Mengasah Kepekaan Hati

Percik Firman: Mengasah Kepekaan Hati
Jumat, 25 Oktober 2024
Bacaan Injil: Luk 12:54-59

“Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Luk 12:56)

Saudari/a ku ytk.,
Orang bijaksana sering digambarkan sebagai orang yang peka dan memahami tanda-tanda zaman. Di dalam masyaraka Jawa dikenal ramalan Jayabaya. Dalam situasi zaman edan yang kacau dalam hidup moral, penuh penderitaan, orang mengharapkan datangnya tokoh sang penyelamat, yaitu: Ratu Adil.

Sosok penyelamat tersebut akan membangun suatu tata pemerintahan yang adil-makmur dan damai (gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja). Supaya dapat selamat dari zaman edan, orang harus selalu bersikap sadar dan waspada (eling lan waspada).

Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk menjadi orang yang peka dan memahami tanda-tanda zaman. Ketika melihat awan gelap mulai berarak, dengan mudah kita menyimpulkan bahwa hujan akan segera tiba.

Menurut Yesus, mengambil kesimpulan bahwa Yesus adalah Mesias juga merupakan hal mudah, bila orang mau melihat berbagai perbuatan kemesiasan-Nya. Sama mudahnya seperti ketika orang melihat tanda-tanda cuaca dan kemudian menyimpulkan bahwa hari akan terang atau turun hujan.

Banyak orang Yahudi yang tidak mau atau tidak berani mengakui bahwa Yesus adalah Mesias. Padahal mereka telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri tanda-tanda ajaib yang telah dilakukan Yesus Sang Mesias.

Kepekaan hati memang sangat penting dan dibutuhkan dalam hidup ini. Merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya teringat kejadian beberapa tahun yang lalu saat masih kuliah di Kentungan: Di Fakultas Teologi Kentungan ada beberapa matakuliah yang dikemas dengan model live in selama 10 hari.

Saat matakuliah Teologi Sosial, saya dan teman-teman live in bekerja di pabrik. Biar ikut merasakan dan mengalami perjuangan menjadi buruh pabrik. Saat matakuliah Teologi Harapan, kami live in bekerja di rumah sakit. Biar ikut merasakan dan mengalami perjuangan para perawat mendampingi-melayani para pasien.

Model live in dipilih untuk mengasah kepekaan hati sekaligus melatih ketajaman menganalisa situasi konkret. Dari sana diharapkan muncul kepedulian dan keberpihakan kepada mereka yang kecil, lemah, miskin dan menderita. Kepekaan sosial merupakan salah satu keutamaan yang perlu dididikkan bagi generasi muda saat ini, entah di dalam keluarga, gereja, maupun sekolah-sekolah.

Tentu saja teladan dari para orangtua serta guru atau pendidik sangat dibutuhkan. Kecenderungan kebanyakan orang masa kini lebih ke arah sikap mental egois, kurang peka terhadap saudara-saudarinya, hanya mencari keuntungan atau kenikmatan diri sendiri dan beriman dangkal.

Bacaan Injil hari ini mengungkapkan bagaimana Yesus mengecam sikap orang yang munafik: “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” Mereka dikritik Yesus karena tidak peka terhadap tanda-tanda zaman saat ini.

Tanda-tanda zaman antara lain ‘pemanasan global’ telah diberitakan atau disebarluaskan ke mana-mana melalui aneka macam media. Namun kebanyakan orang tidak menyikapi dengan benar atau tepat terhadap pemanasan global tersebut. Hal itu kiranya menggambarkan ketidak-pekaan orang terhadap aneka gejala maupun peristiwa yang terjadi di sekitarnya atau di dalam tubuhnya sendiri.

Sabda hari ini kiranya mengajak dan mengingatkan kita semua pentingnya mengenal diri dan masyarakat sekitar, dan menangkap tanda-tanda zaman dengan baik, sehingga dapat menempatkan diri dengan tepat dalam kehidupan bersama dimanapun dan kapanpun.

Salah satu cara untuk lebih mengenal diri antara lain telah diusahakan oleh beberapa sekolah-sekolah katolik dan paroki di kota-kota besar dengan menyelenggarakan ‘live in’ bagi para siswa atau OMK, tinggal dan hidup bersama untuk beberapa waktu dengan mereka yang miskin dan berkekurangan di desa-desa atau pelosok-pelosok.

Pengalaman menunjukkan bahwa cukup banyak peserta didik (OMK) dapat merasakan nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan hidup yang tidak mereka temukan atau alami selama tinggal di kota, antara lain: disiplin, matiraga, kerja keras, tidak mudah mengeluh, persaudaraan sejati, ketulusan, dll.

Maka baiklah gerakan semacam ‘live in’ ini sering diusahakan atau diselenggarakan, entah secara pribadi atau bersama-sama, untuk melatih kepekaan dan membangun karakter-mental yang tangguh dalam diri generasi muda (pelajar, mahasiswa atau OMK).

Mari kita dukung gerakan-gerakan semacam itu untuk mengasah kepekaan sosial dan kepedulian kepada sesama. Semoga makin banyak yang peduli dan punya hati. Tangan untuk melayani dan hati untuk mencintai.

Pertanyaan refleksinya, seberapa peka Anda menangkap tanda-tanda zaman dari Tuhan selama ini? Berkah Dalem dan salam teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang). (Y. Gunawan, Pr)

Similar Posts

  • Memancarkan Pengharapan

    Percik Firman : Memancarkan PengharapanKamis, 1 Februari 2024Bacaan Injil: Mrk. 6:7-13 Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk menjadi pribadi yang siap sedia mewartakan dan memancarkan pengharapan. Para murid dipanggil, diberkati dan diutus membawa kabar sukacita dan pengharapan bagi siapa saja. Para murid pergi memberitakan bahwa orang harus bertobat dan mereka mengusir banyak…

  • Wibawa Yesus

    Percik Firman : Wibawa YesusSelasa, 12 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 1:21b-28 “Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah” (Mrk 1:24) Saudari/a ku ytk.,Pada suatu hari ada seorang bruder yang bercerita kepada saya. Ia mempunyai kenalan seorang bapak non Katolik yang menjadi ‘dukun’, yang sering didatangi banyak orang untuk dimintai tolong. Ada yang minta usahanya…

  • Pelaksana Firman Tuhan

    Percik Firman : Pelaksana Firman TuhanSelasa, 22 September 2020Bacaan Injil: Luk 8:19-21 “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya” (Luk 8:21) Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda tidak diakui sebagai anggota keluarga? Bagaimana perasaannya saat diperlakukan demikian? Mungkin ada yang sakit hati, sedih, marah, mangkel, dsb. Dalam bacaan Injil hari ini, sepertinya ada…

  • Devosi kepada Bunda Maria Pengurai Simpul Masalah

    Pada saat itu Jorge Mario Bergoglio (kini: Paus Fransiskus) sedang studi di Jerman, ia terkagum-kagum akan sebuah lukisan bergaya Bavarian dengan judul “Maria Suci, Bunda Pengurai Simpul Ikatan”. Jorge Mario Bergoglio memperoleh salinan lukisan tersebut dan membawanya ke Argentina, kemudian mempromosikan devosi kepada Maria dengan gelar tersebut. Tak disangka, devosi ini mendapat tempat di hati…

  • Sabda Celaka

    Percik Firman: Sabda CelakaRabu, 14 Oktober 2020Bacaan Injil : Luk 11:42-46 “Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah” (Luk 11:42) Sdri/a ku ytk.,Gus Dur dikenal sebagai salah satu pribadi yang punya prinsip. Dia berani mengkritik siapa pun jika apa…

  • Bermental Kuat

    Percik Firman : Bermental KuatBacaan Injil: Luk 5:1-11 Hari ini sabda Tuhan mengingatkan kita tentang panggilan kemuridan. Seorang murid harus punya mental kuat. Ada 3 ciri orang bermental kuat.Apa saja ya? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Seminari Mertoyudan.