Hati yang Berbelaskasih

Percik Firman : Hati yang Berbelaskasih
Minggu Biasa XVIII, 2 Agustus 2020
Bacaan : Mat 14:13-21

“Tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit” (Mat 14:44)

Saudari/a ku ytk.,
Orangtua yang baik tentu tidak tega melihat anak-anaknya kelaparan. Berbagai cara dilakukan agar anaknya bisa makan. Mereka akan bekerja sebaik mungkin agar dapur bisa mengepul dan anak-anak bisa makan. Mereka bekerja keras memeras keringat dan membanting tulang. Orang Jawa bilang, “Sikil dienggo sirah, sirah dienggo sikil”.

Jika makanannya terbatas, orangtua biasanya akan mengalah dan mempersilakan anak-anaknya untuk makan terlebih dahulu. “Ibu, sudah kenyang. Makanlah makanan ini”, kata ibu.

Saat anaknya sakit, sepanjang malam bapak ibu menjaga anaknya secara bergiliran. Saat sang anak terbangun, “Bapak kok belum tidur? Besok bapak khan harus bekerja. Bapak tidur saja,” pinta anaknya. Sang bapak menjawab, “Bapak belum mengantuk kok. Santai saja, kamu tidur lagi aja yaaa”, jawab bapaknya.

Sikap yang gemati seperti itu kita temukan dalam diri Tuhan Yesus terhadap orang banyak seperti yang dikisahkan dalam bacaan Injil hari Minggu ini. Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan kepada mereka. Yesus sangat gemati, peduli dan berbelas kasih kepada umat yang seolah-olah tanpa gembala. Dia menyembuhkan orang-orang sakit dan memberi makan yang kelaparan.

Kata “belas kasihan” mempunyai makna kasih Ilahi yang menyayangi umat-Nya tanpa batas. Belas kasih Ilahi dari Yesus berkembang menjadi penggandaan 5 roti 2 ikan. Penggandaan tersebut membutuhkan kesediaan pengorbanan dari antara umat. Dengan demikian maknanya sungguh penggandaan dari apa yang ada, bukan penciptaan.

Di dalam kehidupan bersama, yang sering terjadi adalah Tuhan menggandakan dari yang sedikit menjadi banyak. Ini terjadi pada bidang materi maupun bidang rohani.

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk berani keluar dari egosime diri agar bisa terlibat dan peduli pada penggandaan roti yang dilakukan oleh Yesus, baik di dalam perjamun Ekaristi maupun dalam pemberian rejeki sehari-hari.

Kita bukan hanya berperan sebagai yang menerima pembagian, tetapi juga diundang untuk ikut berbelas kasih, peduli dan berbagi dengan mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel di sekitar kita.

Pertanyaan refleksinya, selama ini Anda lebih banyak memberi atau menerima? Maukah Anda dilibatkan Tuhan untuk peduli, berbagi dan berbelaskasih kepada sesama yang berkekurangan?

Selamat berhari Minggu. Tetap semangat dan berbelaskasih dalam situasi apapun. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Terus Berbuat Baik

    Minggu Palma, 2 April 2023Bacaan Injil: Mat 26:14 – 27:66 Saudari/a ku ytk.,Dalam suasana yang lebih baik dari tahun 2022 lalu, pada hari ini kita seluruh umat Katolik merayakan Minggu Palma. Hari Raya Minggu Palma ini membuka rangkaian pekan suci. Kita semua diajak untuk melahirkan cinta bakti dan hormat kepada Kristus, Sang Raja Damai. Banyak…

  • Bermurah Hati

    Percik Firman : Bermurah HatiRabu, 19 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 20:1-16a “Iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Mat 20:15) Saudari/a ku ytk.,Iri hati adalah salah satu dari 7 dosa pokok. Dosa pokok adalah dosa yang dapat menyebabkan dosa-dosa yang lain dan kebiasaan-kebiasaan buruk yang lain. Dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 1866, Santo Yohanes…

  • Menerobos Keterbatasan Diri

    Percik Firman: Menerobos Keterbatasan DiriSelasa, 17 November 2020PW Santa Elisabeth HungariaBacaan Injil : Lukas 19:1-10 “Berlarilah Zakheus mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ” (Luk 19:4) Saudari/a ku ytk.,Ada tiga kata yang menarik perhatian saya dari tindakan Zakheus saat Tuhan Yesus datang ke kota Yerikho. Dikisahkan dalam…

  • Menghadirkan Berkat atau Celaka?

    Percik Firman : Menghadirkan Berkat atau Celaka?Senin, 23 Agustus 2021Bacaan Injil: Mat. 23:13-22 “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang” (Mat. 23:13) Saudari/a ku ytk.,Banyak orang merasa gagal menjalankan perannya karena silau oleh jabatan, situasi di luar dirinya, dan tidak serius…

  • Duabelas

    Duabelas (Mt. 10:1-7) Pada awal 2023, Seminari menanam duabelas pohon Norfolk. Itu atas usulan benefaktor yang menyumbang. Mengapa duabelas? Katanya, “Itu melambangkan duabelas rasul, fondasi Gereja”. Sangat masuk akal. Lalu disetujui bahwa duabelas pohon Norfolk itu ditanam di taman Domus Patrum. Harapannya, formasi di Seminari sungguh menggambarkan formasi iman yang kokoh. Angka duabelas dalam Alkitab…

  • Batu Sandungan

    Percik Firman: Batu SandunganMinggu, 30 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 16:21-27 “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku” (Mat 16:24) Saudari/a ku ytk.,Apakah kaki Anda pernah tersandung batu? Bagaimana rasanya? Dalam hidup bersama apa saja biasanya yang menjadi “batu sandungan”? Bagaimana caranya agar hidup kita sebagai murid Kristus tidak menjadi “batu sandungan” bagi hidup bersama? Dalam…