Kehadiran Kristus dalam Ekaristi

Percik Firman: Kehadiran Kristus dalam Ekaristi
Kamis, 30 April 2020
Bacaan Injil: Yoh. 6:44-51

“Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” (Yoh 6:51)

Saudari/a ku ytk.,
Dalam sejarah Gereja sudah ada banyak mukjizat Ekaristi yang diakui dan diyakini oleh Gereja. Tuhan menunjukkan penyertaan-Nya kepada Gereja sepanjang zaman. Mukjizat Ekaristi pertama yang diakui Gereja terjadi di kota Lanciano tahun 700. Lanciano adalah sebuah kota kecil di pesisir Laut Adriatic di Italia. Lanciano berarti “tombak”.

Menurut tradisi, Santo Longinus, prajurit yang menikamkan tombaknya ke lambung Yesus hingga mengalir Darah dan Air (Yoh 19:34), berasal dari Lanciano. Longinus bertobat setelah peristiwa penyaliban dan di kemudian hari dia wafat sebagai martir demi iman pada Kristus.

Di kota Lanciano itu, ada seorang imam yang meragukan akan kehadiran Kristus dalam rupa hosti dan anggur. Semakin lama keragu-raguannya itu semakin kuat. Suatu pagi, saat Konsekrasi dalam perayaan Misa, tubuhnya gemetar dan berguncang hebat. Di hadapan umat, ia menunjukkan apa yang telah terjadi. Hosti telah berubah menjadi Daging dan anggur menjadi Darah!

Bacaan Injil hari ini mewartakan kepada kita bahwa Yesus memperkenalkan diriNya sebagai roti hidup. Roti Hidup adalah sumber kekuatan bagi perjalanan kita. Yesus menegaskan, “Akulah roti hidup yang turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya”. Artinya, setiap kali kita menerima komuni kudus kita dijanjikan untuk hidup selama-lamanya. Menerima Yesus sebagai Roti Hidup berarti hidup dalam keselamatan. Hidup dalam keselamatan berarti hidup berkelimpahan rahmat.

Menerima Yesus sebagai Roti Hidup juga berarti kita akan selalu diyakinkan dan menjadi pemenang yang sanggup bertahan menghadapi serangan si Iblis. Tujuan si Iblis yakni memporak-porandakan kehidupan kita dan menjauhkan kita dari Allah. Iblis mencuri satu persatu berkat-berkat Allah dalam hidup kita, sehingga hidup kita tidak bahagia. Misalnya: rumah tangga dibuat tidak harmonis dan sering konflik, generasi muda jatuh dalam cengkraman seks bebas dan narkoba, perpecahan dalam paguyuban doa, dll.

Ada sharing kesaksian sederhana. Pada suatu kali ada seorang ibu yang bersharing tentang apa yang dia lihat saat saya memimpin Ekaristi di gereja. Saat saya mendoakan Doa Syukur Agung, ibu itu mendapat anugerah penglihatan. Ibu itu melihat ada cahaya yang mengelilingi Hosti yang saya angkat.

Juga ada cahaya yang mengelilingi seluruh tubuh saya. Dan ibu itu juga melihat ada Yesus di belakang saya. Sangat jelas cahayanya. Tidak menyilaukan tetapi menyejukkan.

Mungkin juga ada diantara Anda yang pernah mendapat anugerah penglihatan seperti itu. Ekaristi yang dipimpin seorang imam sungguh luar biasa. Yesus sungguh hadir. Ia telah menyerahkan Tubuh dan DarahNya untuk keselamatan kita pendosa ini. Dialah Sang Roti Hidup dari Surga. Ekaristi sungguh nutrisi rohani kita.

Dari Ekaristilah kita diberi daya ilahi untuk diutus menjadi saksiNya di tengah masyarakat. Dari “Altar” kita diutus pergi ke “Pasar”, agar kabar gembira terus tersiar dan orang menemukan jalan keselamatan, sehingga tidak kesasar.

Pertanyaan refleksinya, apakah selama ini Anda telah melakukan persiapan batin sebelum menyambut Komuni? Di masa Covid 19 ini seberapa besarkah kerinduan Anda untuk menerima Kristus Sang Roti Hidup dalam Ekaristi? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Foto: Merayakan Misa di kamar meninggalnya St. Ignatius Loyola di Roma bersama para rama yang studi di Universitas Gregoriana.

Similar Posts

  • Natal di Tengah Pandemi

    Percik Firman: Natal di Tengah PandemiJumat, 25 Desember 2020Bacaan Injil: Luk 2:15-20 “Mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan” (Luk 2:16) Saudari/a ku ytk.,Selamat Natal! Sang Imanuel telah lahir ke dunia. Apa makna natal bagi Anda di tengah pandemi Covid-19 saat ini? Pada perayaan Natal…

  • Wani Nggetih

    Percik Firman: Wani NggetihSelasa, 26 Desember 2023Pesta St. Stefanus (Martir pertama)Bacaan Injil: Mat 10:17-22 Saudari/a ku ytk.,Pergi ke Tegal, berbekal roti.Selamat Natal, Tuhan memberkati. Perayaan liturgi Hari Raya Natal telah usai. Kita diajak merenungkan tema: “Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di bumi”. Pesan Natal itu tetap menggema dan menantang kita untuk memancarkan kemuliaan Allah…

  • Makna Baru Berpuasa

    Percik Firma : Makna Baru BerpuasaSenin, 18 Januari 2021Hari ke-1 Pekan Doa Sedunia Kesatuan Umat KristianiBacaan Injil: Mrk. 2:18-22 “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” (Mrk 2:18) Saudari/a ku ytk.,Saat masih kecil saya pernah puasa Senin Kamis dan Puasa weton. Puasa Senin Kamis saya lakukan saat punya permohonan tertentu. Sedangkan…

  • Memuliakan Allah

    Percik Firman: Memuliakan AllahRabu, 22 Desember 2021Bacaan Injil: Luk 1:46-56 Saudari/a ku ytk.,Dalam bacaan Injil, dikisahkan bagaimana Bunda Maria memuliakan Allah dengan kidung Magnificat (Jiwaku memuliakan Tuhan). Dia adalah contoh seorang ibu dalam menghayati hidup doa. Kebiasaan doa ini tentu juga diwariskan kepada kanak-kanak Yesus. Menjelang Natal ini, kita diberi contoh teladan sosok seorang ibu…

  • Para Perempuan di Sekitar Yesus

    Percik Firman : Para Perempuan di Sekitar YesusJumat, 18 September 2020Bacaan Injil: Luk 8:1-3 “Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka” (Luk 8:3) Saudari/a ku ytk.,Saat saya membantu asistensi musim panas di sebuah paroki di Italia Utara, ada sekelompok ibu-ibu yang membantu bersih-bersih gereja pada hari-hari tertentu. Ada juga yang sudah datang ke gereja…

  • Mengatasi “Gegana”

    Percik Firman : Mengatasi “Gegana”Senin, 7 September 2020Bacaan Injil: Luk 6:6-11 “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”(Luk 6:9) Saudari/a ku ytk.,Dalam hidup sehari-hari kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak mudah. Pilihan itu bisa membuat orang menjadi dilema dan bingung. Bahkan bisa membuat orang menjadi…