Menjadi Saksi Kristus

Percik Firman: Menjadi Saksi Kristus
Senin, 18 Mei 2020
Bacaan Injil: Yoh 15:26-16:4a

“Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku” (Yoh 15:27)

Saudari/a ytk.,
Hari ini tanggal 18 Mei. Mengingatkan saya akan Paus Yohanes Paulus II. Paus asli Polandia ini lahir tanggal 18 Mei 1920. Hari ini tepat peringatan Hari Ulang Tahunnya ke-100 atau seabad kelahirannya. Dia lahir di sebuah “desa” yang sejuk di Wadowice, Polandia.

Saya bersyukur diberi kesempatan berziarah dan berkunjung ke rumah kelahirannya di Wadowice tahun lalu. Rumahnya di samping gereja paroki. Saat ini rumahnya menjadi museum yang menyimpan aneka koleksi barang pribadi, foto, dan tanah-tanah dari berbagai negara yang pernah dikunjunginya. Dia telah melakukan kunjungan ke 129 negara selama menjadi Paus (1978-2005). Termasuk pernah mencium tanah Indonesia dalam kunjungannya tahun 1989.

Sebagaimana sabda Tuhan pada hari ini, Paus Yohanes Paulus II sudah melaksanakan pesan Yesus dalam amanat perpisahan-Nya dengan para rasul. “Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”, tegas Yesus. Selama hidupnya, Paus Yohanes Paulus II sudah menjadi saksi Kristus. Dalam aneka kesempatan, perjumpaan dan tulisannya, dia telah bersaksi akan Kristus. Dia menyerukan di awal pengumumannya dipilih menjadi Paus pada 16 Oktober 1978, “Jangan Takut!”

Totus Tuus adalah motto kerasulan Paus Yohanes Paulus II. Motto ini berarti “Sepenuhnya milikmu”. Teks lengkap dari doa tersebut dalam Bahasa Latin adalah: “Tuus totus ego sum, et omnia mea tua sunt” (Aku adalah sepenuhnya milik-Mu, dan semua yang kupunya adalah milik-Mu).

Hal ini menunjukkan devosinya kepada Bunda Maria yang sangat kuat, serta rasa hormatnya pada Santo Louis de Montfort beserta karya-karya Mariologi-nya. Menurut Surat Apostolik-nya “Rosarium Virginis Mariae” ia meminjam motto tersebut dari doa konsekrasi pada Maria yang ditemukannya di dalam buku “Devosi Sejati kepada Maria” karya Santo Louis de Montfort.

Penyerahannya pada Tuhan tampak nyata saat ada peristiwa percobaan pembunuhan terhadap dirinya pada tanggal 13 Mei 1981 saat Audiensi Umum di Lapangan St. Petrus, Vatikan. Dia ditembak oleh Mehmet Ali Ağca, seorang ekstremis Turki.

Dalam surat wasiatnya, Paus Yohanes Paulus II menulis, “Penyelenggaraan Ilahi menyelamatkanku dari kematian dengan cara yang ajaib. Dialah satu-satunya Tuhan atas kehidupan dan kematian, Dia sendirilah yang memperpanjang hidup ini, dalam arti tertentu memberikannya kembali kepadaku. Sejak saat ini hidup semakin menjadi milik-Nya”.

Lebih lanjut, diungkapkan, “Aku harap Ia akan membantuku untuk mengetahui berapa lama lagi aku harus meneruskan pelayanan ini, suatu panggilan yang diserukan kepadaku 16 Oktober 1978. Aku mohon kepada-Nya untuk memanggilku bila Dia sendiri menghendaki. ‘Baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan…kita semua milik Tuhan’ (bdk. Rom 14:8)”.

Sri Paus mengunjungi orang yang menembaknya di penjara. Seperti Yesus yang mengampuni orang yang menyalibkanNya, Paus juga mengampuni Mehmet Ali Ağca. Lalu Paus mempersembahkan peluru yang mengenai tubuhnya itu kepada Bunda Maria di Fatima. Peluru itu ditaruh di dalam mahkota patung Bunda Maria di Fatima, Portugal.

Sementara itu, pistol yang dipakai untuk menembakknya disimpan di rumah (museum) kelahirannya di Wadowice. Saat saya berkunjung ke rumahnya, saya melihat pistol itu disimpan di dalam lantai yang di atasnya diberi kaca.

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana cara Anda menjadi saksi Kristus dalam hidup sehari-hari? Apa saja tantangan untuk bersaksi tentang Kristus pada zaman sekarang ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Menyuap Tuhan?

    Menyuap Tuhan? Baca: Sir. 35:1-12; Mrk. 10:28-31 “Jangan mencoba menyuap Tuhan, sebab tidak diterimaNya, dan janganlah percaya pada korban kelaliman!” (Sir.35:11) Masihkah ayat itu bergema di hati manusia, dimana agama hanyalah topeng mengejar untung dan kuasa? Korupsi dan suap mungkin dianggap minyak pelumas, ketika itu sekedar pemerlancar urusan. Persembahan bukanlah minyak pelumas permohonan kita pada…

  • Berdoa dengan Tidak Bertele-tele

    Percik Firman : Berdoa dengan Tidak Bertele-teleSelasa, 23 Februari 2021Bacaan Injil : Mat 6:7-15 “Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah” (Mat 6:7) Saudari/a ku ytk.,Ketika merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya teringat akan sharing seorang calon baptis yang sudah tua. Ia bersemangat mengimani Yesus sebagai Juru Selamat. Dengan…

  • Ketangguhan

    Percik Firman: KetangguhanMinggu Biasa XXI, 23 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 16:13-19 “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Jemaat-Ku” (Mat 16:18) Saudari/a ku ytk.,Saat merenungkan sabda Tuhan Yesus pada hari ini, saya teringat akan nasihat leluhur tentang pentingnya pondasi yang kokoh dalam hidup berkeluarga. Diungkapkan, “Bapak dienggo umpak, simbok dienggo tombok,…

  • Bertanggungjawab

    Percik Firman : BertanggungjawabRabu, 21 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 12:39-48 “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” (Luk 12:43) Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk bisa bertanggungjawab dan diandalkan. Tuhan Yesus bersabda, “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” Salah satu…

  • Gerakan 3 M ala Yesus

    Percik Firman : Gerakan 3 M ala YesusSenin, 11 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 1:14-20 “Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia” (Mrk 1:20) Saudari/a ku ytk.,Selama pandemi Covid-19 kita sering mendengar dan membaca gerakan 3 M. Pemerintah, tim Satgas Covid, para tokoh agama dan…

  • Jiwa Berkurban

    Percik Firman : Jiwa BerkurbanSenin, 10 Agustus 2020Pesta Santo Laurentius, Diakon dan MartirBacaan Injil : Yoh 12:24-26 “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Yoh 12:24) Saudari/a ku ytk.,Di dalam masyarakat Indonesia, ada ungkapan “mati satu tumbuh…