The Golden Rule

Percik Firman : The Golden Rule
Kamis, 10 September 2020
Bacaan Injil : Luk 6:27-38

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu di surga adalah murah hati” (Luk 6:36)

Saudari/a ku ytk.,
Menjelang pilkada atau pemilu tak jarang terjadi orang atau kelompok tertentu menghakimi calon tertentu untuk ambisi atau kepentingan. Orang bisa tega menghalalkan segala cara agar dia bisa menang. Tindakan menghakimi bisa dalam wujud teror, umpatan, memberi cap kafir, diskriminasi dengan isu SARA, dsb.

Bacaan Injil hari ini memberikan identitas Allah kita adalah Allah yang murah hati. Yesus meminta para muridNya agar berlaku murah hati seperti Allah Bapa di surga itu murah hati.

Kemurahan hati itu ditandai, antara lain: sikap tidak menghakimi dan menghukum, melainkan sikap rela mengampuni, memberi dan berbagi. Dasar kemurahan hati kita adalah Allah yang bermurah hati kepada manusia.

Dalam Injil hari ini disampaikan Aturan Emas (Golden Rule) dari pengajaran Tuhan Yesus. Sekurang-kurangnya ada dua pengajaran Yesus hari ini yang kita terima, yakni : “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu di surga adalah murah hati”, dan “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”.

Aturan Emas merupakan istilah yang diberikan untuk ajaran utama Yesus dalam Khotbah di Bukit. Kata “Aturan Emas” sebenarnya tidak ada di dalam Alkitab, sama halnya seperti kata “Khotbah di Bukit.” Judul-judul ini ditambahkan tim penerjemah Alkitab agar mempermudah seseorang mempelajari Alkitab. Aturan Emas mulai dianggap sebagai sebutan dari ajaran Yesus sejak abad ke-16.

Allah kita adalah Allah Bapa yang berbelaskasih atau murah hati (merciful). Kita telah menerima dari kemurahan hati Allah dengan cuma-cuma, maka kita juga memberikan kepada sesama dengan cuma-cuma. Semakin kita memberikan kepada sesama, semakin kita menerima dari Allah. Semakin kita menjadi “pipa” rahmat Allah (talanging berkah Allah) yang murah hati, semakin lancar tak terbendung kita menerima Rahmat itu dari Allah yang murah hati.

Kemurahan hati tidak akan membuat orang itu miskin dan berkekurangan. Justru membuat orang semakin kaya. Kaya di hadapan Allah dan diberkati oleh Allah. Allah akan terus membuat kita berkelimpahan, karena kita percaya semua yang kita miliki adalah anugerah dan berkah dari Allah. Anugerah itu semakin bermakna ketika kita dengan murah hati memberi atau berbagi dengan orang lain.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana pengalamanmu dalam menghayati sikap belaskasih dan murah hati selama ini?

Semoga belaskasih Allah dianugerahkan kepada bu Veronica Eka dan pak Jakob Oetama yang dipanggilnya. Keduanya adalah pendidik dan guru di bidangnya masing-masing. RIP. Selamat jalan sang guru. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan. Jangan lupa bahagia. # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Hati yang Belaskasih

    Percik Firman: Hati yang BelaskasihJumat Pertama, 7 Januari 2022Bacaan Injil: Luk. 5: 12-16 Saudari/a ku ytk.,Hari ini adalah hari Jumat Pertama di awal tahun 2022. Mari kita persembahkan hidup kita dan segala rencana kita sepanjang tahun 2022 ini pada Hati Kudus Yesus. Dari hati-Nya yang penuh belas kasih itu, rahmat kebaikan selalu mengalir. Injil Lukas…

  • Tuhan, Tolonglah Aku

    Percik Firman: Tuhan, Tolonglah AkuRabu, 5 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 15:21-28 ”Wanita Kanaan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: ‘Tuhan, tolonglah aku’” (Mat 15:25) Saudari/a ku ytk.,Barangkali Anda mengenal lagu yang berjudul “Jangan Menyerah”. Lagu ini dinyanyikan oleh D’Masiv. Syairnya terasa pas dengan sabda Tuhan pada hari ini. Berikut ini salah satu penggalan syairnya:…

  • Berpikiran Positif

    Percik Firman: Berpikiran PositifRabu, 18 November 2020Bacaan Injil : Lukas 19:11-28 ”Aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur” (Luk 19:21) Saudari/a ku ytk.,Orang yang berpikiran positif akan bisa menjalani kehidupan ini dengan gembira. Orang yang seperti…

  • Totalitas Hidup

    Selasa, 25 April 2023Pesta Santo Markus, Pengarang InjilBacaan : Mrk 16:15-20 “Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya” (Mrk 16:20) Saudari/a ku ytk.,Panggilan Tuhan itu misteri. Cara penyertaan Tuhan bagi kita umatNya itu luar biasa. Seringkali tak bisa kita duga dan tebak. Dia begitu kreatif. Kadang kita tidak bisa memahaminya. Kalau…

  • Optimis dan Positif

    Percik Firman: Optimis dan PositifJumat, 30 April 2021Bacaan Injil: Yoh 14:1-5 Saudari/a ku ytk.,Bacaan Injil hari ini sering dipakai saat Misa Requiem atau Misa Memule. Dalam bacaan Injil hari ini, ditegaskan oleh Tuhan Yesus bahwa Dia sudah menyediakan tempat yang istimewa bagi kita. Dialah jalan, kebenaran dan hidup. Oleh karena itu, kita tidak perlu gelisah…