Kepada yang Terhormat
Bapak Uskup, Rm Provinsial S. J., Rm Provinsial MSF, Suster Provinsial CB, Rm Abas OCSO Rawaseneng, Suster Abdis OCSO Gedono,
para Suster, Bruder, Pastor Paroki
para Donatur/Pemerhati Seminari
IASM (Ikatan Alumni Seminari Mertoyudan)
dan para Orang Tua Seminaris
di tempat.

Semoga rahmat dan cinta kasih abadi Kristus, Tuhan kita senantiasa menjadi sumber kebahagiaan dan kekuatan kita.

Saya, Budiarto Gomulia, S. J., Rektor Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan, pertama-tama perkenankan untuk memperkenalkan diri sebagai rektor menggantikan Rm Leo Agung Sardi, S. J. Tugas baru ini saya jalani mulai 28 Agustus 2020. Lewat surat ini perkenankan saya berbagi aneka rahmat yang dilimpahkanNya untuk Seminari Menengah Mertoyudan (SMM) ini:

  1. Pandemi covid 19 disamping merepotkan juga menganugerahkan rahmat bagi segenap civitas akademika SMM. Berat dan tak mudah mendampingi seminaris yang menjalani lockdown total sejak Juni 2020 lalu. Selama lima bulan ini seluruh aktivitas berlangsung di dalam kompleks Seminari, para seminaris dilarang keluar kompleks Seminari. Sementara itu pembelajaran akademis berlangsung secara daring dengan para guru dan luring dengan para pamong. Situasi ini tentu tidak mudah bagi semua pihak, tetapi bagaimanapun pandemi ini juga formatif bagi siswa, staf dan para guru. Kami dipaksa belajar untuk berdamai dengan realitas baru ini. Pada 22 Desember – 6 Januari 2021 seminaris libur dan dilanjutkan PJJ s/d 21 Januari 2021. Memang keputusan meliburkan seminaris dan mereka pulang ke rumah masing-masing cukup berisiko, tetapi kalau tidak libur kami semua civitas akademika Seminari takkan cukup punya energi untuk menjalankan proses formasi pada semester depan. Syukur atas rahmat jiwa besar ini.
  2. Pada tahun 2020 ini Seminari Mertoyudan memasuki usianya yang ke 109. Kami yang berkarya di sini sungguh merasakan dukungan bahkan mukjizat karena kepedulian dan kemurahan hati banyak orang lewat bantuan materi maupun non materi. Syukur atas kemurahan hati para pastor paroki, donatur, umat, para religius, orangtua, alumni, para guru dan karyawan sehingga biaya riil per seminaris per bulan sebesar Rp. 1.950.000, – masih bisa ditutup. Tanpa kebaikan Anda semua hal itu mustahil!
  3. Pada akhir tahun ajaran yang lalu (2019/2020) jumlah seminaris tahun terakhir (Medan Utama) yang melamar adalah 49. Dari 49 anak yang menjalani pelamaran 43 diterima (1 mundur sebelum masuk dari Keuskupan Purwokerto) dan sekarang meneruskan proses pembinaan menjadi anggota imam diosesan di Tahun Rohani maupun menjadi anggota tarekat religius di Novisiat; 6 orang ditolak. Pada awal tahun ajaran 2020/2021 calon yang mendaftar dari SMP berjumlah 115. Dari jumlah tersebut 115 anak mengikuti tes, diterima 70 dan masuk menjalani KPP 68 anak. Calon yang mendaftar dari lulusan SLTA berjumlah 22 orang. Setelah menjalani test diterima 16 orang dan semuanya menjalani proses pembinaan di Seminari. Jadi jumlah seminari pada awal tahun ajaran adalah 238 orang anak. Sekarang ini (5 Desember 2020) mereka berjumlah 226 dengan sebaran 50,53% berasal dari Keuskupan Agung Semarang dan 49,47% berasal dari 18 keuskupan lain. Syukur atas rahmat panggilan ini.
  4. Syukur atas rahmat kerjasama dari para imam, frater, bruder dan suster dari KAS, MSF dan SJ yang memungkinkan karya strategis ini dapat berlangsung dengan baik. Sekarang ini kami para formator berjumlah 18 orang. Saya merasa suasana komunitas formator cukup menyenangkan, cair dan nyaman. Suasana yang positif ini diantaranya muncul karena tantangan formasi yang cukup berat. Memang jumlah seminaris menurun tetapi dari sisi masalah misalnya psikoseksual seminaris semakin rumit. Rasanya ke depan staf yang makin profesional makin dibutuhkan. Selain itu rasanya juga semakin mendesak pembinaan keluarga muda katolik.

Akhirnya, terima kasih atas dukungan perhatian terhadap proses pembinaan di Seminari Mertoyudan ini. Semua itu merupakan bukti bahwa Tuhan berkarya untuk kita. Kita menanggapinya melalui pemberian tulus diri kita dalam terang Penjelmaan dan Kelahiran Tuhan sebagai wujud cinta yang tiada habisnya. Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Semoga Tuhan yang lahir di dunia untuk mencinta benar-benar kita rasakan lahir di hati kita dan kita bahagia meneruskan kelahiran-Nya untuk keselamatan sesama. Semoga Tahun 2021 menjadi tahun berlimpah rahmat di dalamnya kita merasakan penyertaan Tuhan dan tumbuh dalam mencinta dan melayani. Dan bersama Santo Petrus Kanisius, Pelindung Seminari kita berdoa.
“Tuhan Allah yang Mahakuasa, melalui segenap ciptaan-Mu, Engkau telah memancarkan keindahan beserta kebaikan-Mu yang tidak terbatas; Engkau menjadikan kami, manusia gambar dan citra-Mu. Betapa sedemikian luhur dan agung Engkau dalam mencintai kami. Amin” (Santo Petrus Kanisius).


Mertoyudan, 7 Desember 2020
Peringatan Santa Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah.

Budiarto Gomulia, S. J.
Rektor Seminari Menengah Santo Petrus Canisius Mertoyudan