Maria yang Hebat

Percik Firman: Maria yang Hebat
Sabtu, 10 Oktober 2020
Bacaan Injil : Lukas 11:27-28

“Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau” (Luk 11:27)

Saudari/a ku ytk.,
Merenungkan bacaan Injil hari ini saya teringat akan sebuah syair tentang ibu, yang pernah ditulis oleh Kahlil Gibran (1883-1931), seorang penyair terkenal dari Lebanon. Berikut ini sepenggal cuplikan syair tentang ibu:

“Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi
Siapapun yang kehilangan ibunya,
ia akan kehilangan sehelai jiwa suci
yang senantiasa merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa Ibu.
Matahari sebagai Ibu Bumi yang menyusuinya melalui panasnya
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam
merebahkannya dalam lentera ombak,
syahdu tembang beburungan dan sesungaian”.

Setiap orang lahir dari seorang ibu atau wanita. Ada aneka perasaan dan situasi batin seorang anak terhadap ibunya. Tergantung bagaimana pengalaman dia berelasi dengan ibunya selama ini.

Ada yang bangga dengan ibunya. Ada yang kagum dengan ibunya. Ada yang benci dengan ibunya. Ada yang sakit hati dengan ibunya. Ada pula yang merasa bersalah dengan ibunya.

Bahkan ada yang merasa berhutang budi pada ibunya dan menyesal, karena belum bisa membahagiakan ibunya saat masih hidup di dunia. Tentu aneka perasaan itu sangat wajar dan manusiawi. Tinggal bagaimana perasaan dan pengalaman itu diolah, sehingga bisa menjadi berkat untuk hidupnya.

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan bagaimana relasi Yesus dengan ibunya, Bunda Maria. Diceritakan, “Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: ‘Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau”.

Lantas apa jawaban Yesus? Yesus menjawab, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

Ternyata jawaban Yesus tidak begitu enak didengar. Kalau hanya dilihat atau dibaca sepintas saja, tampaknya Yesus tidak suka pada ibu-Nya. Yesus kurang ajar pada ibu-Nya. Yesus tidak menghargai ibu yang telah mengandung dan melahirkan-Nya. Dia tidak tahu berterima kasih terhadap ibu yang pernah merawat-Nya. Apakah memang demikian? Tentu saja tidak demikian.

Bila kita mengamati lebih cermat, di balik jawaban itu, Yesus justru memuji dan mengagumi Bunda Maria. Bagi Yesus, Bunda Maria itu hebat.

Maria bukan sekedar ibu yang melahirkan dan merawat-Nya saja. Tetapi sekaligus sebagai pribadi yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya (melaksanakannya) dalam hidup sehari-hari. Maria dipuji oleh Yesus karena menjadi teladan sebagai orang yang mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah.

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda bangga dengan ibu Anda? Bagaimana relasi Anda dengan ibu Anda selama ini? Apa yang telah dan akan Anda lakukan untuk membahagiakan ibu Anda? Selamat berakhir pekan. Jangan lupa bahagia. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

#Y. Gunawan, Pr.

Similar Posts

  • Ketangguhan Seorang Ibu

    Percik Firman : Ketangguhan Seorang IbuKamis, 11 Februari 2021Hari Orang Sakit Sedunia ke-29Bacaan Injil: Mrk 7:24-30 Perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak” (Mrk 7:28) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil pada hari Orang Sakit Sedunia ke-29 hari ini, saya teringat akan kiriman kisah inspiratif dari…

  • Rasul Berbelaskasih Zaman Modern

    Percik Katekese : Rasul Berbelaskasih Zaman Modern Hari ini, 5 Oktober, Gereja merayakan Pesta Santa Faustina. Nama lengkapnya Santa Maria Faustina Kowalska (1905-1938). Dia dikenal sebagai Rasul Kerahiman Ilahi (berbelaskasih). Saya bersyukur mulai mendoakan doa Koronka Kerahiman Ilahi ini sejak awal tahun 2000 kala masih studi di Seminari Mertoyudan. Dan berlanjut sampai sekarang menjadi doa…

  • Iri hati pada kesuksesan orang lain

    Percik Firman: Iri hati pada kesuksesan orang lainSenin, 25 Maret 2024Bacaan Injil: Yoh 12:1-11 Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda iri hati? Hati-hati lho yaaa…Iri hati ternyata dapat berefek panjang dan merembet ke orang yang tidak bersalah. Bahkan sikap iri hati bisa menimbulkan tindakan jahat atau dosa yang lain. Misalnya: karena iri hati, seseorang bisa tega membunuh…

  • Tidak Ada yang Mustahil

    Percik Firman: Tidak Ada yang MustahilJumat, 8 Desember 2023HR SP Maria Dikandung Tanpa DosaBacaan Injil: Luk 1:26-38 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Luk 1:37) Sdri/a ku ytk.,Ada sebuah keluarga yang mempunyai pengalaman istimewa. Sepasang suami isteri diberi karunia 4 anak (2 cowok dan 2 cewek). Saat si ibu sedang mengandung anak ke-4, diketahui…

  • Berprasangka Buruk

    Percik Firman: Berprasangka BurukSabtu, 16 Maret 2024Bacaan Injil: Yoh 7:40-53 Sdri/a yang terkasih,Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita supaya jangan cepat berprasangka buruk dan menghakimi sesama dengan hanya melihat bagian luarnya saja. Mungkin ada di antara kita yang pernah terpengaruh sikap yang lebih cepat mengadili atau menghakimi, berprasangka buruk daripada melihat kebaikan sesama sebelum mengklarifikasinya….

  • Kekuatan Pujian

    Percik Firman : Kekuatan PujianRabu, 29 September 2021Pesta Malaikat Mikael, Rafael, dan Gabriel (Malaikat Agung)Bacaan Injil: Yoh 1: 47-51 “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara” (Yoh 1:48) Saudara/i ku yang terkasih,Hari ini tanggal 29 September kita merayakan pesta Malaikat agung, yaitu Malaikat agung Mikael, Gabriel dan Rafael. Mereka disebut…