Tidak Ada yang Mustahil

Percik Firman: Tidak Ada yang Mustahil
Selasa, 8 Desember 2020
HR SP Maria Dikandung Tanpa Dosa
Bacaan Injil: Luk 1:26-38

“Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Luk 1:37)

Sdri/a ku ytk.,
Ada sebuah keluarga yang mempunyai pengalaman istimewa. Sepasang suami isteri diberi karunia 4 anak (2 cowok dan 2 cewek). Saat si ibu sedang mengandung anak ke-4, diketahui bahwa perkembangan janin tidak normal. Organ tubuh tidak lengkap. Dokter memprediksi bahwa janin itu akan lahir cacat atau kemungkinan hidup 5%.

Mendengar prediksi atau dugaan dokter itu, suami-isteri itu kaget dan sedih. Tak lama kemudian mereka berdua berkomitmen akan menerima bagaimanapun kondisi anaknya. Mereka berserah atau sumeleh pada kehendak Tuhan. Mereka tekun berdoa Rosario, mohon doa restu dan perlindungan Bunda Maria. Mereka juga tekun ikut misa di gereja.

Mereka percaya jika Tuhan bertindak, tidak ada yang mustahil. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Pada saat hari H kelahiran tiba, pasutri itu sudah siap dengan apapun yang terjadi. Hal yang tak terduga, terjadi. Anak ke-4 mereka lahir lancar dan sehat. Dia lahir turas (metu waras). Seluruh organ tubuh normal. Bahkan, anak tersebut bisa hidup sampai umur 98 tahun. Dia meninggal dunia tahun 2012.

Pasutri tersebut meyakini sabda Tuhan dalam bacaan Injil pada Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa hari ini. Ditegaskan, ”Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil”. Bunda Maria dengan segala kerendahan hatinya mau menerima secara penuh tugas untuk menjadi Ibu Juru Selamat. Dalam kerendahan hatinya, Maria menaruh harapan sepenuhnya kepada Allah. Kekuatannya ada pada Allah. Ia mempersilakan Allah berbuat apa saja atas dirinya.

Sabda Tuhan yang disampaikan kepada Bunda Maria pada 2000 tahun yang lalu, dialami secara nyata dalam keluarga pasutri tersebut. Allah kita sungguh Mahakuasa dan luar biasa. Perkiraan dan ketakutan manusia bisa terhalau berkat kasih karunia Allah.

Setiap tanggal 8 Desember, Gereja merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa (Maria Immaculata). Ajaran Gereja tentang Maria Immaculata ini disampaikan oleh Paus Pius IX pada tanggal 8 Desember 1854.

Bapa Suci melihat kelesuan rohani dalam dunia modern. Lalu beliau ingin membangkitkan kembali kehidupan rohani umat dengan menampilkan kembali teladan Bunda Maria dan perannya dalam sejarah keselamatan manusia.

Pada tahun 1858 kepada Santa Bernadeta di Lourdes-Perancis, Bunda Maria mengatakan, “Akulah yang Perawan Suci Dikandung Tanpa Noda Dosa.”

Dalam buku ”12 Katekese, Renungan dan Doa Bunda Maria” (Kanisius, 2019), saya mensharingkan bahwa di Italia hari raya ini menjadi hari libur nasional. Kantor dan sekolah pun libur. Di sana ada perayaan meriah untuk merayakan misteri agung Maria Immaculata tersebut.

Bahkan ada tradisi, di mana Sri Paus mengadakan penghormatan kepada Bunda Maria dengan berdoa dan mempersembahkan rangkaian bunga di patung Bunda Maria yang ada di depan Kantor Kongregasi Propaganda Fide, di dekat Spanish Steps, Roma.

Perawan Maria dikandung tanpa dosa asal dalam rahim ibunya, yaitu Santa Anna. Maria adalah satu-satunya manusia yang dianugerahi karunia ini. Ia memperoleh keistimewaan ini karena ia menjadi ”bejana yang kudus” dimana Yesus, Putera Allah, akan lahir ke dunia melalui rahimnya. Rahim Bunda Maria menjadi ”tabernakel” pertama karena di sanalah bersemayam Yesus yang Mahakudus.

Pertanyaan refleksi, apakah Anda punya pengalaman konkret terkait Tuhan yang telah membuat hal yang mustahil menjadi tidak mustahil dalam hidup Anda?

Selamat berpesta pelindung bagi Anda dan sekolah Maria Immaculata. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Takjub dan Tercengang

    Percik Firman : Takjub dan TercengangJumat, 12 Februari 2021Bacaan Injil: Mrk 7:31-37 “Mereka takjub dan tercengang dan berkata: ‘Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.” (Mrk 7:37) Saudari/a ku ytk.,Ada sebuah video pertunjukan Tarian Seribu Tangan (The Thousand Hand Dance). Pertunjukannya sangat menarik, membuat takjub dan tercengang. Para penarinya tuli…

  • Ketulusan Hati

    Kamis, 29 Desember 2022Bacaan Injil: Luk. 2:22-35 “Mereka mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati” (Luk 2:24) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini, muncul dalam hati saya satu kata kunci “ketulusan”. Terkait dengan ketulusan, ada beberapa kisah kecil. Saat saya berkarya di…

  • Kebencian yang Diwariskan

    Percik Firman : Kebencian yang DiwariskanSelasa, 28 September 2021Bacaan : Luk 9:51-56 Saudari/a ku ytk.,Kebencian bisa menjalar. Permusuhan bisa menular. Bahkan bisa diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Sebuah sekolah tertentu, misalnya, bisa dibenci oleh sekolah lain karena warisan dari alumni sebelumnya. Suku tertentu bisa dimusuhi atau dibenci oleh suku lain. Demikian pula bangsa…

  • Perjumpaan yang Meneguhkan

    Percik Firman: Perjumpaan yang MeneguhkanSenin, 21 Desember 2020Bacaan Injil: Luk 1:39-45 “Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus” (Luk 1:41) Saudari/a ku ytk.,Kalau ada dua wanita yang sedang hamil bertemu, kira-kira apa yang dibicarakan ya? Saya pernah membuat penelitian kecil menanyai mereka. Ada aneka jawaban,…

  • Siniram Banyu Sewindu

    Percik Firman : Siniram Banyu SewinduMinggu Biasa XIV, 5 Juli 2020Bacaan Injil : Mat 11:25-30 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11:28) Saudari/a ku ytk.,Adanya wabah Covid-19 ini tak sedikit orang yang terkena dampaknya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Usahanya menjadi seret. Warungnya menjadi sepi…

  • Tuhan Memelihara Kita

    Percik Firman : Tuhan Memelihara KitaSabtu, 10 Juli 2021Bacaan Injil: Mat. 10: 24-33 “Janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit” (Mat. 10:31) Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan di akhir pekan hari ini mengingatkan saya akan sebuah lagu Sekolah Minggu yang berjudul “Burung Pipit yang Kecil”. Anda pasti hafal syairnya. Berikut ini syairnya…