Manete in Me

Percik Firman: Manete in Me
Rabu, 13 Mei 2020
Bacaan Injil : Yoh 15:1-8

“Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak” (Yoh 15:5)

Saudari/a ku ytk.,
Merenungkan sabda Tuhan dalam bacaan Injil hari ini saya teringat akan Kongres Ekaristi Keuskupan (KEK) II di Keuskupan Agung Semarang. KEK II kala itu mengolah tema “Ekaristi: Tinggal dalam Kristus dan Berbuah”. Inspirasinya dari bacaan Injil hari ini. KEK II tersebut diselenggarakan pada hari Jumat-Minggu, 22-24 Juni 2012 di beberapa paroki di Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di antaranya di Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran sebagai pusat kegiatan (untuk dewasa dan biarawan/wati), Paroki Hati Kudus Yesus Pugeran (untuk Anak dan Remaja), Paroki Santo Yakobus Bantul (untuk Kaum Muda), dan Paroki Santo Petrus dan Paulus Klepu (untuk kelompok doa atau Jaringan Kodok). Puncak perayaan dirayakan di kompleks Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran.

Pada logo Kongres Ekaristi Keuskupan II, terdapat dua garis menyilang yang menggambarkan salib Kristus. Dialah Sang Pokok Anggur yang sejati. Dari salib tersebut, keluarlah dua sulur yang menghasilkan untaian buah anggur. Kedua sulur tersebut melambangkan diri kita yang akan menghasilkan buah hanya jika bersatu dengan Kristus.

Dari salib Kristus tersebut juga keluar ranting-ranting yang membentuk gambaran sebuah rumah. Motif rumah ini melambangkan Gereja yang berpusat pada salib Kristus. Dalam kesatuan dengan Kristus dan seluruh jemaat (communio), Gereja menghayati tugas perutusannya untuk mengembangkan liturgi-peribadatan (leitourgia), pewartaan sabda (kerygma), kesaksian (martyria) dan pelayanan kasih (diakonia).

Keempat warna yang dipilih adalah warna pokok dalam liturgi karena liturgi, teristimewa Perayaan Ekaristi, merupakan sumber dan puncak seluruh hidup kristiani (LG 11; bdk. SC 10). Oleh karena itu, di luar motif rumah terdapat lingkaran putih yang megambarkan roti ekaristis.

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk selalu tinggal dalam Kristus dan berbuah. “Manete in me (Tinggallah dalam Aku)”, begitu sabda Tuhan Yesus. Kita diajak untuk semakin tekun dan setia tinggal dalam Kristus, baik dalam Perayaan Ekaristi maupun Adorasi dan juga doa-doa yang lain. Dengan ketekunan dan kesetiaan untuk tinggal dalam Kristus itu, kita dapat semakin menghasilkan dan membagikan buah-buah yang baik kepada sesama.

Dengan merayakan Ekaristi, kita diajak untuk hidup berakar pada Kristus, sehingga kita bersatu dengan-Nya. Dengan demikian kita memiliki kedalaman hidup, serta menghasilkan buah yang berlimpah. Di tengah wabah Covid-19 saat ini kerinduan untuk ber-Ekaristi dan ber-Adorasi semakin terasa sekali. Ekaristi bukan sekedar kewajiban dan kebutuhan semata, tetapi situasi Covid-19 ini menyadarkan kita akan ‘kerinduan’ untuk menyantap Tubuh Kristus dalam komuni suci.

Sejak sekitar dua bulan terakhir ini kita menerima ‘komuni spiritual atau komuni batin’. Sampai ada seorang ibu yang bersharing lewat WhatsApp, “Rindu Ekaristi, Romo Gun. Waktu mengikuti misa kudus online, pada saat seorang romo menyantap Tubuh dan Darah Kristus, tidak sadar saya ikut menjulurkan lidah, sungguh rindu menerima Tubuh Kristus. Sampai kapan ya Tuhaaaaaannn”.

Dalam situasi yang serba terbatas saat ini, kita tetap percaya bahwa Tuhan tetap hadir dalam hidup kita, dalam keluarga kita dan komunitas kita. Disadari atau tidak, dengan adanya misa online atau live streaming saat ini banyak bermunculan altar-altar dalam keluarga.

Pertanyaan refleksinya, apa makna Ekaristi bagi hidup Anda selama ini? Bagaimana Anda menghayati Ekaristi dan kehadiran Kristus? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tubuh Kristus, Selamatkanlah Kami

    Percik Firman: Tubuh Kristus, Selamatkanlah KamiMinggu, 6 Juni 2021HR Tubuh dan Darah KristusBacaan Injil: Mrk 14:12-16.22-26 Sdri/a yang terkasih,Pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus hari ini, saya teringat akan doa Jiwa Kristus. Pernahkah Anda mendoakan doa Jiwa Kristus (Anima Christi)? Doa itu cukup singkat, sangat bagus, mendalam, dan penuh makna. Dalam doa itu, kita…

  • Keberanian

    Kamis, 10 November 2022PW St. Leo Agung, Paus dan Pujanggga GerejaBacaan Injil: Luk 17:20-25 Saudari/a ku ytk.,Ada dua peristiwa penting hari ini, yaitu peringatan hari pahlawan dan peringatan wajib Santo Leo Agung. Kedua peristiwa ini memberikan pesan yang sama yaitu keberanian. Para pahlawan berani mengorbankan nyawanya untuk membela dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa kita. Mereka tidak…

  • Terus Berbuat Baik

    Minggu Palma, 2 April 2023Bacaan Injil: Mat 26:14 – 27:66 Saudari/a ku ytk.,Dalam suasana yang lebih baik dari tahun 2022 lalu, pada hari ini kita seluruh umat Katolik merayakan Minggu Palma. Hari Raya Minggu Palma ini membuka rangkaian pekan suci. Kita semua diajak untuk melahirkan cinta bakti dan hormat kepada Kristus, Sang Raja Damai. Banyak…

  • Flight by Night

    Percik Firman : Flight by NightSelasa, 28 Desember 2021Pesta Kanak-Kanak Suci, MartirBacaan Injil: Mat 2:13-18 Perlindungan dan pertolongan Tuhan luar biasa. Melalui mimpi, Bapa Yusuf peka mendengarkan suara Tuhan. Ia diminta Allah untuk mengungsi ke Mesir. Yesus dan Sang Ibu telah dibawa Yusuf pergi mengungsi ke Mesir. Kepergian ke Mesir dan kepulangan dari Mesir pun…

  • Manunggil ing Gusti lan Hamberkahi

    Percik Firman : Manunggil ing Gusti lan HamberkahiKamis, 15 Juli 2021PW Santo BonaventuraBacaan Injil: Mat 11:28-30 “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat ….jiwamu akan mendapat ketenangan” (Mat 11:28-29) Sdri/a ku ytk.,Di dalam Bacaan Injil pada Peringatan Wajib Santo Bonaventura (Uskup dan Pujangga Gereja) ini, Tuhan Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya….

  • Berjuang dan Memohon

    Percik Firman : Berjuang dan MemohonSenin, 15 Maret 2021Bacaan Injil : Yoh 4:43-54 Saudari/a ku ytk.,Saat saya masih kecil, setiap musim panen ada group kesenian tradisional “ledek” yang mengamen dari desa ke desa. Biasanya timnya ada 4-5 org. Mereka berjuang mencari nafkah. Ada yg main musik gamelan dan penari sekaligus penyanyi. Mereka bawa obor atau…