengan rendah hati dan dianugerahi kesehatan dan kebijaksanaan dalam berkarya.

Melawan Lupa:

“Sebelum menjadi Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo mengemban tugas penggembalaan sebagai Uskup Agung Semarang. Dia ditunjuk menjadi Uskup Agung Semarang oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 21 April 1997. Kemudia ia ditahbiskan sebagai Uskup di Gedung Olah Raga Jatidiri, Semarang pada tanggal 22 Agustus 1997.

Ia ditahbiskan menjadi Uskup oleh Bapak Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ. Bapak Kardinal Darmaatmadja ini merupakan pendahulu Mgr. Suharyo sebagai Uskup Agung Semarang. Hadir pula kala itu Mgr. Pietro Sambi, Nuntius Apostolik (Duta Besar Vatikan untuk Indonesia) dan Mgr. Blasius Pujaraharja (Uskup Ketapang) sebagai Uskup Ko-konsekrator.

Juga hadir puluhan Uskup dari keuskupan-keuskupan di Indonesia, para imam, biarawan-biarawati, dan ribuan umat Keuskupan Agung Semarang.

Dalam homili Tahbisan Uskup Mgr. Ignatius Suharyo di GOR Jatidiri Semarang pada tanggal 22 Agustus 1997, Mgr. Blasius Pujaraharja meramalkan bahwa Mgr. Ignatius Suharyo adalah ’cakar’, yakni calon kardinal, bagi Gereja Indonesia ke depan.

Nubuat itu terjadi atau terpenuhi 22 tahun kemudian, yakni tahun 2019, tepatnya 1 September 2019, saat diumumkan oleh Paus Fransiskus bahwa Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo diangkat menjadi Kardinal baru dalam Gereja Katolik bersama 12 kardinal baru yang lainnya.”

(Y. Gunawan Pr, “Sang Pangon Bebek Jadi Kardinal”, Pohon Cahaya, 2019, hlm. 248)

@Foto Tahbisan Uskup di GOR Jatidiri, Semarang, 22 Agustus 1997.

Similar Posts

  • Pengorbanan Sang Ibu

    Rabu, 8 Maret 2023Bacaan Injil: Mat 20:17-28 “Datanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu” (Mat 20:20) Saudari/a ku ytk.,Setiap orang biasanya mempunyai kenangan akan sosok ibu. Seorang ibu pasti mau berkorban demi anak-anaknya. Pengorbanannya pun tidak tanggung-tanggung. Apapun dilakukan demi kebahagiaan anak-anaknya, sampai “sikil dienggo sirah, sirah dienggo…

  • Kekuatan Sabda

    Percik Firman : Kekuatan SabdaSenin, 26 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 13:10-17 “Yesus memanggil dia dan berkata kepadanya: ‘Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” (Luk 13: 12) Saudari/a ku ytk,.Merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya teringat akan sharing seorang ibu. Ada seorang ibu lektor bercerita kepada saya. Sebelum maju ke panti imam, ia merasa gugup dan…

  • Menjadi Saksi Kristus

    Percik Firman: Menjadi Saksi KristusSenin, 18 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh 15:26-16:4a “Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku” (Yoh 15:27) Saudari/a ytk.,Hari ini tanggal 18 Mei. Mengingatkan saya akan Paus Yohanes Paulus II. Paus asli Polandia ini lahir tanggal 18 Mei 1920. Hari ini tepat peringatan Hari Ulang Tahunnya ke-100 atau…

  • Godaan Iri Hati

    Percik Firman: Godaan Iri HatiSenin, 29 Maret 2021Bacaan Injil: Yoh 12:1-11 “Imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus” (Yoh 12:10-11) Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda iri hati? Hati-hati lho yaaa…Iri hati ternyata dapat berefek panjang dan merembet ke orang yang tidak bersalah. Bahkan sikap…

  • Refleksi

    Mensyukuri Kelahiran Pada bulan September Gereja merayakan Pesta Kelahiran Bunda Maria. Pesta ini dirayakan setiap tanggal 8 September. Saat merefleksikan Pesta Kelahiran Bunda Maria ini, saya teringat akan sebuah keluarga yang selalu memberikan nama ‘Maria’ kepada semua anaknya, baik laki-laki maupun perempuan. Keluarga itu adalah keluarga pasutri Hubertus Soekarto Pudjosumarto dan Agnes Soekarti Pudjosumarto. Pasutri…

  • Allah Memberi Tanda

    Allah Memberi Tanda Baca: Kej. 4:1-15; Mrk. 8:11-13 Dalam Kisah Kain yang membunuh Abil, adiknya, Allah telah mengingatkan akan godaan setan yang mengincar Kain untuk melakukan kejahatan. Dan setelah Kain toh akhirnya membunuh saudaranya, Allah memberi tanda (Ibr. “semeion”) pada Kain agar ia tidak mati dibunuh juga. Betapa dahsyatnya akibat dosa iri hati karena tiadanya…