Belajar Mengasihi

Percik Firman: Belajar Mengasihi
Kamis, 13 Agustus 2020
Bacaan Injil: Mat 18:21-19:1

”Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” (Mat 18:33)

Saudari/a ku ytk.,
Untuk proses perjalanan formatio seseorang menjadi imam, tidak bisa dilepaskan dari peranan dan dukungan banyak pihak, seperti keluarga, pastor paroki, dewan paroki, umat, para staf, guru, karyawan maupun donatur. Ada kasih, kebaikan dan perhatian yang tercurah dari banyak pihak dalam proses formatio tersebut.

Demikian juga pengalaman yang saya alami dalam proses saya menjadi imam. Saya ingat, ada romo Paroki Wedi yang peduli (Rm Bagyo Pr, Rm Yosef Supriyanto Pr, Rm Ariawan Pr, Rm Saryanto Pr, Rm Suryana Agus Pr, dll), ada keluarga besar saya, ada para guru saya, para staf formator dan donatur yang membantu biaya saya di seminari (keluarga Pak Widhiharto dari Jakarta), dsb.

Pengalaman merasa dikasihi, didukung dan dicintai itu sangat penting. Terlebih pengalaman dikasihi oleh Allah. Kasih Allah hadir dan bisa dialami melalui orang-orang yang dijumpai. Hal ini perlu ditumbuhkan sejak dini bagi siapapun. Kita semua perlu belajar mengasihi. Harapannya, kasih itu bisa diteruskan dan ditularkan kepada sebanyak mungkin orang dari generasi ke generasi.

Dalam bacaan hari ini Tuhan Yesus mengajak kita semua untuk mempunyai kasih dan kemurahanhati seperti Allah Bapa telah lebih dulu mengasihi dan bermurah hati kepada kita. Nasihat ini dikemas dengan sangat bagus lewat perumpamaan tentang pengampunan, dimana seorang raja mengampuni dan bermurah hati kepada hambanya yang berhutang 10.000 talenta (1 talenta = 6.000 dinar).

Diharapkan hamba itu juga berbuat kasih dan bermurah hati kepada kawannya yang hanya berhutang 100 dinar (1 dinar = upah pekerja sehari). Allah menghendaki agar kasih dan kemurahanhati itu menyebar dan terus ditularkan dari satu orang ke orang lain.

Salah satu wujud nyata mengasihi adalah mengampuni. Memang mengampuni orang yang sudah menyakiti hati itu tidak mudah. Butuh proses dan waktu. Bacaan Injil hari ini bicara tentang ajakan Yesus untuk mengampuni 70×7 kali. Artinya, pengampunan yang tak terbatas. Siapa yang mengampuni, dosanya juga diampuni Tuhan. Siapa yang memaafkan, akan juga dimaafkan.

Paus Fransiskus pernah mengungkapkan pesannya terkait dengan pengampunan dalam keluarga. Dikatakan demikian, “Tidak ada pernikahan atau keluarga yang sehat tanpa olah pengampunan. Pengampunan adalah penting untuk kesehatan emosional kita dan kelangsungan hidup spiritual. Tanpa pengampunan keluarga menjadi sebuah teater konflik dan benteng keluhan. Tanpa pengampunan keluarga menjadi sakit.”

Lebih lanjut, diungkapkan, “Pengampunan adalah sterilisasi jiwa, penjernihan pikiran dan pembebasan hati. Siapa pun yang tidak memaafkan tidak memiliki ketenangan jiwa dan persekutuan dengan Allah. Mempertahankan luka hati adalah tindakan merusak diri sendiri. Itulah sebabnya keluarga harus menjadi tempat kehidupan dan bukan tempat kematian. Pengampunan membawa sukacita…Pengampunan membawa penyembuhan, sedangkan rasa sakit menyebabkan penyakit.”

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda sungguh merasakan pengalaman dikasihi oleh Allah dalam hidup ini? Bersediakah Anda mengampuni orang yang pernah menyakiti hati Anda?

Terimakasih atas doa, perhatian, dukungan dan sapaan Anda kepada saya di hari yang berbahagia hari ini untuk mensyukuri kelahiran saya. Mohon selalu doa dan restu Anda, agar saya bisa menjadi imam yang gembira, setia, sehat, bijaksana dan rendah hati. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Perlu Ketegasan

    Percik Firman: Perlu KetegasanMinggu Biasa IV, 31 Januari 2021Bacaan Injil : Mrk 1:21-28 “Yesus menghardiknya, kata-Nya: ‘Diam, keluarlah dari padanya!’” (Mrk 1:25) Saudari/a ku ytk.,Santo Antonius Abas (250-356) pernah memberikan kesaksian: “Setan takut pada kita ketika kita berdoa dan bermatiraga. Setan juga takut ketika kita rendah hati dan lemah lembut. Terutama setan takut pada kita…

  • Doa Terbaik

    Selasa, 28 Februari 2023Bacaan Injil : Mat. 6: 7-15 Saudari/a ku ytk.,Ketika merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya teringat akan sharing seorang calon baptis yang sudah lanjut usia. Ia bersemangat mengimani Yesus sebagai Juru Selamat. Dengan tekun ia ikut wulangan agama (pelajaran calon baptis) dan berusaha menghafalkan doa-doa pokok Katolik. Secara khusus beliau sangat senang…

  • Melangkahkan Kaki

    Percik Firman : Melangkahkan KakiKamis, 16 Juli 2020Bacaan Injil : Mat 11:28-30 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” (Mat 11:28) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan pada hari ini, saya teringat akan refleksi seorang seminaris di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang. Ada seorang yang seminaris yang jarang masuk ke…

  • Belaskasih dan Peduli di Tengah Pandemi

    Percik Firman : Belaskasih dan Peduli di Tengah PandemiSelasa, 6 Juli 2021Bacaan Injil: Mat. 9: 32-38 “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka” (Mat 9:36) Saudari/a ku ytk.,Pesan utama sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk memancarkan belaskasih dan kepedulian kepada sesama. Tuhan Yesus sudah memberikan contoh dan teladan nyata….

  • Ketulusan dalam Melayani

    Percik Firman: Ketulusan dalam MelayaniKamis Putih, 1 April 2021Bacaan Injil: Yoh 13:1-15 Saudari/a ku ytk.,Sejak bulan Januari 2021, para seminaris Mertoyudan mulai menjalani Formatio Jarak Jauh dan Pembelajaran daring. Para guru dan staf formator berusaha memberikan pelayanan dan pendampingan sebaik-baiknya. Meski dalam keterbatasan kemampuan, para guru dan staf tampak tulus dalam mencari terobasan pendampingan. Juga…

  • Flight by Night

    Percik Firman : Flight by NightSelasa, 28 Desember 2021Pesta Kanak-Kanak Suci, MartirBacaan Injil: Mat 2:13-18 Perlindungan dan pertolongan Tuhan luar biasa. Melalui mimpi, Bapa Yusuf peka mendengarkan suara Tuhan. Ia diminta Allah untuk mengungsi ke Mesir. Yesus dan Sang Ibu telah dibawa Yusuf pergi mengungsi ke Mesir. Kepergian ke Mesir dan kepulangan dari Mesir pun…