Percik Firman : Membuka Hati
Selasa, 14 Juli 2020
Bacaan Injil: Mat 11:20-24

”Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida!” (Mat 11: 21)

Saudari/a ku ytk.,
Kita tahu bahwa dalam Sakramen Tobat ada tiga unsur penting, yaitu mengakui dosa, menyesali dosa dan membangun niat untuk lebih baik. Di sana ada semangat dasar yang dituntut, yakni keterbukaan hati akan rahmat kerahiman Allah. Keterbukaan hati menjadi kunci penting agar kita mengalami keselamatan.

Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus menyampaikan sabda celaka. Dia mengecam beberapa kota yang warganya tidak mau membuka hati akan kasih Allah. Mereka adalah Khorazim, Betzaida dan Kapernaum. Mereka tidak mau bertobat. Mereka tidak mau membuka hatinya akan pewartaan kasih Allah lewat Yesus. ”Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida!” tegas Yesus.

Keselamatan terjadi ketika orang mau menanggapi tawaran kasih Allah itu. Kebahagiaan dialami ketika orang mau membuka hati untuk dibimbing Tuhan. Sabda celaka ini disampaikan Tuhan Yesus karena orang-orang di kota itu tidak percaya dan tetap menutup hati.

Hidup ini memang pilihan. Kita yang hidup pada zaman ini juga mempunyai pilihan. Kita bisa memilih: mau percaya atau tidak percaya. Kita mau membuka hati atau menutup hati. Kita mau memilih sabda bahagia atau sabda celaka. Keputusan ada di tangan kita masing-masing.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana situasi batin Anda akhir-akhir ini? Hidup Anda lebih diwarnai membuka hati dan menutup hati terhadap sapaan Tuhan? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr