Kita Semua Saudara

Percik Firman: Kita Semua Saudara
Rabu, 4 Oktober 2023
Peringatan Wajib Santo Fransiskus Asisi
Bacaan : Lukas 9:57-62

“Yesus berkata: ‘Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk 9:62)

Saudari/a ku ytk.,
Hari ini Gereja merayakan Peringatan Wajib Santo Fransiskus Asisi (1182-1226). Siapa yang tidak kenal dengan orang kudus yang luar biasa ini?

Ia lahir di Asisi, daerah pegunungan Umbria, Italia Tengah. Ia pun meninggal di Asisi pada umur 44 tahun. Dia dimakamkan di Asisi, di sebuah Basilika yang tenang.

Saya bersyukur diberi kesempatan Tuhan 5 kali berziarah ke Asisi. Bahkan bisa retret pribadi di sana saat studi di Roma, dan saat hari raya Natal merayakan misa Natal pagi sendirian di depan makam Santo Fransiskus Assisi. Ada perasaan sukacita natal yang luar biasa. Tempatnya sangat sejuk dan membuat hati damai. Udaranya segar dengan suasana pegunungan.

Saat ia lahir, orangtuanya memberinya nama Giovanni Francesco Bernardone (Yohanes Fransiskus Bernardus). Ayahnya, Pietro Bernardone, adalah seorang pedagang kain yang kaya raya; sedangkan ibunya Yohana Dona Pica, seorang puteri bangsawan Picardia, Prancis.

Santo Fransiskus adalah orang kudus besar yang dikagumi Gereja dan seluruh umat sampai kini. Kebesarannya terletak pada dua hal, yaitu: kegembiraannya dalam hidup yang sederhana dan cintanya yang merangkul seluruh ciptaan sebagai saudara-saudari.

Ia dijuluki “Sahabat alam semesta” karena cintanya yang besar terhadap alam ciptaan Tuhan. Ia dapat berbincang-bincang dengan semua ciptaan seperti layaknya dengan manusia. Semua disapanya sebagai ‘saudara/i’: saudara matahari, saudari bulan, saudara burung-burung, dll. Ia benar-benar menjadi sahabat alam dan binatang.

Dalam kondisi sakit, ia menyusun karyanya yang besar “Gita Sang Surya.” Salah satunya berisi kidung yang melukiskan tentang keindahan saling mengampuni. Pada tahun 1223, Fransiskus merayakan Natal di daerah Greccio dengan menghidupkan kembali tradisi Gua Natal Betlehem. Penghormatan kepada Kanak-kanak Yesus yang sudah menjadi suatu kebiasaan Gereja dipopulerkan oleh Fransiskus bersama para pengikutnya.

Pada umur 43 tahun ketika sedang berdoa di bukit La Verna, ia mendapat anugerah stigmata, luka-luka Yesus. Dia merasa sakit dan muncul luka-luka seperti luka-luka Yesus di kaki, tangan serta lambungnya. Ia merasakan penderitaan sebagaimana Yesus Kristus yang dia cintai dan dia ikuti.

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bagaimana menjadi pengikut Yesus. Kita harus total, tidak setengah-setengah, dan siap menghadapi aneka risikonya. Bahkan harus siap terluka dan menderita, sebagaimana Santo Fransiskus Asisi. Maka dalam Injil Yesus menegaskan: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Pertanyaan Refleksinya: Apakah hari-hari ini Anda sedang mengalami konflik atau bermusuhan dengan seseorang? Jika iya, segeralah berdamai dan kembali merajut tali persaudaraan. Jika tidak, puji Tuhan. Mari kita terus menjadi saudara-saudari bagi siapa pun di atas muka bumi ini.

Selamat berpesta bagi Anda, paroki, sekolah, dan tarekat Anda yang bernaung dalam perlindungan Santo Fransiskus. Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Mengandalkan Tuhan

    Percik Firman : Mengandalkan TuhanRabu, 23 September 2020PW St. Padre Pio (imam)Bacaan Injil: Luk 9:1-6 “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju” (Luk 9:3) Saudari/a ku ytk.,Adanya masalah dalam kehidupan ini dapat membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh. Ketidaknyamanan dapat menempa kita menjadi pribadi yang…

  • Kekaguman

    Percik Firman : KekagumanMinggu Biasa XXIII, 5 September 2021Bacaan Injil : Mrk 7:31-37 “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata” (Mrk 7:37) Saudari/a ku ytk.,Kekaguman. Satu kata itu yang muncul dalam pikiran saya saat merenungkan sabda Tuhan hari ini. kekaguman pada siapa? Pada Yesus. Kekaguman atas apa? Atas mukjizat Yesus….

  • Waspada terhadap Ketamakan

    Percik Firman : Waspada terhadap KetamakanSenin, 19 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 12:13-21 “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu”(Luk 12:15) Saudari/a ku ytk.,Ada seminaris yang bersyukur bahwa selama masa pandemi Covid 19 ini, dia bisa menghemat uang saku. Dengan tidak ada ambulasi hari…

  • Berani Menegur

    Percik Firman : Berani MenegurMinggu, 6 September 2020Minggu Biasa XXIII – Minggu Kitab Suci NasionalBacaan Injil : Mat 18:15-20 ”Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat 18:20) Saudari/a ku ytk.,Hari ini Hari Minggu Pertama di bulan September. Dalam sidang Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI, kini…

  • Pendosa Dipanggil Tuhan

    Percik Firman : Pendosa Dipanggil TuhanSenin, 21 September 2020Pesta Santo Mateus, Rasul dan Pengarang InjilBacaan Injil: Matius 9:9-13 “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mat 9:13) Saudari/a ku ytk.,Ada sebuah keluarga yang dikenal tidak baik oleh masyarakat sekitar karena pekerjaan dan perilakunya. Anak-anaknya juga dikenal ndugal. Hampir setiap hari mereka menjadi…

  • Akar Segala Kejahatan

    Percik Firman: Akar Segala KejahatanJumat Pertama, 1 Maret 2024Hari Pantang dan Devosi Hati Kudus YesusBacaan Injil: Mat 21:33-43.45-46 Saudari/a ku ytk.,Dalam ajaran Gereja Katolik ada yang namanya dosa pokok. Dosa pokok adalah dosa yang mengakibatkan dosa-dosa lain dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnnya. Menurut Santo Gregorius Agung, dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 1866, ada 7 dosa…