Memaknai Secara Baru

Percik Firman: Memaknai Secara Baru
Rabu, 10 Juni 2020
Bacaan: Mat 5:17-19

“Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat 5:17)

Saudari/a ku ytk.,
Orang hidup butuh aturan. Aturan digunakan untuk mengatur hidup bersama. Biasanya peraturan atau hukum untuk menjamin kestabilan hidup bersama. Ada yang berupa perintah. Ada pula yang berupa larangan. Misalnya: Dilarang merokok di ruangan ini; Taruhlah sampah di tempat sampah, dsb.

Bacaan Injil hari ini mengungkapkan Tuhan Yesus dan hukum Taurat. Tuhan Yesus menegaskan maksud kedatanganNya. Ia tidak akan menghapus atau meniadakan hukum Taurat yang ada. “Aku datang bukan untuk meniadakan-nya, melainkan untuk menggenapinya”.

Yesus menghargai tokoh pendahuluNya, seperti Musa dan para nabi, yang memulai dan menghidupkan hukum Taurat. Yesus lebih memberi makna baru atas aturan lama yang sudah dihidupi.
Dalam hukum Taurat ada 613 butir aturan, yang terdiri dari 365 butir larangan dan 248 butir perintah. Jumlah larangan sesuai dengan jumlah hari dalam setahun, sedangkan jumlah perintah sesuai dengan jumlah tulang dalam tubuh manusia.

Taurat itu telah Yesus kerjakan buat kita, dan kematian-Nya di kayu salib sebagai ketuk palu bahwa hukum Taurat berakhir dan keselamatan sudah kita terima. Dalam 7 sabda Yesus di kayu salib, pada sabda ke-6, Ia mengatakan: “Sudah selesai”. Maksudnya, segala pekerjaan-Nya telah selesai, termasuk menggenapi Taurat.

Lalu di sabda ke-7 Yesus menyerahkan Diri-Nya: “Ya Bapa, Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan Jiwa-Ku”. Salib menjadi simbol nyata dari inti atau kentos hukum Taurat, yaitu: mengasihi Allah (kayu vertikal) dan mengasihi sesama (kayu horizontal).

Pertanyaan refleksinya, bagaimana sikapmu terhadap peraturan atau hukum selama ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Berkarya dalam ‘Garis Bengkok’ Hidup Manusia

    Percik Firman : Berkarya dalam ‘Garis Bengkok’ Hidup ManusiaSelasa, 8 September 2020Pesta Kelahiran Santa Perawan MariaBacaan Injil : Mat 1:1-16.18-23 “Mereka akan menamakan Dia Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita”(Mat 1:23) Saudari/a ku ytk.,Saya bersyukur karena dua minggu ini mendapat kabar bahwa ada beberapa umat yang sembuh dari virus korona. Sebelumnya mereka sudah dinyatakan positif…

  • Belaskasih dan Peduli di Tengah Pandemi

    Percik Firman : Belaskasih dan Peduli di Tengah PandemiSelasa, 6 Juli 2021Bacaan Injil: Mat. 9: 32-38 “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka” (Mat 9:36) Saudari/a ku ytk.,Pesan utama sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk memancarkan belaskasih dan kepedulian kepada sesama. Tuhan Yesus sudah memberikan contoh dan teladan nyata….

  • Bijak dalam Bertindak

    Percik Firman: Bijak dalam BertindakRabu, 22 April 2020Bacaan Injil : Yoh 3:16-21 “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” ( Yoh 3:17) Saudari/a ku ytk.,Hidup kita sehari-hari diwarnai aneka pilihan, dari hal yang sederhana sampai yang serius. Kita bisa memilih baju mana yang mau dipakai hari ini,…

  • Rekan Kerja Yesus

    Percik Firman: Rekan Kerja YesusRabu, 8 Juli 2020Bacaan Injil: Mat 10: 1-7 “Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat” (Mat 10:7) Saudari/a ku ytk.,Seorang pastor paroki biasanya mempunyai tugas perutusan dari Bapak Uskup untuk mengembangkan tata penggembalaan, tata administrasi dan tata kelola harta benda di sebuah paroki. Dalam menjalankan tugas penggembalaan tersebut, seorang pastor paroki…

  • Menjadi Teladan di Masa Krisis

    Percik Firman: Menjadi Teladan di Masa KrisisJumat, 19 Maret 2021HR Santo Yusuf, Suami SP MariaBacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a Sdri/a yang terkasih,Di masa Pandemi Covid-19 ini Paus Fransiskus menetapkan tahun 2020-2021 sebagai Tahun Santo Yusuf, tepatnya mulai 8 Desember 2020 s/d. 8 Desember 2021. Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya Surat Apostolik “Patris Corde” (Dengan Sebuah Hati…

  • Hidup Penuh Perjuangan

    Percik Firman: Hidup Penuh PerjuanganSelasa, 23 Juni 2020Bacaan Injil: Mat 7:6.12-14 “Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju ke kebinasaan” (Mat 7:13) Saudari/a ku ytk.,Jalan kemuridan Yesus tidak selalu mengenakkan. Tidak selalu berupa jalan tol yang halus, lebar dan bebas hambatan. Jalan kemuridan itu diwarnai salib, sesuatu yang…