Kerasukan Setan

Percik Firman : Kerasukan Setan
Rabu, 1 Juli 2020
Bacaan Injil : Mat 8:28-34

“Mereka yang kerasukan setan itupun berteriak, katanya: ‘Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” (Mat 8:29)

Saudari/a ku ytk.,
Ada seorang bapak yang pernah bersharing kepada saya. Beliau mempunyai “ilmu hitam” bertahun-tahun untuk mengganggu orang lain. Pada suatu hari beliau melihat salib Yesus. Beliau takut melihat Salib Yesus.

Dalam pengakuannya, muncul sinar yang penuh wibawa dari benda itu. Seakan-akan dia tak berdaya. Ilmunya tak lagi majas. Dari sanalah ia disentuh Tuhan dan akhirnya dibaptis dan menjadi katolik. Wow, Tuhan Yesus kita hebat yaaa…

Dalam injil kemarin Tuhan Yesus membuat mukjijat meredakan angin ribut di danau. Selanjutnya dalam Injil hari ini dikisahkan Tuhan Yesus membuat mukjijat menyembuhkan dua orang Gadara yang kerasukan setan, setelah Yesus tiba di seberang danau.

Roh jahat atau setan mengakui siapa Yesus. Setan-setan yang merasuki dua orang Gadara itu takluk pada Yesus. “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” ungkap mereka.

Setan pun mengetahui siapa Yesus, bahwa Yesus adalah Anak Allah yang Mahatinggi. Tetapi setan-setan itu tidak mau mengimani pengetahuannya itu. Anehnya lagi, setan-setan itu minta agar jangan disiksa dan minta agar diizinkan pindah ke babi-babi. Lalu terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mereka mati di dalam air.

Terkait dengan orang yang kerasukan setan pada zaman modern ini, menarik menyimak sharing kesaksian dari Pastor Gabriele Amorth, kepala eksorsime Vatikan. Beliau telah melakukan 70.000 eksorsisme (pengusiran setan) selama 30 tahun terakhir. Menurut pastor Amorth, setan (iblis) takut dengan Bunda Maria. Selama eksorsisme yang melibatkan kuasa setan yang kuat dan menantang, orang yang kerasukan setan tiba-tiba mulai berteriak.

Dalam rasa sakit mereka, setan, yang berbicara melalui orang yang kerasukan, merasa menderita karena rasa sakit dan cahaya yang mereka terima. “Dia (Bunda Maria) ada di sini, dia ada di sini!” Orang yang dirasuki itu menjerit dan menjelaskan bahwa itu adalah Bunda Maria dengan cahaya yang tidak dapat dilawan setan itu.

Dalam eksorsisme, Maria Bunda Allah, datang untuk berdoa bagi orang yang kerasukan setan tersebut dan hal ini sangat menyakitkan bagi si setan. Pastor Gabriele Amorth mengungkapkan, “Suatu hari seorang rekan saya mendengar Setan berbicara dalam sebuah eksorsisme: ‘Setiap ucapan ‘Salam Maria’ terasa seperti sebuah pukulan di atas kepalaku. Jika orang Kristen mengetahui betapa dahsyatnya kekuatan doa Rosario, tamatlah riwayatku”.

Lebih lanjut diuraikan Pastor Gabriele Amorth, “Rahasia yang membuat doa ini begitu efektif yakni Rosario adalah doa dan meditasi. Rosario ditujukan kepada Bapa, Perawan Terberkati, dan Tritunggal Mahakudus, dan Rosario adalah meditasi yang berpusat pada Yesus Kristus”.

Kembali lagi, Yesus Kristus sungguh luar biasa dan hebat. Sampai sekarang setan-setan takut kepada-Nya. Bersyukurlah kita yang sudah dibaptis Katolik. Dengan dibaptis kita telah menerima dan mengimani Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dalam hidup kita. Dengan dibaptis kita juga diangkat menjadi anak-anak Allah, bukan anak-anak kegelapan (anak-anak setan).

Pertanyaan refleksinya, apa Anda sekedar tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah? Ataukah sungguh sampai mengimaninya? seberapa mendalam iman Anda kepada Yesus Kristus selama ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Kuasa Tuhan Luar Biasa

    Percik Firman: Kuasa Tuhan Luar BiasaKamis, 23 Desember 2021Bacaan Injil: Luk 1:57-66 Saudari/a ku ytk.,Pengalaman menjadi formator di seminari selama ini cukup mengasyikkan. Setiap tahun saya dituntut terus belajar dan mengenal setiap pribadi dalam Angkatan. Setiap Angkatan mempunyai keunikan dan kekhasannya. Ketika sudah akrab dan mengenal satu angkatan, mereka naik kelas. Saya harus memulai lagi…

  • Memohon Belaskasih Tuhan

    Percik Firman: Memohon Belaskasih TuhanJumat Pertama, 4 Desember 2020Bacaan Injil: Mat 9: 27-31 ”Dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru dan berkata: Kasihanilah kami, hai Anak Daud” (Mat 9:27) Sdri/a ku ytk.,Hari ini hari Jumat Pertama yang terakhir di tahun 2020 ini. Setiap hari Jumat kita diajak untuk berdevosi pada Hati Kudus Yesus. Devosi ini…

  • Pertobatan dan Pengampunan

    “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem” (Luk 24:47) Saudari/a ku ytk., Orang akan bersukacita dan lega jika diampuni atau dimaafkan kesalahannya. Orang juga akan bersukacita jika utangnya dinyatakan lunas. Pengampunan dan penebusan memberikan kelegaan. Yang perlu dilakukan agar diampuni dan hati lega adalah seseorang perlu…

  • Kecil yang Mentes

    Percik Firman : Kecil yang MentesSelasa, 27 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 13: 18-21 “Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya” (Luk 13: 19) Saudari/a ku ytk,.Apakah Anda pernah mendengar peribahasa “kecil-kecil cabai rawit”? Anda pasti tahu bentuk cabai rawit. Bentuknya kecil, tetapi pedas. Peribahasa itu mau mengungkapkan bahwa…

  • Ketulusan dalam Melayani

    Percik Firman: Ketulusan dalam MelayaniKamis Putih, 1 April 2021Bacaan Injil: Yoh 13:1-15 Saudari/a ku ytk.,Sejak bulan Januari 2021, para seminaris Mertoyudan mulai menjalani Formatio Jarak Jauh dan Pembelajaran daring. Para guru dan staf formator berusaha memberikan pelayanan dan pendampingan sebaik-baiknya. Meski dalam keterbatasan kemampuan, para guru dan staf tampak tulus dalam mencari terobasan pendampingan. Juga…

  • Menyadari Tuhan yang Hadir

    Percik Firman: Menyadari Tuhan yang HadirRabu, 11 Agustus 2021PW Santa Clara dari Assisi, PerawanBacaan Injil: Mat 18:15-20 “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat 18:3) Saudari/a ku ytk.,Ada banyak alasan orang berkumpul. Berkumpul zaman sekarang tidak harus bertemu langsung. Apalagi di masa pandemic Covid-19 saat…