Percik Firman: Wasiat Iman
Jumat, 16 April 2021
Bacaan Injil : Yoh 6:1-15

Saudari/a ku ytk.,
Merenungkan bacaan Injil tentang mukjizat 5 roti dan 2 ikan hari ini saya teringat akan dosen saya dari Belanda. Namanya Rama Tom Jacobs SJ. Beliau wafat pada 5 April 2008. Sebelum wafat, beliau meninggalkan wasiat iman untuk kita umat Katolik. Sangat bagus dan inspiratif wasiat imannya.

Wasiat iman itu ditulis dan kemudian dicetak untuk umat. Dalam pengantar “Wasiat Iman Tom Jacobs SJ (Persiapan Kongres Ekaristi 2008)”, Mgr. Suharyo mengungkapkan:

“Ketika saya mengunjungi Rama Tom Jacobs yang dirawat di Rumah Sakit sekitar satu bulan sebelum menghadap Tuhan, Rama Tom mengajak saya untuk berbicara dari hati ke hati sebagai sahabat, mengenai hal penting yang ada dalam hati beliau.

Rama Tom menyampaikan keprihatinan beliau tentang Gereja di Belanda dan Gereja di Indonesia. Beliau amat sedih menyaksikan perkembangan keadaan Gereja Katolik di Belanda, dan berharap agar Gereja Katolik di Indonesia tidak mengalami hal yang sama, meskipun yang dihadapi adalah tentangan global yang sama.

Beliau menyebut secara khusus proses sekularisasi yang dampaknya amat dahsyat, antara lain sekularisme. Lalu muncul pertanyaan: Apa yang dapat kita buat? Dalam pembicaraan itu muncul satu gagasan: pembinaan iman melalui devosi popular yang dilandaskan pada iman yang kuat.”

Wasiat iman itu merupakan rangkuman dari seluruh pergumulan imannya. Dalam pembicaraan itu muncul ungkapan pembinaan iman melalui devosi popular yang dilandaskan pada iman yang kuat.

Ekaristi dan devosi adorasi Ekaristi yang berkembang dan terus-menerus diwartakan menjadi salah satu cara pembinaan iman umat melalui devosi popular yang dilandaskan pada iman yang kuat. Melalui berbagai cara umat diajak untuk mencintai Ekaristi dan mengembangkan devosi popular adorasi Ekaristi.

Bacaan Injil hari ini menjadi inspirasi untuk tema Kongres Ekaristi Keuskupan I tahun 2008 waktu itu. Tema KEK I KAS “Ekaristi: Berbagi Lima Roti dan Dua Ikan (bdk. Yoh 6: 1-15)”.

Dengan mendalami tema tersebut seluruh umat dan peserta Kongres diharapkan semakin bergairah untuk terlibat dalam Gerakan Berbagi Lima Roti dan Dua Ikan, baik dengan mengungkapkan iman dalam liturgi Ekaristi maupun dengan mewujudkannya dalam tindakan berbagi.

Semangat berbagi seorang anak kecil dalam Injil hari ini berkenan pada Tuhan Yesus. Lalu Tuhan menerima persembahan itu dan memberkatinya. Dari berkat Tuhan itu, terjadilah mukjizat dan kelimpahan. Bahkan ada kelebihan 12 bakul penuh.

Pertanyaan refleksinya, Maukah Anda berbagi (waktu, tenaga, pikiran, makanan, pakaian, dana, dsb) pada sesama yang membutuhkan pada saat pandemi Covid-19 dan pasca bencana alam di NTT saat ini?

Semoga kita siap diutus untuk berbagi dan peduli. Berkah Dalem dan Salam teplok dari bumi Mertoyudan.# (Y. Gunawan, Pr)