Iblis Bisa Ada Di mana-mana

Percik Firman : Iblis Bisa Ada Di mana-mana
Minggu Prapaskah I, 18 Feb 2024
Bacaan Injil : Mrk 1:12-15

“Di padang gurun itu Yesus tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis” (Mrk 1:13)

Saudari/a ku ytk.,
Godaan dapat dialami oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, dan dalam situasi apa pun. Iblis bisa menggoda siapa pun. Coba Anda ingat, siapa yang tidak digoda iblis? Adam dan Hawa digoda iblis. Yesus pun digoda iblis. Para santo-santa pun juga tak lepas digoda iblis.

Santo Yohanes Maria Vianey, misalnya, juga sering digoda iblis. Meskipun ia saleh, Santo Yohanes Maria Vianey tidak luput dari gangguan setan. Ia sering tidak bisa tidur karena gangguan setan di malam hari. Ia tidak takut karena yakin sesudah kejadian itu selalu akan datang pendosa berat yang mau bertobat.

Iblis sungguh ada di dunia ini. Katekismus Gereja Katolik (KGK) mengungkapkan terkait dengan kehadiran iblis di dunia ini.

Ditegaskan, “Kitab Suci dan Tradisi melihat dalam wujud ini seorang malaikat yang jatuh, yang dinamakan setan atau iblis. Gereja mengajar bahwa ia pada mulanya adalah malaikat baik yang diciptakan Allah. ‘Setan dan roh-roh jahat lain menurut kodrat memang diciptakan baik oleh Allah, tetapi mereka menjadi jahat karena kesalahan sendiri’” (KGK, No. 391).

Melalui sabda Tuhan pada Minggu Prapaskah I hari ini, kita diajak untuk merenungkan kisah nyata pencobaan Yesus di padang gurun. Di sana Yesus berpuasa selama 40 hari. Saat berpuasa Dia dicobai oleh iblis.

Pencobaan dari iblis atau setan biasanya bertujuan negatif, yaitu untuk menjatuhkan manusia. Berbeda dengan bangsa Israel yang dicobai oleh Allah di padang gurun selama 40 tahun, bertujuan positif yaitu untuk meneguhkan iman manusia.

Menurut tradisi ada tiga godaan Iblis terhadap Yesus, yaitu: godaan yang berkaitan dengan nafsu daging (lahiriah), nafsu ingin dikagumi (popularitas), dan nafsu berkuasa (kesombongan).

Puasa dan pantang kita pun tidak sepi dari berbagai godaan. Bukan sekedar godaan untuk makan dan minum saja. Namun yang lebih penting adalah godaan untuk tidak setia kepada Tuhan dan memilih mengikuti godaan setan.

Maka, Gereja mengajak kita untuk tidak menghindari godaan, tetapi mengajak untuk selalu memohon kekuatan dalam menghadapi Godaan. Kesetiaan kita mengikuti Ekaristi adalah bukti nyata kita menimba kekuatan dan inspirasi dari Tuhan sendiri.

Gereja mengajarkan, “Kekuasaan setan bukan tanpa batas. Ia hanya ciptaan belaka… Setan ada di dunia karena kebenciannya terhadap Allah dan ia bekerja melawan KerajaanNya yang berlandaskan Yesus Kristus” (KGK, No. 395).

Dalam Latihan Rohani Santo Ignatius, kita diingatkan akan adanya 4 sifat godaan dari roh jahat, yaitu: godaan itu lemah bila dilawan dan kuat bila didiamkan, godaan selalu ingin disembunyikan seperti lelaki hidung belang, godaan menyerang melalui bagian yang lemah seperti komandan, dan godaan menyerang dengan menyangatkan.

Lalu bagaimana sikap kita terhadap godaan dari iblis? Yesus menolak semua godaan iblis dengan tegas. Sikap Yesus diharapkan menjadi teladan bagi kita. Kita perlu tegas melawan godaan iblis dalam aneka bentuk dan variasinya. Jangan sampai kita kompromi dengan cara kerja iblis.

Pertanyaan refleksinya, godaan-godaan apa yang sedang Anda alami akhir-akhir ini? Bagaimana sikap Anda terhadap godaan dari iblis selama ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Komunitas Kasih

    Percik Firman: Komunitas KasihMinggu, 30 Mei 2021HR Tritunggal MahakudusBacaan Injil: Mat. 28:16-20 “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20) Sdri/a yang terkasih,Kalau dihitung, berapa kali Anda membuat tanda salib dari bangun tidur sampai sebelum tidur malam? Setiap membuat tanda salib, kita mengucapkan rumus kata-kata, “Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh…

  • Setia Menunggu

    Percik Firman : Setia MenungguSelasa, 20 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 12:35-38“Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan” (Luk 12:36) Saudari/a ku ytk.,Dalam hidup kita sehari-hari kadang kala diwarnai kegiatan menunggu atau menanti. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, misalnya, saat menjalani rapid test, seseorang menunggu hasilnya dengan harap-harap cemas….

  • Makna Puasa dan Pantang

    Percik Firman : Makna Puasa dan PantangJumat Pertama, 7 Maret 2025Bacaan Injil : Mat 9:14-15 “Waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Mat 9:15) Saudari/a ku ytk.,Dalam masyarakat Yahudi zaman Yesus, ada tiga olah kesalehan yang diwariskan turun temurun yakni berdoa, berderma dan berpuasa. Dalam bacaan Injil…

  • Pertolongan Tuhan Datang Pada Waktunya

    Percik Firman : Pertolongan Tuhan Datang Pada WaktunyaRabu, 6 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 6:45-52 “Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Yesus datang kepada mereka berjalan di atas air” (Mrk 6:48) Saudari/a ku ytk.,Ada yang mengibaratkan bahwa hidup manusia di dunia ini seperti mengarungi samudera atau lautan….

  • Ibuku Sayang

    Percik Firman : Ibuku SayangSabtu, 25 Juli 2020Pesta Santo Yakobus, RasulBacaan Injil: Mat 20:20-28 “Datanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu” (Mat 20:20) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil pada pesta Santo Yakobus Rasul hari ini, saya teringat akan sebuah lagu berjudul “Ibu”, yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Iwan…

  • Bersemangat Lebih

    Percik Firman: Bersemangat LebihSelasa, 16 Juni 2020Bacaan Injil: Mat 5:43-48 “Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian” (Mat 5:44) Saudari/a ku ytk.,Apakah Anda pernah mendengar ungkapan “Deus Caritas Est”? Deus Caritas Est berarti Allah adalah kasih. Allah yang kita imani adalah Allah yang penuh kasih, bukan membalas dendam dan penghukum yang kejam. Di…