Jalan Kemuridan

Percik Firman: Jalan Kemuridan
Jumat, 7 Agustus 2020
Bacaan Injil: Mat 16:24-28

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya 1 dan mengikut Aku” (Mat 16:24)

Saudari/a ku ytk.,
Di dalam salah satu fokus pembinaan calon imam di Seminari Mertoyudan, dinyatakan bahwa seminaris mendalami hidup doa dan keheningan sebagai jalan untuk mengenal, mencintai, dan mengikuti Yesus Kristus. Di sana ada 3 kata kunci dalam proses kemuridan, yakni mengenal, mencintai dan mengikuti Yesus. Buah dari mengikuti Yesus adalah hati damai, ayem tentrem.

Keyakinan itu tertuang dalam sebuah lagu yang cukup terkenal “Sakjege aku ndherek Gusti”. Berikut ini liriknya:
Sakjeke aku ndherek Gusti/ Uripku tansah diberkahi/
Atiku ayem tentrem/ Atiku ayem tentrem/
Kabeh iku Gusti Yesus sing maringi//

Reff:
Matur nuwun, matur nuwun/
Matur nuwun Gusti Yesus, kula matur nuwun/
Matur nuwun, matur nuwun/
Matur nuwun Gusti Yesus, kula matur nuwun.

Bacaan Injil hari ini menguraikan bagaimana jalan kemuridan itu harus dihayati oleh para rasul dan kita semua. Ada 3 syarat untuk menjadi murid Yesus, yaitu: menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Yesus.

Menyangkal diri adalah menempatkan kebenaran dan kehendak Allah lebih tinggi daripada keinginan pribadi. Menyangkal diri berarti menyangkal keinginan daging kita, baik ego, ambisi, pikiran, perasaan maupun kehendak diri sendiri, lalu bertekad melakukan apa yang Tuhan Yesus kehendaki. Penyangkalan diri melibatkan pertobatan yang terus-menerus, karena penyangkalan diri melibatkan kerendahan hati – yang menjadi dasar dari pertobatan dan spiritualitas Katolik.

Memikul salib berarti mau menderita bagi Kristus dan siap menerima memanggul salibnya sendiri, bukan salibnya Yesus lho (kewanen kalau kita memanggul Salib-Nya Yesus). Menderita bisa berupa diperlakukan tidak adil, dibenci, dikucilkan, diintimidasi oleh orang lain karena status kita sebagai pengikut Kristus.

Mengikuti Yesus artinya taat melakukan firman Tuhan. Yesus pernah bersabda, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” Saat kita taat melakukan firmanNya, kita sedang melangkah menuju standar seperti Yesus. Pada saat kita berkomitmen untuk menjadi murid Yesus, kita sedang belajar untuk berpikir, berperasaan, dan berkehendak seperti Tuhan Yesus.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana komitmen Anda mengikuti Yesus sampai saat ini? Apakah pikiran, perkataan dan tindakan Andam sebagai murid Kristus sudah sesuai dengan firman dan ajaran-Nya? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Menanggapi Undangan Tuhan

    Percik Firman : Menanggapi Undangan TuhanKamis, 20 Agustus 2020PW St. Bernardus, Abas dan Pujangga GerejaBacaan Injil: Mat 22:1-14 “Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu” (Mat 22:9) Saudari/a ku ytk.,Bagaimana rasanya jika Anda diundang untuk pesta? Mungkin ada yang merasa senang, terharu, bingung,…

  • “Betesda” Masa Kini

    Percik Firman: Menjadi “Betesda” Masa KiniSelasa, 12 Maret 2024Bacaan Injil : Yoh 5:1-16 Saudari/a ku ytk.,Pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringatkan akan pengalaman seorang pasutri yang lama berdoa dan mengharapkan belaskasih Tuhan. Mereka tidak pernah menyerah. Mereka tidak putus asa. Mereka percaya bahwa pertolongan dan belaskasih Tuhan pasti datang….

  • Pertobatan Hati

    Percik Firman : Pertobatan HatiMinggu Biasa XXII, 29 Agustus 2021Bacaan Injil: Mrk. 7:1-8.14-15.21-23 Saudari/a ku ytk.,Dalam salah satu sarasehan yang membahas seputar iman Katolik, ada seorang OMK yang bertanya pada saya: “Romo, saya ditanya teman muslim. Kenapa kamu orang katolik makan B2 dan B1? Bukankah itu makanan haram? Mohon penjelasan, Romo.” Soal haram dan halal…

  • Pelita yang Menyala

    Percik Firman : Pelita yang MenyalaKamis, 14 Maret 2024Bacaan Injil : Yoh 5:31-47 “Yohanes adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu” (Yoh 5:35) Saudari/a ku ytk.,Ada sebuah pepatah bijak yang mengatakan, “Lebih baik menyalakan sebuah lilin kecil di tengah kegelapan daripada mengutuki kegelapan”. Nasihat itu mengingatkan…

  • Kekaguman pada Yesus

    Percik Firman : Kekaguman pada YesusJumat, 9 Feb 2024Bacaan Injil : Mrk 7:31-37 Saudari/a ku ytk.,Kekaguman. Satu kata itu yang muncul dalam pikiran saya saat merenungkan sabda Tuhan hari ini. kekaguman pada siapa? Pada Yesus. Kekaguman atas apa? Atas pribadi dan mukjizat Yesus. Dia menyembuhkan orang yang tuli dan gagap. Orang banyak kagum dan tercengang,…