Seminari Menengah Mertoyudan melaksanakan aksi promosi panggilan di Paroki Santo Antonius Purbayan Solo Jawa Tengah Pada Sabtu ( 7/9/19 ) dan Minggu (8/9/19). Rombongan datang dengan dua bis yang berisi 80 seminaris dan beberapa staff kepamongan dan persekolahan.

Bentuk promosi panggilan yang ditampilkan yaitu dengan mengisi koor dan dengan diiringi musik orkestra. Seminaris mengisi empat misa yaitu Sabtu sore pukul 18.00, Minggu pagi pukul 07.00 dan 08.30, serta sebagai puncaknya pada Minggu sore misa pukul 18.00 dengan dipimpin secara konselebran oleh Romo Sardi SJ selaku rektor seminari Mertoyudan, Romo Drajat SJ, Romo Sani SJ, Romo Bayu Pr, dan romo dari Paroki Purbayan sendiri.

Para romo yang berkotbah mengajak Seminaris untuk bercerita kepada umat mengenai panggilan dan menjalani hidup sebagai Seminaris. Romo juga mengajak untuk melepaskan keterikatan duniawi dan berani menanggapi panggilan untuk menjadi kaum religius. Selain itu, para romo juga mengajak untuk membantu seminaris dan lembaga Seminari Mertoyudan untuk tetap bisa menjadi tempat mencetak para calon imam yang unggul dengan doa dan dukungan dalam bentuk apapun termasuk materi.

Dukungan yang diberikan umat disalurkan melalui kolekte kedua dan juga dapat diberikan pada amplop yang telah disisipkan pada teks misa umat. Selepas  misa kedua pada hari Minggu, ada seorang ibu yang mendekati salah seorang petugas di pintu keluar dekat altar. Beliau bertanya kepada petugas apakah diizinkan untuk memberikan sumbangan berupa barang karena tidak memiliki uang tunai dan kartu debet. Petugas pembawa kotak tentunya mengizinkan hal tersebut karena berpikir bahwa sumbangan yang diberikan berupa barang kebutuhan pokok atau mungkin buku.

“Namun di luar dugaan ternyata ibu tersebut memasukkan cincin yang saat itu dipakainya ke dalam amplop” 

Petugas tersebut menceritakan hal ini saat pengurus Paroki Purbayan menghitung kolekte yang disaksikan Staf Seminari. Cincin tersebut kemudian diuangkan dan ditrasnfer kepada pihak Seminari. Sayang petugas pembawa kotak tersebut tidak sempat menanyakan nama beliau dan mengambil gambar ibu tersebut. Namun pihak Seminari berterima kasih kepada ibu tersebut juga seluruh umat Paroki Purbayan yang telah membantu dalam bentuk apapun.  Berkah Dalem.