Sikap Hormat

Selasa, 27 Desember 2022
Pesta St Yohanes Rasul
Bacaan Injil : Yoh. 20: 2-8

“Yohanes menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam” (Yoh 20:5)

Saudari/a ku ytk.,
Pada hari ini Gereja merayakan Pesta St. Yohanes, Rasul dan Penulis Injil.  Yohanes (bahasa Yunani Ιωάννης – Ioannes; berarti Tuhan maha pengasih, Tuhan itu baik).

Dia adalah murid yang paling dikasihi Yesus. Berbahagialah yang nama baptis Anda Yohanes atau Giovanni atau Yohana atau John. Proficiat dan selamat berpesta pelindung bagi Anda.

Yohanes adalah putra dari Pasutri Zebedeus-Salome. Ia saudara dari rasul Yakobus yang juga termasuk keduabelas rasul. Yohanes dan Yakobus disebut Boanerges yang berarti anak-anak guruh.

Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan para murid Yesus yang menjenguk makam Yesus. Mereka segera ke makam karena mendapat informasi dari Maria Magdalena bahwa makam Yesus kosong. JenasahNya tidak ada.

Umur Yohanes jauh lebih muda dari Petrus, sehingga ia dapat berlari lebih kencang. Ketika mereka bersama-sama ke makam Yesus, Yohanes sampai duluan. Namun, ia tahu diri dan hanya melihat ke dalam, tidak masuk.

Yohanes sangat menghormati dan menghargai Petrus sebagai yang lebih tua sekaligus yang dipilih Tuhan sebagai pemimpin para rasul. Ia menunggu di luar dan baru ikut masuk setelah Petrus sampai dan mendahuluinya masuk.

Dari Santo Yohanes kita bisa menimba inspirasi:  Belajar menjadi pribadi yang tahu diri, menghargai orang yang dituakan (pemimpin), dan membangun relasi dekat dengan Tuhan, sehingga dikasihi Tuhan.

Kita dipanggil untuk menghadirkan dan memancarkan wajah Allah Bapa yang maha pengasih, maha baik dan pemurah.

Pertanyaan refleksi, bagaimana sikap Anda terhadap orang yang lebih tua? Berkah Dalem dan Salam Teplok.# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tetap Berempati

    Percik Firman: Tetap BerempatiRabu, 7 April 2021Bacaan Injil: Luk 24:13-35 “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” (Luk 24:29) Saudari/a ku ytk.,Bekerja sama dengan umat/awam seringkali membuat saya berdecak kagum. Apalagi mereka yang menyediakan diri, pikiran dan waktu untuk menjadi pengurus lingkungan, wilayah, stasi atau paroki. Pagi sampai sore…

  • Yesus Sang Penyembuh

    Percik Firman: Yesus Sang PenyembuhRabu, 2 September 2020Bacaan Injil: Luk 4:38-44 “Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka” (Luk 4:40) Saudari/a ku ytk.,Ketika masih bertugas di paroki, setelah misa di lingkungan, saya menyempatkan diri “mampir dan tilik” (singgah dan menengok) beberapa keluarga di sekitar tempat misa. Paling tidak sekitar 10 menit per keluarga….

  • Pengampunan Tak Terbatas

    Percik Firman: Pengampunan Tak TerbatasKamis, 12 Agustus 2021Bacaan Injil: Mat 18:21-19:1 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringat akan sharing salah seorang umat. Beliau memberi kesaksian untuk mengampuni suaminya. Mereka dulu menikah di Gereja katolik dengan dispensasi beda agama. Dalam perjalanan waktu, mereka dianugerahi anak. Sang suami selingkuh dan menikah lagi. Padahal biaya…

  • Jalan Kemuridan

    Percik Firman: Jalan KemuridanJumat, 7 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 16:24-28 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya 1 dan mengikut Aku” (Mat 16:24) Saudari/a ku ytk.,Di dalam salah satu fokus pembinaan calon imam di Seminari Mertoyudan, dinyatakan bahwa seminaris mendalami hidup doa dan keheningan sebagai jalan untuk mengenal, mencintai, dan…

  • Tuhan Sudah Mengatur

    Sabtu, 17 Desember 2022Bacaan Injil: Mat. 1:1-17 Saudari/a ku ytk.,Dalam dokumen “Amoris Laetitia” (Sukacita Kasih, 2016), Paus Fransiskus mengungkapkan, “Tidak ada keluarga jatuh dari surga dalam bentuk yang sempurna. Keluarga perlu terus-menerus bertumbuh dan dewasa dalam kemampuan untuk mencintai” (AL, no. 325). Kita kadangkala tidak mudah menerima masa lalu yang kelam. Tidak mudah pula menerima…

  • Tuhan Yesus Menangis

    Percik Firman: Tuhan Yesus MenangisKamis, 23 November 2023Bacaan Injil : Luk19:41-44 “Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota Yerusalem, Ia menangisinya” (Luk 19:41) Saudari/a ku ytk.,Ada berbagai macam alasan mengapa orang menangis. Ada orang menangis karena bahagia. Ada pula orang menangis karena sedih. Ada yang menangis karena prihatin atas keadaan yang terjadi. Ketika berhasil lulus…