Bersukacita Melihat Tuhan

Percik Firman : Bersukacita Melihat Tuhan
Minggu, 11 April 2021
Hari Minggu Paskah II – Pesta Kerahiman Ilahi
Bacaan: Yoh 20:19-31

Saudari/a ku ytk.,
Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, Engkaulah andalanku. Itulah mantra suci yang sering diucapkan berulang-ulang saat kita mendoakan doa devosi Koronka Kerahiman Ilahi. Yesus adalah andalan hidup kita. Mengapa? Dialah Sang Juru Selamat dunia yang sudah mengalahkan maut dan bangkit mulia.

Sebagai Putra Tunggal Allah, Yesus taat pada kehendak Allah, yaitu sengsara dan wafat di kayu salib. Dalam doa devosi Koronka, kita mendaraskan berkali-kali ungkapan ini, “Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia”.

Kata “kerahiman” dalam bahasa Ibrani disebut rahamim dan khesed, yaitu dua ungkapan yang dipakai untuk menyebut sifat kasih Allah. Kata “rahamim” ada kaitannya dengan kata “rehem” (rahim).

Maka, rahamim (kerahiman) adalah sifat kasih Allah yang serupa dengan sifat rahim seorang ibu, yaitu melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga, menerima tanpa syarat, dan memberi kedamaian.

Pada hari ini Gereja merayakan Hari Minggu Paskah II sekaligus Pesta Kerahiman Ilahi. Pesta ini ditetapkan pada 30 April 2000 bersamaan kanonisasi Santa Faustina.

Santa Faustina adalah seorang suster sederhana dari Polandia yang mendapat anugerah melihat Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mendatangi dirinya dan berpesan agar menyebarluaskan devosi Kerahiman Ilahi ini.

Pada tanggal 22 Februari 1931, Yesus bersabda kepada Suster Faustina: “Aku mau supaya ada Pesta Kerahiman. Aku mau supaya gambar itu diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paska. Hari Minggu ini harus menjadi Pesta Kerahiman.” Kehendak Tuhan Yesus itu baru dilaksanakan tahun 2000.

Sabda Tuhan hari ini mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus yang menampakkan Diri-Nya kepada para murid. Berkali-kali dalam bacaan Injil hari ini muncul kata “melihat”.

Tentu hal ini menunjukkan bahwa pesan “melihat” adalah sesuatu yang sangat penting. Apa yang mereka lihat? Mereka melihat Tuhan Yesus yang bangkit. Dikatakan demikian, “Murid-murid itu bersukacita karena mereka melihat Tuhan”.

Hati para murid dipenuhi sukacita. Tidak lagi takut dan cemas. Tidak lagi bingung dan “gegana” (gelisah, galau dan merana) karena peristiwa penyaliban di bukit Golgota. Kisah kebangkitan dan iman akan kebangkitan menjadi tradisi Gereja dan pewartaan yang disampaikan sejak zaman para rasul dan Gereja Perdana sampai sekarang ini.

Pengalaman pribadi berziarah ke makam Santa Faustina di Polandia tahun 2019 menantang saya untuk tergerak menghayati semangat belaskasih atau kerahiman dalam hidupku, terlebih dalam mendampingi para seminaris saat ini. Saya menyadari masih jauh dari penghayatan sebagai rasul kerahiman di zaman sekarang. Tetapi saya berusaha berjuang ke arah sana.

Situasi pandemic Covid-19 menguji iman dan harapan kita sebagai orang beriman. Seperti para rasul dalam injil hari ini, kita juga dipanggil menjadi “rasul-rasul” kerahiman di tengah pandemic Covid-19 saat ini. Bagaimana caranya? Mengandalkan Tuhan, bersukacita, serta membawa pengharapan dan damai sejahtera kepada sesama.

Marilah kita mohon rahmat Tuhan agar kita dapat selalu mengandalkan Tuhan, bersukacita, serta membawa pengharapan dan damai sejahtera kepada siapa pun. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Menggenapi Hukum

    Percik Firman: Menggenapi HukumRabu, 6 Maret 2024Bacaan Injil: Mat 5:17-19 “Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat 5:17) Saudari/a ku ytk.,Orang hidup butuh aturan. Aturan digunakan untuk mengatur hidup bersama. Biasanya peraturan atau hukum untuk menjamin kestabilan hidup bersama. Ada yang berupa perintah. Ada pula yang berupa larangan. Misalnya: Dilarang merokok di ruangan…

  • Rekan Kerja Yesus

    Percik Firman: Rekan Kerja YesusRabu, 8 Juli 2020Bacaan Injil: Mat 10: 1-7 “Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat” (Mat 10:7) Saudari/a ku ytk.,Seorang pastor paroki biasanya mempunyai tugas perutusan dari Bapak Uskup untuk mengembangkan tata penggembalaan, tata administrasi dan tata kelola harta benda di sebuah paroki. Dalam menjalankan tugas penggembalaan tersebut, seorang pastor paroki…

  • Maria, Marta dan Lazarus

    Maria, Marta dan Lazarus (Yoh. 11:19-27) O tiga pribadi mulia dari Bethania, dari mereka ketika berkaca, dari mereka kita merasa, tiga pengalaman di perjalanan hidup kita. O hidup dalam pengalaman dicinta, ketika Tuhan bersabda dan hati terpaku terpana di bawah lutut kudusNya. SabdaNya terasa manis, ingin jiwa ini terus mengecap sedalamnya. Maria telah memilih yang…

  • Dipanggil dalam Ketidaksempurnaan

    Percik Firman : Dipanggil dalam KetidaksempurnaanJumat, 22 Januari 2021Hari ke-5 Pekan Doa untuk Kesatuan Umat KristianiBacaan Injil: Mrk 3:13-19 “Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil” (Mrk 3:14) Saudari/a ku ytk.,Proses panggilan setiap orang untuk menjadi imam itu sangat unik. Setiap imam bisa berbeda-beda. Tuhan memanggilnya. Manusia menanggapi panggilan…

  • Misteri Kayu Salib Yesus

    Percik Firman: Misteri Kayu Salib YesusJumat Agung, 2 April 2021Bacaan Injil: Yoh 18:1-19:42 Saudari/a ku ytk.,Hari ini kita merayakan wafat Yesus di salib. Di berbagai paroki dan komunitas diadakan ibadat Jumat Agung untuk mengenangkan wafat Yesus tersebut. Karena situasi masih pandemi, perayaan Ibadat Jumat Agung dikemas lebih sederhana. Misalnya kisah sengsara (passio) tidak dinyanyikan dan…

  • Sang Pewarta yang Handal

    Percik Firman : Sang Pewarta yang HandalSenin, 29 Juni 2020HR Santo Petrus dan Santo Paulus, RasulBacaan Injil : Mat 16:13-20 “Engkaulah Petrus dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Jemaat-Ku” (Mat 16:18) Saudari/a ku ytk.,Setiap orang kudus biasanya mempunyai barang kekhasan yang dimiliki. Jika melihat barang itu, kita langsung kenal atau ingat pribadi yang…