Totalitas dalam Mengikuti Kristus

Percik Firman : Totalitas dalam Mengikuti Kristus
Rabu, 30 September 2020
PW St. Hieronimus (imam dan pujangga Gereja)
Bacaan Injil: Luk 9:57-62

“Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk 9:62)

Sdri/a ku yang terkasih,
Sabda Tuhan pada Peringatan Wajib Santo Hieronimus hari ini mengingatkan kita bagaimana totalitas dalam menjadi pengikut Yesus. Kita harus total, tidak setengah-setengah. Yesus menghendaki agar kita sungguh-sungguh mengikutiNya dalam mewartakan Kerajaan Allah.

Kita juga harus siap menghadapi aneka risikonya. Bahkan harus siap terluka dan menderita. Maka dalam Injil hari ini Tuhan Yesus menegaskan, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Totalitas dan kesungguhan dalam mengikuti Kristus ini pula yang diteladankan Santo Hieronimus (342-420). Nama lengkap Eusebius Hieronimus Sophronius. Lahir tahun 342 di Stridon, tepatnya di kota kecil perbatasan Pannonia, Dalmatia dan Italia. Ayahnya seorang yang saleh. Ia mendidik Hieronimus dalam hidup kristiani yang taat.

Dia pernah sakit beberapa saat. Dalam keadaan sakit itulah Hieronimus mengalami suatu sentuhan Tuhan yang begitu mendalam. Pengalaman ini memberikan pengaruh yang besar mengenai kematangan hidup rohaninya.

Sebagai manusia dia mengalami godaan kedagingan. Untuk meredam godaan dari kedagingan, Hieronimus menambah aktivitas hariannya dengan belajar bahasa dan tulisan Ibrani.

Hieronimus dapat melihat bahwa segala kelemahan itu hidup dalam dirinya. Ia berkata “Aku sungguh bersyukur kepada Tuhan, karena aku dapat memetik buah-buah yang manis dari segala pelajaran yang pahit yang telah aku alami selama ini.”

Hieronimus dikenal sebagai imam dan pujangga Gereja. Dia berjasa dalam menerjemahkan Kitab Suci yang kita punya sekarang. Ia menerjemahkan teks Kitab Suci dari bahasa asli (Ibrani) ke dalam bahasa Latin.

Terjemahannya dalam bahasa Latin ini disebut Vulgata. Hasil karya Santo Hieronimus ini telah dinyatakan oleh Konsili Trente sebagai sumber dan acuan resmi Kitab Suci berbahasa Latin dalam Gereja Katolik. Juga menjadi sumber dan acuan dari versi-versi kitab suci yang diterjemahkan dengan bahasa-bahasa lain, seperti bahasa Italy, bahasa Inggris, Jerman, Indonesia, Jawa, dsb.

Santo Hieronimus menegaskan, “Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus” (Ignoratio Scripturarum, Ignoratio Christi Est). Hieronimus telah dibangkitkan oleh Tuhan dengan cara yang khusus dan istimewa. Gereja memberinya gelar yang tertinggi dari semua Doktor yang ada dalam Gereja untuk penerjemahan Kitab Suci.

Paus Clement VIII menyebut St. Hieronimus sebagai manusia yang dibimbing secara ilahi dalam menerjemahkan Kitab Suci itu. Ia dipersiapkan dengan begitu luar biasa oleh Tuhan. Dia juga seorang insan Allah. Dia senantiasa berusaha mencari Allah dalam kesunyian dan keheningan untuk dapat bersatu dengan-Nya.

Santo Hieronimus meninggal dunia dengan damai pada tanggal 30 september 420. Ia dimakamkan di bawah Gereja Nativity di Betlehem. Lama sesudah itu jenasahnya dipindahkan ke Roma. Hieronimus digambarkan bersama dengan seekor singa, yang melambangkan ketidakgentaran dan keberaniannya dalam membela kebenaran iman yang sejati.

Ketekunan Santo Hieronimus dalam doa dan kepekaan terhadap bimbingan Roh Kudus, memberi dia kemampuan untuk mengenal dan memahami kehendak Tuhan melalui SabdaNya.

Pertanyaan refleksinya, seberapa jauh Anda mempunyai totalitas dalam mengikuti Kristus, baik dalam sehat maupun sakit? Bagaimana komitmen Anda dalam membaca Kitab Suci selama ini? Berkah Dalem dan salam teplok dari bumi Mertoyudan

.# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Pergulatan Batin

    Percik Firman : Pergulatan BatinKamis, 28 September 2023Bacaan Injil : Luk. 9: 7-9 Saudari/a ku ytk.,Setiap orang tentu pernah mengalami pergulatan batin. Ada aneka bentuk pergulatan batin. Tak jarang pergulatan batin itu diikuti dengan perasaan cemas, takut, gelisah, ragu-ragu, bingung, dsb. Tidak ada hanya orang kecil yang mengalami pergulatan batin, seorang pemimpin atau raja pun…

  • Doa yang kabul dan yang mandul

    Percik Firman : Doa yang kabul dan yang mandulSabtu, 9 Maret 2024Bacaan Injil: Luk 18:9-14 Saudari/a ku ytk.,Melalui sabda Tuhan hari ini, kita disadarkan akan sikap berdoa yang benar dan isi doa yang baik. Yang dituntut pertama-tama dalam berdoa adalah sikap merendahkan diri di hadapan Allah, bukan menyombongkan diri. Orang Farisi berdoa dengan penuh percaya…

  • Mengasihi Allah dan Sesama

    Percik Firman : Mengasihi Allah dan SesamaJumat, 21 Agustus 2020PW St. Pius X, PausBacaan Injil: Mat 22:34-40 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat 22:37) Saudari/a ku ytk.,Dalam bacaan Injil pada peringatan wajib Santo Pius X hari ini dikisahkan ada seorang ahli Taurat yang bertanya kepada…

  • Berkarya dalam ‘Garis Bengkok’ Hidup Manusia

    Percik Firman : Berkarya dalam ‘Garis Bengkok’ Hidup ManusiaSelasa, 8 September 2020Pesta Kelahiran Santa Perawan MariaBacaan Injil : Mat 1:1-16.18-23 “Mereka akan menamakan Dia Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita”(Mat 1:23) Saudari/a ku ytk.,Saya bersyukur karena dua minggu ini mendapat kabar bahwa ada beberapa umat yang sembuh dari virus korona. Sebelumnya mereka sudah dinyatakan positif…

  • Dijamah Yesus

    Percik Firman : Dijamah YesusJumat, 26 Juni 2020Bacaan Injil : Mat 8:1-4 “Yesus mengulurkan tangan-Nya dan menjamah orang itu” Saudari/a ku ytk., Yesus diimani sebagai Yang Kudus dari Allah. Bacaan Injil hari ini mengungkapkan tangan Yesus menjamah tubuh si kusta. Bagi masyarakat Yahudi, orang sakit kusta dianggap najis dan berdosa. Maka, perlu dijauhi dan dihindari….

  • Pendosa Dipanggil Tuhan

    Percik Firman : Pendosa Dipanggil TuhanSenin, 21 September 2020Pesta Santo Mateus, Rasul dan Pengarang InjilBacaan Injil: Matius 9:9-13 “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mat 9:13) Saudari/a ku ytk.,Ada sebuah keluarga yang dikenal tidak baik oleh masyarakat sekitar karena pekerjaan dan perilakunya. Anak-anaknya juga dikenal ndugal. Hampir setiap hari mereka menjadi…