Setia Menunggu

Percik Firman : Setia Menunggu
Selasa, 20 Oktober 2020
Bacaan Injil : Lukas 12:35-38
“Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan” (Luk 12:36)

Saudari/a ku ytk.,
Dalam hidup kita sehari-hari kadang kala diwarnai kegiatan menunggu atau menanti. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, misalnya, saat menjalani rapid test, seseorang menunggu hasilnya dengan harap-harap cemas. Hasilnya reaktif atau non reaktif.

Demikian pula saat orang harus diminta swab test, dia juga menunggu hasil testnya dengan was-was. Hasilnya negatif atau positif. Dalam proses menunggu itu, orang sering berdoa.

Tak jarang orang menganggap bahwa menunggu atau menanti adalah salah satu pekerjaan yang membosankan. Apalagi orang yang ditunggu tidak jelas kapan datangnya.

Satu jam serasa satu hari, sehari serasa seminggu, dst. Namun demikian kita tetap disuruh harus menunggu/menanti. Bagaimana sikap kita dalam menunggu itu seharusnya?

Dalam injil hari ini Tuhan Yesus memberikan ajaran bagaimana sikap orang beriman dalam menunggu. Diungkapkan, “Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.”

Di sini kita dituntut harus berjaga-jaga dengan setia. Yang dimaksudkan berjaga-jaga di sini adalah sikap aktif, siap siaga, dan setia supaya tidak kecolongan.

Setia merupakan kata yang sering kita dengar, mudah diucapkan dan membutuhkan perjuangan untuk menghayatinya. Secara sederhana setia berarti mau dan siap melakukan apa yang telah menjadi tanggung jawab yang telah diterima atau melakukan apa yang sudah diikrarkan dengan komitmen.

Makna setia di sini adalah menunjukkan sikap konsisten. Keberhasilan dan kebahagiaan kita dalam mencapai sesuatu tampak dari seberapa besar kekonsistenan dan ketekunan kita.

Tuhan Yesus ingin kita bersikap setia dalam hidup sehari-hari. Dikatakan tadi, “Setia memakai ikat pinggang dan menyalakan pelita.” Ikat pinggang adalah sarana bagi kita agar pakaian kita dapat kokoh melekat di tubuh. Sedangkan pelita adalah sarana penuntun agar kita dapat melewati kegelapan jalan.

Bersikap setia itu memang mulia dan dibutuhkan suatu perjuangan agar mampu bertahan dalam menjalaninya. Setia pada siapa atau apa? Setia beriman pada Tuhan, setia pada janji baptis, setia pada janji nikah, setia pada janji imamat, setia pada kaul, setia pada tugas perutusan dari pimpinan, dsb.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana situasi batin Anda akhir-akhir ini? Adakah sesuatu atau seseorang yang sedang Anda tunggu? Semoga penantian Anda segera berakhir.

Yang sedang sakit semoga lekas sembuh. Yang menjalani swab test semoga hasilnya negatif. Yang menunggu pasangan hidup yang seiman semoga segera mendapatkannya. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

#Y. Gunawan, Pr.

Similar Posts

  • Jatuh Tersungkur

    Percik Firman : Jatuh TersungkurKamis, 21 Januari 2021Hari ke-4 Pekan Doa untuk Kesatuan Umat KristianiPW Santa Agnes, Perawan dan MartirBacaan Injil: Mrk 3: 7-12 “Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: ‘Engkaulah Anak Allah” (Mrk 3:11) Saudari/a ku ytk.,Kalau mau jujur, sebagian besar orang ingin populer, dipuji, dinilai penting dan…

  • Rasul Berbelaskasih Zaman Modern

    Percik Katekese : Rasul Berbelaskasih Zaman Modern Hari ini, 5 Oktober, Gereja merayakan Pesta Santa Faustina. Nama lengkapnya Santa Maria Faustina Kowalska (1905-1938). Dia dikenal sebagai Rasul Kerahiman Ilahi (berbelaskasih). Saya bersyukur mulai mendoakan doa Koronka Kerahiman Ilahi ini sejak awal tahun 2000 kala masih studi di Seminari Mertoyudan. Dan berlanjut sampai sekarang menjadi doa…

  • Tuhan Menjamah

    Percik Firman : Tuhan MenjamahKamis, 14 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 1:40-45 “Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir”(Mrk 1:37) Saudari/a ku ytk.,Dalam liturgi Gereja Katolik ada kekayaan tata gerak liturgi yang bermakna dan penuh simbolis. Ada tata gerak duduk, berdiri, menyembah, membuat tanda salib, berjalan, berlutut, membungkuk, bertiarap,…

  • Optimis dan Positif

    Percik Firman: Optimis dan PositifJumat, 30 April 2021Bacaan Injil: Yoh 14:1-5 Saudari/a ku ytk.,Bacaan Injil hari ini sering dipakai saat Misa Requiem atau Misa Memule. Dalam bacaan Injil hari ini, ditegaskan oleh Tuhan Yesus bahwa Dia sudah menyediakan tempat yang istimewa bagi kita. Dialah jalan, kebenaran dan hidup. Oleh karena itu, kita tidak perlu gelisah…

  • Menjadi Pribadi Bijaksana

    Percik Firman : Menjadi Pribadi BijaksanaJumat, 27 Agustus 2021Peringatan Wajib Santa MonikaBacaan Injil: Mat 25:1-13 Saudari/a ku ytk.,Konon katanya, orang pandai belum tentu bijaksana. Orang yang bijaksana biasanya pandai. Yang namanya kebijaksanaan itu tidak bisa dibeli di manapun. Tidak ada supermarket, pasar atau toko online yang menjualnya. Kebijaksanaan juga tidak muncul secara instan. Tetapi kebijaksanaan…

  • Janji Tuhan Selalu Ditepati

    Percik Firman: Janji Tuhan Selalu DitepatiRabu, 23 Desember 2020Bacaan Injil: Luk 1:57-66 “Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu Zakharia berkata-kata dan memuji Allah” (Luk 1:64) Saudari/a ku ytk.,Janji Tuhan selalu ditepati. Ia tak pernah ingkar janji. Dalam bacaan Injil hari ini, Zakharia terbuka mulutnya selesai memberi nama anaknya, Yohanes. Hal ini…