Totalitas Hidup

Selasa, 25 April 2023
Pesta Santo Markus, Pengarang Injil
Bacaan : Mrk 16:15-20

“Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya” (Mrk 16:20)

Saudari/a ku ytk.,
Panggilan Tuhan itu misteri. Cara penyertaan Tuhan bagi kita umatNya itu luar biasa. Seringkali tak bisa kita duga dan tebak. Dia begitu kreatif. Kadang kita tidak bisa memahaminya. Kalau sudah memilih dan memanggil seseorang menjadi utusanNya, banyak cara Tuhan menyertai kita dan melibatkan kita.

Merenungkan bacaan Injil pada pesta Santo Markus hari ini, saya teringatkan akan salah satu sharing dari seorang umat lewat WhatsApp.

“Thanks, ya, Romo. Jujur, Mo. Selama di rantau, saat sakit, bingung, takut, marah, satu-satunya yang saya rusuhi jelas Romo…Saya demam, baru WhatsApp Romo saja bisa turun langsung. Saya marah, lihat foto Romo bisa tenang. Itulah, Mo. Romo harus dieman. Harus didoakan terus. Romo sudah dipilih Tuhan. Jika ada kelemahan, kuasa Tuhan yang sempurnakan. Makasih banyak, ya, Mo… Gbu always”.

Dalam permenungan saya, saya dituntun pada kesadaran bahwa itulah karya Tuhan. Itulah misteri penyertaan Tuhan bagi utusanNya, imamNya. Rahmat Sakramen Imamat sungguh luar biasa.

Persis seperti janji Tuhan Yesus yang bangkit dalam bacaan Injil hari ini. “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”. Bagi saya, kesaksian umat itu menjadi salah satu tanda-tanda Tuhan yang menyertai dam memberkati pelayanan saya.

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Markus, pengarang Injil. Ia menjadi tanda kasih Allah bagi Gereja. Injil Markus adalah injil yg ditulis pertama dan paling tua. Bahkan menjadi “sumber” atau rujukan penulis injil yang lain.

Markus berasal dari Yerusalem. Dia teman Petrus, Paulus dan keponakan Barnabas. Bahkan ia menjadi juru bicara Petrus, dan mencatat apa yang disampaikan Petrus tentang Yesus dan karyaNya.

Setelah Petrus dan Paulus dibunuh oleh Kaisar Nero di Roma, Markus berangkat ke Mesir. Di sana ia disebut oleh Santo Hieronimus sebagai “Bapa para pertapa di gurun pasir Mesir”.

Kemudian Markus menjadi Uskup Aleksandria dan dibunuh sebagai saksi Kristus. Dia punya totalitas mengikuti Yesus. Hidupnya total dipersembahkan untuk Tuhan dan Gereja. Bakat “menulisnya” diintegrasikan dengan karya pelayanannya, sehingga kita bisa menikmati tulisan Injil Markus sampai saat ini.

Pada abad ke-9 jenasahnya dibawa ke Venesia, Italia. Saat ini disimpan di dalam Basilika Santo Markus di Venice (Venesia). Saya bersyukur, saat liburan semester studi di Roma waktu itu, saya bisa berziarah ke Basilika Santo Markus di Venesia.

Venice (Venesia) adalah sebuah kota yang terletak di timur laut Italia. Venisia terdiri dari 117 pulau kecil yang dipisahkan oleh kanal yang indah dan dihubungkan oleh banyak jembatan yang mengagumkan. Ini adalah kota penuh dengan keindahan yang romantis.

Venesia dikenal dengan ratusan jembatan. Ada 417 jembatan. Ada sekitar 350 perahu gondola di kota ini. Rata-rata memiliki panjang 11 meter dan berat sekitar 600 kilogram. Ada 177 kanal. Kanal besar atau Grand Canal merupakan yang terbesar dan membelah kota menjadi dua.

Hidup, karya pelayanan, dan kematian Santo Markus menjadi kesaksian yang nyata sampai saat ini. Tuhan hadir dan berkarya melalui tulisan dan hidup Santo Markus. Ia mau dipakai Tuhan mewartakan kasihNya.

Pertanyaannya, Seberapa besar Anda percaya dan menyadari penyertaan Tuhan dalam hidup ini? Bersediakah Anda dilibatkan Tuhan dalam karya pewartaan kabar gembira masa kini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Perlu Ketegasan

    Percik Firman: Perlu KetegasanMinggu Biasa IV, 31 Januari 2021Bacaan Injil : Mrk 1:21-28 “Yesus menghardiknya, kata-Nya: ‘Diam, keluarlah dari padanya!’” (Mrk 1:25) Saudari/a ku ytk.,Santo Antonius Abas (250-356) pernah memberikan kesaksian: “Setan takut pada kita ketika kita berdoa dan bermatiraga. Setan juga takut ketika kita rendah hati dan lemah lembut. Terutama setan takut pada kita…

  • Memaknai Hidup

    Percik Firman: Memaknai HidupRabu, 6 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh 12:44-50 “Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya” (Yoh 12:47) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan hari ini saya teringatkan akan sosok Didi Kempot atau Dionisius Prasetyo, penyanyi dan pencipta lagu campur sari. Dia diberi sebutan oleh para penggembarnya sobat Ambyar sebagai Godfather of Broken…

  • Santo Petrus Canisius (1521-1597): Pendidik, pengkotbah, dan penulis yang handal

    Santo Petrus Canisius (1521-1597): Pendidik, pengkotbah, dan penulis yang handal “Hai putra seminari, selalu sehati, ikut panggilan suci dengan niat murni, sedia akan karya bagi Greja bangsa, karna tujuan kita imamat mulia” Itulah salah satu bait lagu Mars Seminari Mertoyudan, yang berlindung di bawah Santo Petrus Canisius. Gereja merayakan Santo Petrus Kanisius dua kali, yaitu…

  • Betulkah Tuhan Tidak Peduli?

    Percik Firman: Betulkah Tuhan Tidak Peduli?Sabtu, 30 Januari 2021Bacaan Injil : Mrk 4:35-41 “Murid-murid-Nya membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya: ‘Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?’” (Mrk 4:38) Saudari/a ku ytk.,Situasi pandemi Covid-19 saat ini bisa memunculkan rasa protes dan marah dalam diri kita kepada Tuhan. Sudah banyak orang yang meninggal dunia, baik imam atau…

  • Tidak Berani Bertanya

    Percik Firman : Tidak Berani BertanyaSabtu, 28 September 2024Bacaan Injil: Luk. 9:43b-45 Saudari/a ku ytk.,Ada peribahasa “malu bertanya sesat di jalan”. Dari peribahasa ini, ada pesan moral yang sangat baik untuk kita perhatikan, yakni orang perlu berani bertanya jika memang tidak tahu, agar tidak tersesat atau bingung. Jika kita segan bertanya, kita akan rugi sendiri…

  • njadi Warga yang Baik

    Percik Firman : Menjadi Warga yang BaikSenin, 17 Agustus 2020Hari Raya Kemerdekaan NKRIBacaan Injil: Mat 22:15-21 “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat 22:21) Saudari/a ku ytk.,Di tengah pandemi Covid-19 ini kita merayakan 75 tahun Indonesia merdeka. Pandemi ini telah menjadikan…