Pintu Keselamatan

Percik Firman: Pintu Keselamatan
Minggu, 3 Mei 2020
Paskah IV – Minggu Panggilan
Bacaan Injil : Yoh 10:1-10

“Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat” (Yoh 10: 9)

Saudari/a ku ytk.,
Hari ini kita merayakan Hari Minggu Paskah IV sekaligus Hari Minggu Panggilan. Biasanya di banyak paroki diadakan aksi panggilan, promosi panggilan, dll. Tetapi karena kondisi wabah virus covid-19, kegiatan aksi panggilan dikemas secara lain.

Aksi panggilan diadakan secara live streaming. Misalnya, seperti yang dilakukan para frater dan romo praja (diosesan) Keuskupan Agung Semarang. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerja sama dengan Komisi Kepemudaan KAS (Tambo Jentera Muda). Taglinenya: “Aku dan Kamu Dipanggil untuk Melayani”.

Merenungkan bacaan Injil hari ini, kita diingatkan akan pribadi Yesus sebagai gembala yang baik. Seorang gembala yang baik dikenali dan diikuti oleh domba-dombanya. Dia menuntun domba-dombanya menuju pada keselamatan. Menurut Santo Yohanes Maria Vianey, seorang gembala yang baik, seorang pastor di hati Tuhan, adalah harta terbesar yang dapat dianugerahkan Allah yang baik kepada suatu paroki, dan adalah salah satu dari anugerah paling berharga dari kerahiman ilahi.

Selain itu, Yesus menyatakan diriNya sebagai pintu keselamatan. Yesus menegaskan, “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat”. Seorang imam adalah gembala umat. Berkat rahmat tahbisan, dia dapat menjadi penyalur rahmat sakramen kepada umat.

Atas sabda Yesus hari ini, saya teringat akan pernyataan Santo Yohanes Maria Vianey. Diungkapkan santo pelindung para imam ini, “Tanpa imam, wafat dan sengsara Tuhan kita Yesus Kristus tak akan ada artinya sama sekali. Imamlah yang melanjutkan karya penebusan di dunia. Apakah gunanya sebuah rumah penuh emas berlimpah, jika tak ada seorang pun yang membukakan pintunya bagimu! Imam memiliki kunci harta pusaka surgawi; imamlah yang membukakan pintunya bagimu; imam adalah pelayan Allah yang baik, penyalur harta kekayaan-Nya”.

Dalam perjalanan sejarah Gereja, kita tahu bahwa benih-benih panggilan dapat tumbuh subur karena peranan banyak orang yang peduli pada para (calon) imam. Salah satunya mereka yang mendoakan Doa Senakel (Gerakan Imam Maria).

Mari kita terus mendoakan para imam dan calon imam, baik secara pribadi maupun bersama. Bisa dalam paguyuban Doa Senakel, Paguyuban Wali Timbalan, Paguyuban Sabtu Imam, dsb. Mari kita ajak pula anak-anak kita berkunjung ke seminari, biara, susteran atau bruderan. Paling nggak kita juga pernah bertanya kepada anak-anak kita atau murid-murid kita: Besok menjadi imam ya dhik? Besok menjadi suster ya dhik?

Semoga di paroki-paroki semakin subur benih-benih panggilan menjadi imam, suster dan bruder. Mau menjadi agen perubahan zaman now? Mari teman-teman yang sekarang kelas 9 dan 12 bergabung di Seminari Menengah Mertoyudan.

Menjadi imam zaman now kereenn lho… Pendaftaran gelombang kedua masih dibuka sampai tanggal 26 Mei 2020. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Mewartakan Kisah Kasih Yesus

    Percik Firman: Mewartakan Kisah Kasih YesusSabtu, 30 Mei 2020Novena Roh Kudus Hari ke-9Bacaan Injil: Yoh 21:20-25 “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu” (Yoh 21:25) Sdri/a yang terkasih,Dulu ada lagu yang menjadi…

  • Totalitas dalam Mengikuti Kristus

    Percik Firman : Totalitas dalam Mengikuti KristusRabu, 30 September 2020PW St. Hieronimus (imam dan pujangga Gereja)Bacaan Injil: Luk 9:57-62 “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk 9:62) Sdri/a ku yang terkasih,Sabda Tuhan pada Peringatan Wajib Santo Hieronimus hari ini mengingatkan kita bagaimana totalitas dalam menjadi pengikut…

  • Berani Memikul Salib

    Percik Firman : Berani Memikul SalibMinggu Biasa XIII, 28 Juni 2020Bacaan Injil : Mat 10:37-42 “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:38) Saudari/a ku ytk.,Gereja menghormati Salib sebab Kristus ditinggikan di salib. Yesus menderita dan wafat di salib demi keselamatan semua manusia. Dengan salib-Nya Ia mengalahkan dosa dan maut….

  • Memanggil Orang Berdosa

    Percik Firman : Memanggil Orang BerdosaSabtu, 16 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 2:13-17 “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17) Saudari/a ku ytk.,Dalam tradisi dan budaya berbagai bangsa, makan bersama merupakan tradisi yang sangat penting. Makan bersama menjadi tanda dan sarana membangun…

  • Providentia Dei

    Percik Firman : Providentia DeiRabu, 7 Juli 2021Bacaan Injil: Mat. 10:1-7 “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan” (Mat 10:1) Saudari/a ku ytk.,Tuhan memanggil, Tuhan pula menyertai dengan rahmat-Nya. Ketika Dia sudah memilih dan mengutus kita, Tuhan pasti akan memberi…

  • Membuka Hati

    Percik Firman : Membuka HatiSelasa, 14 Juli 2020Bacaan Injil: Mat 11:20-24 ”Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida!” (Mat 11: 21) Saudari/a ku ytk.,Kita tahu bahwa dalam Sakramen Tobat ada tiga unsur penting, yaitu mengakui dosa, menyesali dosa dan membangun niat untuk lebih baik. Di sana ada semangat dasar yang dituntut, yakni keterbukaan hati akan rahmat…