Hidup Berharga

Percik Firman: Hidup Berharga
Jumat, 15 Oktober 2021
PW Santa Teresia Avila, Perawan dan Pujangga Gereja
Bacaan Injil : Luk 12:1-7

“Jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit” (Luk 12:7)

Sdri/a ku ytk.,
Pada suatu hari ada seorang ibu yang mengungkapkan ketakutannya. “Romo, saya takut. Saya belum siap jika terjadi apa-apa. Anak-anak masih kecil. Mohon doanya nggih, Romo,” pintanya.

Lalu saya menguatkan ibu itu dan mendoakannya. Pada waktu itu ibu tersebut sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Beliau akan menjalani operasi.

Rasa takut atau cemas adalah hal yang sangat wajar dan manusiawi. Rasa takut tak jarang kita alami dalam hidup ini. Sebagai orang beriman, kita diingatkan untuk tidak kehilangan pengharapan karena kita mempunyai Tuhan. Dia adalah Allah Bapa yang peduli dan mengerti kebutuhan kita, anak-anak-Nya.

Bacaan Injil pada Peringatan Wajib Santa Teresia dari Avila (1515-1582) hari ini mengingatkan kita untuk tidak takut dan tidak cemas. Tuhan Yesus menguatkan dan menghibur kita, “Jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.”

Merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya teringat akan sebuah lagu Taize “Janganlah cemas (Nada de Turbe)”. Mungkin Anda masih ingat syairnya. Berikut ini syairnya: “Nada de turbe/ nada teespante/ Quien a Dios tiene nada lefalta/ Nada de turbe nada teespante/ Solo Dios basta//. (Janganlah cemas janganlah takut/ Di dalam Tuhan berlimpah rahmat/ Janganlah cemas janganlah takut/ Serahkan Tuhan//)”.

Lewat lagu itu kita diajak untuk tidak cemas, untuk tidak takut, untuk menyerahkannya pada Tuhan. Solo Dios basta (artinya: Tuhan saja cukup). Santa Teresia Avila memberikan nasihat kepada kita, “Seseorang yang memiliki Tuhan, tidak kekurangan suatu apa pun. Tuhan saja sudah cukup. Solo Dios Basta”.

Kita adalah pribadi yang berharga di mata Tuhan. Tuhan tidak akan membiarkan kita dalam ketakutan atau kecemasan yang berkepanjangan. Dia pasti menyertai kita dengan rahmat yang kita butuhkan. Bahkan Dia mengutus para malaikat-Nya untuk menjaga dan melindungi kita. Burung pipit saja begitu dicintai dan dipelihara-Nya, apalagi kita yang diciptakan secitra dengan Allah.

Santa Teresia dari Avila berasal dari keluarga yang kaya di Spanyol. Ketika ia sembuh dari suatu penyakit parah, Teresia membaca sebuah buku tentang Santo Hieronimus. Pada saat itu juga, ia bertekad untuk menjadi pengantin Kristus. Ia berdoa dengan cinta yang menyala-nyala dan bekerja keras melakukan tugas-tugas biara.

Suster Teresia adalah seorang pemimpin besar dan seorang yang sungguh-sungguh mengasihi Yesus serta Gereja-Nya. Dia memelopori gerakan pembaruan dalam biara Karmel. Banyak biarawan yang sudah terbiasa hidup santai dan tidak berdisiplin. Mereka mulai melupakan cara hidup asketis.

Suster Teresia bertemu Yohanes dari Salib yang juga memiliki semangat pembaruan bagi Ordo Karmelit. Bersama-sama mereka berjuang memperbarui kembali semangat spiritualitas Ordo Karmel melalui kehidupan membiara yang suci, doa, puasa dan berpantang dengan sangat ketat.

Ia wafat pada tahun 1582 dan dinyatakan kudus oleh Paus Gregorius XV pada tahun 1622. Ia digelari Pujangga Gereja oleh Paus Paulus VI pada tahun 1970.

Mari menghayati bahwa hidup kita ini berharga. Mari kita serahkan ketakutan kita pada Tuhan. Selamat berpesta bagi para suster, paroki, dan Anda yang berlindung dalam naungan Santa Teresia Avila. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Mertoyudan Spiritual Rest Area). #Y. Gunawan, Pr.

Similar Posts

  • Berlutut di hadapan Tuhan

    Percik Firman : Berlutut di hadapan TuhanMinggu Biasa VI, 14 Februari 2021Bacaan Injil: Mrk 1:40-45 “Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya” (Mrk 1:40) Saudari/a ku ytk.,Hari ini tanggal 14 Februari. Biasanya dirayakan sebagai hari kasih sayang (Valentine Day). Kesempatan yang bagus, dimana kita diingatkan untuk terus…

  • Menyuarakan Kebenaran

    Percik Firman : Menyuarakan KebenaranRabu, 9 September 2020Bacaan Injil : Luk 6:20-26 “Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat” (Luk 6:22) Saudari/a ku ytk.,Ada orang Katolik yang berkualitas dan jujur di lembaga pendidikan negeri dihambat naik jabatan atau…

  • Kebencian yang Diwariskan

    Percik Firman : Kebencian yang DiwariskanSelasa, 28 September 2021Bacaan : Luk 9:51-56 Saudari/a ku ytk.,Kebencian bisa menjalar. Permusuhan bisa menular. Bahkan bisa diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Sebuah sekolah tertentu, misalnya, bisa dibenci oleh sekolah lain karena warisan dari alumni sebelumnya. Suku tertentu bisa dimusuhi atau dibenci oleh suku lain. Demikian pula bangsa…

  • Betapa Berharganya Kita

    Percik Firman: Betapa Berharganya KitaMinggu, 21 Juni 2020Minggu Biasa XIIBacaan Injil: Mat 10:26-33 “Janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit” (Mat 10:31) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan pada Minggu Biasa ke-12 hari ini, saya ingat akan sebuah lagu yang dinyanyikan Maria Shandi. Judulnya “Kasih Setia-Mu”. Berikut ini liriknya: Kasih setia-Mu yang…

  • Berprasangka Buruk

    Percik Firman: Berprasangka BurukSabtu, 16 Maret 2024Bacaan Injil: Yoh 7:40-53 Sdri/a yang terkasih,Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita supaya jangan cepat berprasangka buruk dan menghakimi sesama dengan hanya melihat bagian luarnya saja. Mungkin ada di antara kita yang pernah terpengaruh sikap yang lebih cepat mengadili atau menghakimi, berprasangka buruk daripada melihat kebaikan sesama sebelum mengklarifikasinya….

  • Hati yang Berbelaskasih

    Percik Firman : Hati yang BerbelaskasihMinggu Biasa XVIII, 2 Agustus 2020Bacaan : Mat 14:13-21 “Tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit” (Mat 14:44) Saudari/a ku ytk.,Orangtua yang baik tentu tidak tega melihat anak-anaknya kelaparan. Berbagai cara dilakukan agar anaknya bisa makan. Mereka akan bekerja sebaik mungkin agar dapur bisa…