Providentia Dei

Percik Firman: Providentia Dei
Selasa, 5 April 2022
Bacaan Injil: Yoh 8:21-30

Saudari/a ku ytk.,
Saat merenungkan sabda Tuhan hari ini saya teringat akan sebuah kisah inspirarif. Saya yakin Anda sudah familiar dengan kisah ini. Bagi yang sudah tahu semoga kisah ini bisa menyegarkan kembali spirit Anda, dan yg belum tahu semoga bisa menginspirasi.

Seorang pemain akrobatik menunjukkan kehebatannya berjalan melintasi seutas tali yang diikatkan pada dua buah tiang yang tinggi. Suasana tegang. Tali itu dibentangkan di atas sungai yang lebar dengan air yang dalam dan arus yang deras. Apalagi di sungai itu banyak buaya lapar yang siap menerkam orang yang tercebur ke dalam sungai itu.

Sang akrobatik itu berhasil melintasi tali tadi dengan selamat. Kemudian ia bertanya kepada para penonton, “Percayakah saudara-saudari bahwa saya akan bisa melintasi tali ini lagi untuk kedua kalinya?” Mereka serentak menjawab, “Percayaaa…!”

Sang akrobatik menantang, “Kalau begitu, siapa yang berani ikut dengan saya melintas di sini?” Semua diam, sunyi-senyap seperti batu-batu kali yang bisu. Kemudian seorang anak kecil berteriak, “Saya mau…!”

Semua mata tertuju kepada anak itu. Dengan penuh kepercayaan kepada kemampuan sang akrobatik, anak kecil itu duduk di bahunya. Semua orang menjadi sangat serius dan tegang mengikuti langkah demi langkah sang akrobatik itu, dan…ternyata sang akrobatik bisa menyeberang dengan sukses.

Setelah sampai di ujung dengan selamat, semua orang bersorak gembira. Mereka kagum atas keberanian anak kecil itu dan kepercayaannya kepada sang akrobatik bahwa mereka akan selamat. Para penonton kepo dan ingin tahu siapakah gerangan anak itu?

Jawab sang akrobatik itu, “Ia adalah anak saya!.” Ooooo… pantas! Begitu guman para penonton. Semua menjadi paham mengapa anak itu berani, sedangkan semua penonton lain tidak berani ambil resiko.

Apa pesan cerita itu? Dalam Injil hari ini Yesus bicara tentang BapaNya dan diriNya. Ia datang ke dunia diutus Allah Bapa untuk membawa misi keselamatan dan pengharapan, bukan misi kabar celaka dan ketakutan. Ia percaya bahwa BapaNya senantiasa hadir menyertaiNya.

Bapa tidak membiarkan Yesus sendiri. “Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya”, tegas Yesus.

Maka, jangan takut. Percayalah pada Penyelenggaraan Tuhan (Providentia Dei). Allah akan menyertai hidup kita, hidup saya dan Anda juga. Dengan dibaptis kita diangkat menjadi anak-anak Allah. Kita ‘nebeng’ keputraan Allah dari Yesus.

Kuncinya: kita perlu bertindak seperti kehendak Tuhan dan berserah diri kepadaNya. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Mertoyudan Spiritual Rest Area). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tuhan Menyapa

    Percik Firman: Tuhan MenyapaSelasa, 30 November 2021Pesta St. Andreas RasulBacaan Injil: Mat. 4:18-22 “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat 4:19) Sdri/a ku ytk.,Dalam pengalaman hidup panggilan, Tuhan seringkali memilih dan memanggil seseorang melalui peristiwa sederhana, pengalaman sehari-hari. Bukan melalui peristiwa yang spektakuler dan gegap gempita. Bahkan tak jarang Tuhan memilih kakak…

  • Tidak Memaksa Tuhan

    Percik Firman: Tidak Memaksa TuhanSabtu Imam, 7 Agustus 2021Bacaan Injil: Mat 17:4-20 ”Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita.” (Mat 17:14) Saudari/a ku ytk.,Orangtua mana yang tidak peduli pada anaknya? Jika anaknya lapar, pasti akan berusaha dicarikan makan. Jika anaknya mau sekolah, pasti akan dicarikan biaya agar bisa tetap sekolah. Jika anaknya mau…

  • Bertekun dalam Kesetiaan

    Percik Firman : Bertekun dalam KesetiaanSabtu, 11 November 2023PW St. Martinus dari Tours (uskup)Bacaan Injil: Luk 16:9-15 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar” (Luk 16:10) Saudari/a ku ytk,.Santa Teresa dari Kalkuta pernah berkata: “Kita dipanggil tidak untuk sukses, tetapi untuk setia”. Setia pada apa? Setia pada hal-hal yang kecil dan…

  • Tidak Pantas

    Percik Firman: Tidak PantasKamis, 3 September 2020PW St. Gregorius AgungBacaan Injil: Luk 5: 1-11 “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa” (Luk 5:8) Saudari/a ku ytk.,Kalau mencermati dinamika hidup menggereja di tengah umat, ada sesuatu yang menarik. Ketika periode pelayanan prodiakon dan pengurus lingkungan atau dewan paroki sudah berlangsung satu atau dua tahun,…

  • Kerasukan Setan

    Percik Firman: Kerasukan SetanSelasa, 1 September 2020Bacaan Injil: Luk 4:31-37 “Seorang yang kerasukan setan itu berteriak dengan suara keras: Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah” (Luk 4:34) Saudari/a ku ytk.,Pada suatu hari ada seorang bruder yang bercerita kepada saya. Ia mempunyai kenalan seorang bapak non Katolik yang menjadi ‘dukun’, yang sering didatangi banyak…

  • Allah Lebih Besar dari Kerapuhan Kita

    Percik Firman : Allah Lebih Besar dari Kerapuhan KitaMinggu Prapaskah IV, 14 Maret 2021Bacaan Injil : Yoh 3:14-21 Saudari/a ytk.,Hari Minggu Prapaskah IV disebut juga sebagai Minggu Laetare (Minggu Sukacita). Pesan pokok dari sabda Tuhan hari ini adalah kasih Allah yang begitu besar. Dia mengampuni dosa-dosa manusia dengan pengantaraan Yesus, Putera Tunggal-Nya. Allah tidak hanya…