Hati yang Belaskasih

Percik Firman: Hati yang Belaskasih
Jumat Pertama, 7 Januari 2022
Bacaan Injil: Luk. 5: 12-16

Saudari/a ku ytk.,
Hari ini adalah hari Jumat Pertama di awal tahun 2022. Mari kita persembahkan hidup kita dan segala rencana kita sepanjang tahun 2022 ini pada Hati Kudus Yesus. Dari hati-Nya yang penuh belas kasih itu, rahmat kebaikan selalu mengalir.

Injil Lukas dikenal sebagai Injil yang mengisahkan aneka karya mukjizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Lukas ingin mewartakan bahwa Allah itu maha pengasih dan maha Rahim. Allah hadir dalam diri Yesus yang menyembuhkan.

Lukas lebih banyak mengisahkan karya penyembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus selama hidup-Nya. Sekurang-kurangnya ada 14 mukjijat penyembuhan dalam Injil Lukas dari bab 4 sampai bab 22. Artinya, sejak awal mulai berkarya sampai dengan mau wafat di kayu salib, Yesus menyembuhkan orang.

Bacaan Injil pada hari Jumat Pertama ini mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta. Ini adalah mukjizat penyembuhan yang kedua setelah sebelumnya Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus yang sakit demam. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk meneladan sikap Yesus yang menunjukkan kasih sayang kepada orang yang sakit kusta.

Orang yang sakit kusta datang kepada Yesus. Dengan rendah hati dia tersungkur dan memohon kepada Yesus agar disembuhkan: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku”.

Dari hati-Nya yang penuh belas kasih itu mengalirlah rahmat kebaikan. Dia menjamah orang itu dan memberikan sabda penyembuhan: “Aku mau, jadilah engkau tahir”.

Dalam sejarah hidup manusia, sakit kusta adalah penyakit yang menakutkan dan dianggap najis. Bahkan orang yang menderita sakit itu biasanya dijauhi dan dicap negatif oleh masyarakat. Dia harus dikarantina atau berpisah untuk sementara waktu dengan keluarganya sampai sembuh.

Menurut kesaksian dari beberapa orang yang pernah dinyatakan ‘positif Covid-19’, mereka merasa seperti orang yang sakit kusta. Mereka merasa terasing, dijauhi dan dianggap ‘najis’. Mereka harus dikarantina, baik karantina mandiri atau karantina di tempat khusus. Untuk sementara waktu tidak bisa bertemu dengan keluarga.

Rasanya sangat tidak nyaman dan tidak mengenakan. Secara lahiriah dia sudah sakit karena virus korona, dan secara psikis dia merasa tertekan dan dianggap ‘najis’.

Bagi Yesus orang kusta bukanlah orang yang kotor / najis. Hati-Nya tergerak oleh belaskasihan. Ketika tangan-Nya yang kudus menjamahnya, yang terjadi bukan Ia tertular kusta dan kenajisannya, tetapi si kusta ketularan kekudusan-Nya dan menjadi sembuh atau tahir. Kasih sayang-Nya membuat si kusta menjadi tahir.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana relasi Anda dengan Tuhan Yesus akhir-akhir ini? Bagaimana sikap Anda terhadap orang yang sedang sakit? Mendekati atau menjauh? Marilah kita juga membiasakan diri berlutut di hadapan Tuhan dengan rendah hati.

Semoga saudara/i kita yang hari-hari ini sedang sakit dijamah Tuhan dan segera sembuh. Hati Yesus yang Mahakudus, kasihanilah kami. Jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu yang lemah lembut, murah hati dan rendah hati. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Mertoyudan Spiritual Rest Area). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Bersukacita Melihat Tuhan

    Percik Firman : Bersukacita Melihat TuhanMinggu, 11 April 2021Hari Minggu Paskah II – Pesta Kerahiman IlahiBacaan: Yoh 20:19-31 Saudari/a ku ytk.,Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, Engkaulah andalanku. Itulah mantra suci yang sering diucapkan berulang-ulang saat kita mendoakan doa devosi Koronka Kerahiman Ilahi. Yesus adalah andalan hidup kita. Mengapa? Dialah Sang Juru Selamat dunia yang sudah mengalahkan…

  • Anugerah Kelahiran

    Percik Firman: Anugerah KelahiranRabu, 24 Juni 2020HR Kelahiran St. Yohanes PembaptisBacaan Injil: Luk 1:57-66.80 “Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki” (Luk 1:57) Saudari/a ku ytk.,Seusai misa minggu, saya pernah diminta pasutri untuk mendoakan dan memberkati si isteri/ibu yang sedang hamil dan janin yang sedang dikandungnya. Di akhir doa, saya…

  • Menjadi Mainan Yesus

    Percik Firman : Menjadi Mainan YesusKamis, 1 Oktober 2020Pesta St. Teresia dari Kanak-Kanak YesusBacaan Injil : Mat 18:1-5 “Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” Sdri/a ku ytk.,Tuhan Yesus mengingatkan para rasul dan kita pada zaman ini untuk selalu membangun sikap pertobatan dan…

  • Hiburan Rohani atau Kekeringan Rohani?

    Percik Firman: Hiburan Rohani atau Kekeringan Rohani?Jumat, 9 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 11:15-26 “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian” (Luk 11:24) Sdri/a ku ytk.,Pernahkah dalam satu hari Anda malas melakukan apapun? Mau berdoa malas. Mau makan malas. Mau mandi malas. Mau bekerja malas. Mau misa…

  • Hati yang Berbelaskasih

    Percik Firman : Hati yang BerbelaskasihMinggu Biasa XVIII, 2 Agustus 2020Bacaan : Mat 14:13-21 “Tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit” (Mat 14:44) Saudari/a ku ytk.,Orangtua yang baik tentu tidak tega melihat anak-anaknya kelaparan. Berbagai cara dilakukan agar anaknya bisa makan. Mereka akan bekerja sebaik mungkin agar dapur bisa…