Devosi kepada Bunda Maria Pengurai Simpul Masalah

Pada saat itu Jorge Mario Bergoglio (kini: Paus Fransiskus) sedang studi di Jerman, ia terkagum-kagum akan sebuah lukisan bergaya Bavarian dengan judul “Maria Suci, Bunda Pengurai Simpul Ikatan”.

Jorge Mario Bergoglio memperoleh salinan lukisan tersebut dan membawanya ke Argentina, kemudian mempromosikan devosi kepada Maria dengan gelar tersebut. Tak disangka, devosi ini mendapat tempat di hati umat Katolik Argentina.

Sangat menarik bahwa devosi Paus Fransiskus kepada Bunda Maria ini berakar di kawasan Bavaria. Hal ini menjadi semacam jembatan penghubung antara masa kepausan Paus Benediktus XVI dan Paus Fransiskus.

Kita tahu bahwa Paus Benediktus XVI berasal dari Bavaria. Kardinal Jorge Mario Bergoglio waktu itu memiliki gambar “Bunda Maria Pengurai Simpul Ikatan” yang diukirkan pada sebuah cawan, dan kemudian benda itu dihadiahkan kepada Paus (Emeritus) Benediktus XVI.

Dari mana asal usul devosi Perawan Pengurai Simpul Masalah ini? Devosi ini dimulai di Jerman sekitar tahun 1700. Atas perintah seorang imam di Augsburg, pelukis Johann Melchior Georg Schmittdner membuat lukisan Bunda Maria dengan diilhami kata-kata Santo Ireneus.

Santo Ireneus (martir yang wafat tahun 202) menyatakan bahwa “Simpul yang disebabkan oleh ketidaktaatan Hawa telah diuraikan karena ketaatan Maria. Apa yang diikat oleh perawan Hawa karena ia tidak percaya, telah dilepaskan oleh perawan Maria karena imannya”.

Lukisan Perawan Maria Pengurai Simpul ini kemudian dihormati sejak tahun 1706 di Ausburg Jerman. Nama aslinya adalah “Nuestra Señora de Knotenlöserin”. Lukisan ini digantung di gereja kuno Santo Petrus di Perlack, Augsburg, Jerman.

Melalui devosi ini, umat beriman mohon doa perantaraan Bunda Maria untuk membantu menyelesaikan kesulitan-kesulitan hidup dan supaya dapat mengurai simpul-simpul yang menghalangi mereka untuk bersatu dengan Allah.

Jika Anda tertarik, silakan baca selengkapnya di buku : Y. Gunawan, Pr “12 Katekese, Renungan dan Doa Bunda Maria”, Kanisius, Yogyakarta, 2019, hlm. 68-73.

Berikut ini doanya :

DOA KEPADA SANTA PERAWAN MARIA PENGURAI SIMPUL MASALAH

Santa Maria, yang dipenuhi dengan kehadiran Allah,
selama hidupmu di dunia,
dengan rendah hati engkau senantiasa mengikuti kehendak Bapa,
sehingga kejahatan tidak dapat mengganggumu dengan kebohongannya.

Engkau menjadi perantara kami kepada Putramu dalam setiap kebutuhan.
Engkau memberi teladan dengan kesederhanaan dan kesabaran yang sempurna, supaya kami dapat mencari jalan keluar dalam setiap masalah kehidupan.
Engkau adalah Bunda kami,
uraikanlah segala simpul masalah yang membingungkan
dan buatlah kami agar lebih dekat pada Tuhan.

Santa Maria, Bunda Allah dan Bunda kami,
Engkau menyelesaikan masalah kehidupan kami dengan kasih keibuanmu.
Terimalah dalam tanganmu masalah yang dihadapi oleh ….. (sebutkan nama diri sendiri atau nama yang didoakan) dan bebaskanlah dari jerat musuh yang jahat.

Melalui perantaraan dan teladanmu,
Bebaskanlah kami dari segala kejahatan
dan uraikanlah setiap simpul yang memisahkan kami dari persekutuan dengan Allah.
Bebaskanlah kami dari segala kebingungan dan kesalahan,
sehingga kami dapat menyiapkan hati sebagai tempat kediaman-Nya, dan dapat melayani Dia dalam kehidupan kami. Amin.

Similar Posts

  • “Aja Mung Obor-Obor Blarak”

    Percik Firman: Semangat “Aja Mung Obor-Obor Blarak”Selasa, 30 Maret 2021Bacaan Injil: Yoh 13: 21-33.36-38 “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” (Yoh 13:37) Saudari/a ku ytk.,Dalam masyarakat Jawa, dikenal ada ungkapan “Aja mung obor-obor blarak”. Obor blarak adalah nyala api yang terjadi pada blarak (daun kelapa kering). Blarak akan…

  • Jangan Mudah Menghakimi!

    Percik Firman: Jangan Mudah Menghakimi!Sabtu, 20 Maret 2021Bacaan Injil: Yoh 7:40-53 Sdri/a yang terkasih,Hidup bersama di zaman sekarang ini memiliki banyak tantangan. Orang bisa menyalahgunakan media sosial untuk menyebarkan berita bohong, fitnah, dan ancaman. Bahkan orang bisa menghakimi sesamanya dengan kata-kata dan penilaian negatif di media sosial. Tanpa mengecek kebenaran terlebih dahulu, seseorang bisa menjadi…

  • Yudas bin Simon Iskariot

    Yudas bin Simon Iskariot Bacaan: Yoh. 13:21-38 Yudas dalam Injil Yohanes ditampilkan sebagai murid yang dipercaya Yesus (dalam pengelolaan keuangan), tetapi sekaligus sebagai pengkhianat. Maka, Yesus yang mengerti hati Yudas, memandang Yudas dengan pandangan belas kasih. Ketika Yesus membuka perkataan bahwa ada yang akan mengkhianati Dia, dalam kacamata belas kasih, itu adalah peringatan yang masih…

  • Menjadi Pribadi yang Ceria

    Percik Firman: Menjadi Pribadi yang CeriaSelasa, 26 Mei 2020PW. Santo Filipus Neri (imam)Novena Roh Kudus Hari ke-5Bacaan Injil: Yoh 17:1-11 “Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu ” (Yoh 17:6) Sdri/a yang terkasih,Bacaan Injil pada Novena Roh Kudus hari ke-5 hari ini adalah bagian dari doa imami Yesus yang diucapkan-Nya pada…

  • Menyinari Kehidupan

    Percik Firman : Menyinari KehidupanSelasa, 9 Juni 2020PW Hati Tersuci St Perawan MariaBacaan Injil: Mat 5:13-16 “Orang tidak menyalakan pelita, lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang…” (Mat 5:15) Saudari/a ku ytk.,Dalam kehidupan ini ada banyak alat penerang, seperti obor, pelita, lilin, lampu senthir, lampu teplok, lampu petromaks,…