Menghujat Roh Kudus

Percik Firman: Menghujat Roh Kudus
Sabtu, 17 Oktober 2020
PW St Ignatius dari Antiokhia (Uskup dan Martir)
Bacaan Injil : Luk 12:8-12

“Barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni” (Luk 12:10)

Saudari/a ku ytk.,
Kita mengenal bahwa dalam Sakramen Tobat ada 3 unsur penting. Ke-3 unsur tersebut, yaitu: mengakui dosa, menyesali dosa, dan membangun niat. Agar mendapat rahmat pengampunan dari Tuhan, seseorang perlu mempunyai sikap rendah hati dan jujur di hadapan Tuhan. Semua dosa diampuni oleh Tuhan, kecuali dosa menghujat Roh Kudus.

Dalam injil hari Tuhan Yesus menegaskan, “Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.”

Lalu apa dosa menghujat Roh Kudus itu? Tugas utama Roh Kudus adalah ‘menginsafkan’ manusia dari dosanya. Jika manusia tidak mau insaf, maka ia berdosa melawan Roh Kudus.

Dosa menghujat Roh Kudus berarti tindakan manusia yang menolak kebenaran, kasih Allah, serta pengampunan dari Allah. Dengan demikian ia tidak mungkin diampuni, baik di kehidupan sekarang maupun yang akan datang.

Di dalam Katekismus Gereja Katolik no.1864 dikatakan secara panjang lebar, “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, tetapi bersalah karena berbuat dosa kekal” (Mrk 3:29).

Lebih lanjut, diajarkan, “Kerahiman Allah tidak mengenal batas; tetapi siapa yang dengan sengaja tidak bersedia menerima kerahiman Allah melalui penyesalan, ia menolak pengampunan dosa-dosanya dan keselamatan yang ditawarkan oleh Roh Kudus. Ketegaran hati semacam itu dapat menyebabkan sikap yang tidak bersedia bertobat sampai pada saat kematian dan dapat menyebabkan kemusnahan abadi.”

Hari ini Gereja merayakan Santo Ignasius dari Antiokhia, seorang Uskup dan Martir. Dia murid Santo Yohanes Rasul. Ignasius adalah murid yang pandai, saleh dan bijaksana. Maka ia lalu diangkat menjadi Uskup Antiokhia. Pada masa itu umat Kristen dikejar-kejar dan dianiaya oleh Kaisar Trajanus. Ignasius sendiri tidak luput dari pengejaran dan penganiayaan itu.

Biasanya kepada mereka ditawari dua kemungkinan: murtad atau mati. Kalau mereka murtad dan menyangkal imannya, mereka akan selamat. Kalau tidak, nyawanya akan melayang.

Karena tidak mau menyangkal imannya, Ignasius ditangkap dan digiring masuk Colosseum gelanggang binatang buas. Di sana tubuhnya yang suci diterkam dan dicabik-cabik singa-singa lapar. Darahnya yang suci membasahi tanah gelanggang itu yang telah menampung ribuan liter darah para martir yang mati demi kesetiaannya kepada Kristus. Ignasius mati sebagai martir di Roma pada tahun 107.

Dari Santo Ignatius Antiokhia kita bisa belajar bagaimana tetap percaya akan penyertaan Tuhan dalam situasi suka dan duka, termasuk dalam penderitaan. Penderitaan tidak untuk dihindari. Tetapi perlu dihadapi dengan iman yang teguh.

Pertanyaan refleksinya, pernahkah dalam hidup ini Anda menghujat Roh Kudus? Apa yang Anda lakukan ketika menghadapi kesulitan dan masalah yang berat dalam hidup ini? selamat merenungkan dan menikmati akhir pekan. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

#Y. Gunawan, Pr.

Similar Posts

  • Memancarkan Pengharapan

    Percik Firman : Memancarkan PengharapanKamis, 1 Februari 2024Bacaan Injil: Mrk. 6:7-13 Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk menjadi pribadi yang siap sedia mewartakan dan memancarkan pengharapan. Para murid dipanggil, diberkati dan diutus membawa kabar sukacita dan pengharapan bagi siapa saja. Para murid pergi memberitakan bahwa orang harus bertobat dan mereka mengusir banyak…

  • Ikut Gembira atau Mencela?

    Percik Firman : Ikut Gembira atau Mencela?Kamis, 2 Juli 2020Bacaan Injil : Mat 9:1-8 “Berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: ‘Ia menghujat Allah” (Mat 9:3) Saudari/a ku ytk.,Dalam pengalaman hidup kita sehari-hari, orang baik tidak otomatis disukai. Kebaikan tidak serta merta diakui dan didukung. Maksud baik juga tidak selalu diterima. Ada saja orang yang…

  • Makna Sahabat

    Percik Firman : Makna SahabatJumat, 14 Mei 2021Pesta Santo Matias, RasulNovena Roh Kudus hari ke-1Bacaan Injil: Yoh 15:9-17 “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu” (Yoh 15:14) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan pada pesta Santo Matias Rasul dan Hari pertama Novena Roh Kudus hari ini, saya teringat akan dua buah ungkapan tentang…

  • Pewarta Kabar Gembira

    Percik Firman: Pewarta Kabar GembiraKamis, 23 April 2020Bacaan : Yoh 3:31-36 “Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya” (Yoh 3:35) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya ingat akan pernyataan Pak Ahok saat dalam sidang dakwaan kepadanya beberapa tahun yang lalu. Ditegaskannya, “Mengapa saya bukan kafir? Karena saya juga taat kepada Tuhan…

  • Deus Caritas Est

    Percik Firman: Deus Caritas EstSabtu, 24 Feb 2024Bacaan Injil: Mat 5:43-48 “Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian” (Mat 5:44) Saudari/a ku ytk.,Apakah Anda pernah mendengar ungkapan “Deus Caritas Est”? Deus Caritas Est berarti Allah adalah kasih. Allah yang kita imani adalah Allah yang penuh kasih, bukan membalas dendam dan penghukum yang kejam….

  • Rabu Abu di Masa Pandemi

    Percik Firman : Rabu Abu di Masa PandemiRabu Abu, 17 Februari 2021Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18 “Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa” (Mat 6:17-18) Saudari/a ku ytk.,Hari Rabu Abu tahun 2021 ini kita rayakan dalam situasi Pandemi Covid-19. Untuk menghindari banyak kerumunan, beberapa paroki melayani…