Berharga di Mata Tuhan

Percik Firman: Berharga di Mata Tuhan
Jumat, 16 Oktober 2020
PF Santa Margarita Maria Alacoque (Perawan)
Bacaan Injil : Luk 12:1-7

“Jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit” (Luk 12:7)

Sdri/a ku ytk.,
Ada seorang seminaris yang merasa takut jika dia mengundurkan diri dari seminari. Dia takut orangtuanya akan marah. Dia takut tidak diakui lagi sebagai anak. Dia takut akan diusir dari rumah. Dia takut keluarganya akan malu. Padahal dia sudah menyadari bahwa dia tidak ingin menjadi imam.

Selama ini dia dipaksa ibunya untuk masuk seminari agar bisa menjadi imam. Dia merasa tertekan. Hari-hari di seminari dia merasa tidak bahagia.

Dalam pendampingan kepadanya, saya mengajaknya untuk jujur dengan dirinya, dengan orangtua dan dengan Tuhan. Seminari adalah tempat untuk berdiskresi, apakah panggilan hidupnya menjadi imam atau tidak.

Menjadi awam atau imam sama-sama luhur dan mulia. Semua panggilan, baik hidup berkeluarga maupun hidup imamat, bisa menjadi jalan untuk menuju kebahagiaan dan kekudusan.

“Menjadi imam atau tidak, kamu tetap berharga di mata Tuhan. Keterbukaan dan kejujuran adalah hal yang sangat penting dalam proses pemurnian panggilan di seminari. Hal itu akan membuat hati lega dan damai”, tegas saya.

Kalau mau jujur, setiap orang pasti punya ketakutan. Rasa takut adalah hal yang sangat wajar dan manusiawi. Menjadi tidak wajar jika kita terus-menerus dikuasai ketakutan itu. Ancaman atau teror kadangkala bisa juga membuat seseorang takut. Untuk sesuatu yang baik dan benar, kita diajak untuk tidak takut dan tidak gentar.

Sebagai orang beriman, kita diingatkan untuk tidak kehilangan pengharapan karena kita mempunyai Tuhan, Allah Bapa yang peduli dan mengerti kebutuhan kita, anak-anak-Nya.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita untuk tidak takut. Tuhan Yesus menguatkan dan menghibur kita, “Jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.” Ya, kita adalah pribadi yang mulia dan berharga di mata Tuhan. Tentu Dia tidak akan membiarkan kita dalam ketakutan yang berkepanjangan.

Tuhan pasti akan selalu menyertai kita dengan rahmat yang kita butuhkan. Bahkan Dia mengutus para malaikat-Nya untuk menjaga dan melindungi kita. Burung pipit saja begitu dicintai dan dipelihara-Nya, apalagi kita mahluk ciptaan-Nya yang paling mulia. Kita sudah diciptakan secitra dengan Allah. Kita adalah “Imago Dei”.

Berkali-kali dalam pengajaran-Nya, tercatat oleh para penginjil bahwa Tuhan Yesus menegaskan, “Jangan takut!” Dalam kitab suci, menurut para ahli ada 367 X kata ‘jangan takut’. Artinya, setiap hari dalam setahun, Tuhan mengingatkan kita untuk ‘jangan takut’.

Bahkan malah sisa khan? Karena setahun ada 365/366 hari. Mari kita terus berserah diri pada Tuhan dan mengolah ketakutan kita dalam terang iman.

Pada hari ini 16 Oktober Gereja merayakan peringatan fakultatif Santa Margarita Maria Alacoque. Anda yang berdevosi pada Hati Kudus Yesus pasti tahu. Santa Margarita Maria Alacoque merupakan tokoh yang berjasa mengembangkan devosi Hati Kudus Yesus. Dia berasal dari Prancis. Pada 20 Juni 1670, Margareta masuk biara di Paray-le-Monial.

Pada suatu hari, saat berlutut di depan altar, Suster Margarita melihat keajaiban. Altar seolah-olah menghilang. Tampaklah awan putih. Lalu, muncullah sosok Yesus. Tubuh-Nya bercahaya. Dada-Nya terbuka, sehingga tampaklah Hati Kudus-Nya. Di sekeliling hati itu terbentuk mahkota duri yang dikelilingi api bernyala. Di tengah hati itu, tampak sebuah salib yang indah.

Ia melihat Hati Yesus itu terluka dan meneteskan darah segar. Darah itu jatuh ke lengan baju-Nya yang bercahaya. Dari telapak tangan-Nya terpancar cahaya yang kudus. Tuhan Yesus meminta kepada Santa Margarita untuk percaya akan kasih-Nya dan per-HATI-an Nya yang luar biasa besar kepada manusia.

Pada 16 Oktober 1690, Suster Margarita meninggal dunia. Pada 13 Mei 1920, Paus Benediktus XV menganugerahinya gelar santa.

Pertanyaan refleksinya, ketakutan akan apa yang mewarnai hari-hari Anda akhir-akhir ini? Marilah kita bawa dan persembahkan hidup dan ketakutan kita kepada Tuhan Yesus yang memancarkan kasih Ilahi. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

#Y. Gunawan, Pr.

Similar Posts

  • njadi Warga yang Baik

    Percik Firman : Menjadi Warga yang BaikSenin, 17 Agustus 2020Hari Raya Kemerdekaan NKRIBacaan Injil: Mat 22:15-21 “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat 22:21) Saudari/a ku ytk.,Di tengah pandemi Covid-19 ini kita merayakan 75 tahun Indonesia merdeka. Pandemi ini telah menjadikan…

  • Bangga dengan Salib

    Percik Firman : Bangga dengan SalibSenin, 14 September 2020Pesta Salib SuciBacaan Injil: Yoh 3:13-17 “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yoh 3:17) Saudari/a ku ytk.,Beberapa waktu yang lalu di tengah masyarakat kita ada semacam “ketakutan” dari sekelompok orang. Mereka takut akan gambar atau benda yang berbentuk…

  • Nyala Api Kasih Tuhan

    Percik Firman: Nyala Api Kasih TuhanMinggu Paskah VII, 24 Mei 2020Hari Minggu Komsos SeduniaNovena Roh Kudus Hari ke-3Bacaan : Kis 1:12-14; 1Ptr 413Yoh 17:1-11a “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita” (Yoh 17:11) Sdri/a yang terkasih,Pada hari ini kita merayakan…

  • Memanggil Orang Berdosa

    Percik Firman : Memanggil Orang BerdosaSabtu, 16 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 2:13-17 “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17) Saudari/a ku ytk.,Dalam tradisi dan budaya berbagai bangsa, makan bersama merupakan tradisi yang sangat penting. Makan bersama menjadi tanda dan sarana membangun…

  • Mengusahakan Hati yang Baik

    Percik Firman: Mengusahakan Hati yang BaikRabu, 27 Januari 2021Bacaan Injil : Mrk 4:1-20 “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (Mrk 4:9) Saudari/a ku ytk.,Mendengarkan adalah kemampuan yang penting dalam menumbuhkan kebijaksanaan dalam hidup sehari-hari. Orang yang bijaksana biasanya mempunyai kemampuan mendengarkan yang baik. Mendengarkan apa? Mendengarkan masukan dari teman-temannya, rekan kerjanya, dsb. Juga…

  • Menembus Ruang dan Waktu

    Percik Firman: Menembus Ruang dan WaktuMinggu Paskah III, 18 April 2021Bacaan Injil : Luk 24: 35-48 Saudari/a ku ytk.,Ada orang yang diberi anugerah Tuhan untuk bisa melihat roh atau arwah orang yang sudah meninggal dunia. Ada yang bisa melihat roh itu ada di rumah, di jalan tol, di gereja, dan di makam. Bahkan ada orang…