Belaskasih Versus Peraturan

Percik Firman : Belaskasih Versus Peraturan
Jumat, 16 Juli 2021
Bacaan Injil: Mat 12:1-8

Sdri/a ku ytk.,
Kita tahu bahwa Gereja Katolik tidak mengenal dan tidak mengizinkan perceraian. Karena perkawinan adalah sebuah panggilan hidup yang suci dan luhur. Apa yang sudah disatukan Allah, tidak dapat diceraikan oleh manusia dengan alasan apapun, kecuali oleh kematian yang wajar.

Ketika ada situasi yang mengancam jiwa atau nyawa salah satu pasangan, maka Gereja ikut peduli dan berpihak pada korban. Gereja hadir menyelamatkan jiwanya. Misalnya, jika ada Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), Gereja memberikan langkah pastoral tertentu. Misalnya, dengan pisah ranjang untuk sementara waktu.

Prinsip utama dari hukum dalam Gereja Katolik adalah keselamatan jiwa. Itu yang paling utama. Ditegaskan dalam Kitab Hukum Kanonik no. 1752: “…. dengan menepati kewajaran kanonik dan memperhatikan keselamatan jiwa-jiwa, yang dalam Gereja harus selalu menjadi hukum yang tertinggi.”

Dalam Bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus menunjukkan prioritas pilihan sikap yang harus diambil. Keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada sekedar aturan.

Yesus mengkritik sikap orang Farisi yang menyalahkan para rasul yang memetik bulir gandum pada hari Sabat. Orang-orang Farisi tidak bertengkar dengan mereka karena mereka mengambil gandum milik orang lain. Tetapi bertengkar dengan mereka karena mereka melakukannya pada hari Sabat.

Memetik bulir gandum dari tangkainya pada hari sabat memang dilarang oleh tradisi nenek moyang mereka. Mengapa? Karena perbuatan ini dianggap sebagai kegiatan menuai alias bekerja. Pada hari sabat orang tidak boleh bekerja. Padahal, para murid sedang lapar. Lantas bagaimana?

Yesus memberikan ajaran dan cara pandang baru tentang hari sabat secara bijaksana: pertama, tindakan para murid itu dapat disamakan dengan tindakan Daud dan pengikutnya. Peraturan itu terpaksa dilanggar oleh karena kebutuhan yang mendesak yakni rasa lapar secara fisik (demi keselamatan/kesehatan).

Kedua, para imam pun diperbolehkan melakukan pekerjaan di kenisah Yerusalem pada hari Sabat berdasarkan prinsip bahwa hukum mengenai kenisah di atas hukum mengenai hari Sabat. Melalui ungkapan ini, mau dikatakan bahwa Yesus jauh lebih besar daripada hari Sabat.

Ketiga, Tuhan lebih menyukai belaskasih daripada sekedar aturan atau persembahan. Ini merupakan kritik atas pertimbangan nilai yang salah dari orang-orang Farisi.

Pertanyaan refleksinya, pada hari-hari ini situasi batin macam apa yang sedang menguasai hidup Anda? Mudah menyalahkan atau berbelas kasih pada orang lain? Bersediakah Anda ikut membantu meringankan orang yang sedang mengalami masalah dalam hidupnya di masa pandemi saat ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Mertoyudan Spiritual Rest Area). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Menyambut Yesus dalam Kerendahhatian

    Percik Firman : Menyambut Yesus dalam KerendahhatianSenin, 28 September 2020Bacaan Injil: Luk 9:46-50 “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku” (Lukas 9:48) Saudari/a ku ytk.,Anak kecil biasanya dikenal polos, lugu, dan mudah kagum akan segala sesuatu. Ketika habis berkelahi dengan temannya, mereka pun…

  • Berada dalam Persimpangan Jalan

    Percik Firman : Berada dalam Persimpangan JalanSenin, 16 Agustus 2021Bacaan Injil : Mat 19:16-22 “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga” (Mat 19:21) Saudari/a ku ytk.,Bacaan Injil hari ini mengisahkan seorang pemuda kaya yang bingung mengenai hidupnya di dunia ini. Dia…

  • Menjadi Sahabat Tuhan Pesta Santo Matias, Rasul

    Percik Firman : Menjadi Sahabat TuhanPesta Santo Matias, RasulKamis, 14 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh 15:9-17 “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu” (Yoh 15:14) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan pada pesta Santo Matias Rasul hari ini, saya teringat akan dua buah ungkapan tentang persahabatan yang menarik. Ungkapan pertama: “Sahabat itu seperti bintang….

  • Memaknai Secara Baru

    Percik Firman: Memaknai Secara BaruRabu, 10 Juni 2020Bacaan: Mat 5:17-19 “Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat 5:17) Saudari/a ku ytk.,Orang hidup butuh aturan. Aturan digunakan untuk mengatur hidup bersama. Biasanya peraturan atau hukum untuk menjamin kestabilan hidup bersama. Ada yang berupa perintah. Ada pula yang berupa larangan. Misalnya: Dilarang merokok di ruangan…

  • Kamis Putih: “Anamnesis”

    Kamis Putih: “Anamnesis” Bacaan: 1Kor.11:23-26 Kata “anamnesis” Dalam bahasa Yunani berarti “mengingat atau mengenang kembali”. Perayaan Ekaristi merupakan anamnesis. Dalam bagian Doa Syukur Agung, setelah konsekrasi ada yang disebut bagian “anamnesis”. Artinya mengingat kembali misteri iman yang dirayakan dalam roti dan anggur yang telah menjadi tubuh dan darah Kristus. Itu untuk mengenangkan dan menghadirkan kembali…

  • Korban Balas Dendam

    Percik Firman : Korban Balas DendamSabtu, 29 Agustus 2020PW Wafatnya Santo Yohanes PembaptisBacaan Injil: Markus 6:17-29 “Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat” (Mrk 6:19) Saudari/a ku ytk.,Apakah Anda pernah dendam pada seseorang? Atau malah menyimpan dendam sampai sekarang ini? Menurut kesaksian umat yang sering mendampingi orang yang sedang…