Pribadi yang Taat

Percik Firman : Pribadi yang Taat
Sabtu, 22 Agustus 2020
PW Santa Perawan Maria, Ratu
Bacaan Injil: Luk 1:26-38

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38)

Saudari/a ku ytk.,
Selama masa Paskah, dalam tradisi Gereja Katolik kita biasanya mendaraskan doa Ratu Surga, sebagai pengganti doa Malaikat Tuhan. Doa Ratu Surga (Regina Caeli atau Queen of Heaven) ini meneguhkan keyakinan kita bahwa Santa Perawan Maria adalah ratu surga.

Hari ini, 22 Agustus, Gereja merayakan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu. Keratuan Bunda Maria tidak dapat dipisahkan dengan Yesus sebagai Raja Kekal sekaligus Raja Damai. Yesus adalah Raja dari segala raja. Kerajaan Yesus adalah kekal selama-lamanya. Karena melahirkan Yesus Sang Raja atas surga dan bumi, maka Bunda Maria adalah Ratu Surga.

Dia taat pada kehendak Allah. Dia adalah pribadi yang taat dan rendah hati. Diungkapkan dalam bacaan Injil hari ini, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; Jadilah padaku menurut perkataanmu itu”.

Dalam buku “12 Katekese, Renungan dan Doa Bunda Maria” (Kanisius, 2019), saya menguraikan dengan cukup panjang lebar tentang sejarah, dasar dan spiritualitas peringatan Santa Perawan Maria Ratu ini (hlm. 42-44).

Setelah diangkat ke surga dengan jiwa dan badannya, Bunda Maria dinobatkan sebagai Ratu. Peringatan ini dirayakan tujuh hari setelah Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga (Maria Assumpta).

Apakah Bala Malaikat di surga memerlukan waktu tujuh hari untuk mempersiapkan upacara penobatan Maria sebagai Ratu? Hal ini juga merupakan ungkapan iman yang tidak bisa lagi dijelaskan secara logis dan kronologis. Gereja kehabisan kosa kata untuk mengungkapkan penghargaannya atas keistimewaan Bunda Maria.

Dasar dari ajaran Gereja tentang Santa Perawan Maria Ratu Surga ini dapat kita temukan dalam beberapa sumber, antara lain: Kitab Wahyu 11:19-12:1; ajaran Santo Athanasius (296-373); ajaran Santo Louis de Montfort (1673-1716); dan Katekismus Gereja Katolik no. 966.

Kitab Wahyu bab 11 dan 12 menyebutkan penglihatan Rasul Yohanes akan surga di mana terlihat Sang Tabut Perjanjian, yaitu seorang perempuan yang berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan bermahkotakan dua belas bintang” (Why 11:19-12:1). Tanda besar di langit itu, yaitu perempuan tersebut, adalah Bunda Maria, sebab Anak laki-laki yang dilahirkannya dan yang akan menggembalakan semua bangsa itu adalah Kristus.

Sementara itu Santo Athanasius mengajarkan, “Jika Sang Anak adalah Raja, maka ibu yang melahirkan-Nya adalah layak dan sungguh pantas disebut sebagai Ratu dan yang berkuasa.”

Kemudian Santo Louis de Montfort mengajarkan, “Tuhan menjadikan Maria ratu surga dan bumi; pemimpin pasukan-Nya, pembagi rahmat-Nya, pekerja mukjizat-mukjizat-Nya, penghancur musuh-Nya dan penolong yang setia di dalam pekerjaan- pekerjaan-Nya dan kemenangan-Nya.”

Hal ini semakin ditegaskan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 966 yang mengutip dari ajaran Konsili Vatikan II “Lumen Gentium no 59”, demikian: “Akhirnya Perawan tak bernoda, yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat memasuki kemuliaan di surga beserta badan dan jiwanya. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Puteranya, Tuan di atas segala tuan, yang telah mengalahkan dosa dan maut.”

Pertanyaan refleksinya, Apakah Anda bangga mempunyai Bunda Maria sebagai Ratu Surga? Bagaimana hidup devosi Anda kepada Bunda Maria selama ini?

Selamat merayakan anugerah 23 tahun tahbisan Uskup Mgr. Ign. Suharyo pada hari ini. Semoga selalu “Serviens Domino cum omni humilitate” (Aku melayani Tuhan dengan segala rendah hati). Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tidak Mustahil

    Percik Firman : Tidak MustahilSenin, 28 Februari 2021Bacaan Injil: Mrk. 10: 17-27 Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan Yesus hari ini sangat inspiratif dan menguatkan hidup peziarahan kita di masa yang sulit. Dia bersabda, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” Sabda ini disampaikan saat ada…

  • Doa yang Kabul dan Mandul

    Percik Firman : Doa yang Kabul dan MandulSabtu, 26 Maret 2022Bacaan Injil: Luk 18:9-14 Saudari/a ku ytk.,Melalui sabda Tuhan hari ini, kita disadarkan akan bagaimana sikap yang benar dalam berdoa dan isi doa yang berkenan pada Tuhan. Yang dituntut pertama-tama dalam berdoa adalah sikap merendahkan diri di hadapan Allah. Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus…

  • Pengorbanan dan Ketangguhan Ibu

    Percik Firman : Pengorbanan dan Ketangguhan IbuKamis, 8 Februari 2024Bacaan Injil: Mrk 7:24-30 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil pada hari ini, saya teringat akan kiriman sebuah kisah inspiratif dari seorang teman tentang pengorbanan seorang ibu yang luar biasa. Begini kisahnya: “Saat makan, jika makanan kurang, ibu akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, ‘Cepatlah…

  • Panggilan Menjadi Murid Yesus

    Percik Firman : Panggilan Menjadi Murid YesusKamis, 15 Feb 2024Bacaan Injil: Luk 9:22-25 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23) Saudari/a ku ytk.,Di dalam salah satu fokus pembinaan calon imam di Seminari, dinyatakan bahwa calon imam mendalami hidup doa dan keheningan sebagai jalan…

  • Menjadi Pribadi yang Ceria

    Percik Firman: Menjadi Pribadi yang CeriaSelasa, 26 Mei 2020PW. Santo Filipus Neri (imam)Novena Roh Kudus Hari ke-5Bacaan Injil: Yoh 17:1-11 “Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu ” (Yoh 17:6) Sdri/a yang terkasih,Bacaan Injil pada Novena Roh Kudus hari ke-5 hari ini adalah bagian dari doa imami Yesus yang diucapkan-Nya pada…

  • Maria yang Hebat

    Percik Firman: Maria yang HebatSabtu, 10 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 11:27-28 “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau” (Luk 11:27) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini saya teringat akan sebuah syair tentang ibu, yang pernah ditulis oleh Kahlil Gibran (1883-1931), seorang penyair terkenal dari Lebanon. Berikut ini sepenggal…