Ajakan Bersyukur

Percik Firman : Ajakan Bersyukur
Rabu, 15 Juli 2020
PW Santo Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja
Bacaan Injil: Mat 11:25-27

”Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi!” (Mat 11: 25)

Saudari/a ku ytk.,
Orang yang bersyukur adalah orang yang beriman. Bersyukur menjadi tanda bahwa seseorang itu beriman. Bersyukur bisa membuat orang bahagia. Rasa syukur itu membahagiakan.

Saat masih menjadi ketua UNIO Keuskupan Agung Semarang (KAS), paguyuban para Imam Diosesan KAS, Rama Ignatius Suharyo Pr (kini Kardinal Suharyo) pernah menegaskan pada tahun 1991 demikian, ”Bersyukur itu membahagiakan, membebaskan dan menyelamatkan. Sebaliknya orang tidak tahu bersyukur, segala sesuatu adalah kewajiban, beban, paksaan atau nasib”.

Demikian pula dalam Surat kepada Para Imam Praja di KAS pada tanggal 3 April 1980, Kardinal Darmojuwono mengungkapkan, ”Orang yang dapat berterimakasih (bersyukur) secara ikhlas dan jujur adalah orang yang bahagia. Sebaliknya, orang yang sukar melihat karunia Tuhan dan mudah melihat kekurangan saja akan merasakan suatu tekanan”.

Dalam bacaan Injil pada Peringatan Wajib Santo Bonaventura (1221-1274) hari ini, kita mendapat teladan pribadi yang bersyukur, yaitu Yesus sendiri. Dalam doa kepada BapaNya, Yesus pertama-tama mengucap syukur. Dikatakan, ”Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi!”

Rasa syukur itu didasarkan pada kenyataan bahwa Allah menyatakan banyak hal kepada orang kecil, bukan kepada orang yang cerdik pandai. Orang kecil mempunyai keutamaan sikap rendah hati untuk dibimbing Tuhan dan mengandalkan Tuhan.

Santo Bonaventura yang kita peringati hari ini juga memberikan kita warisan teladan pribadi yang bersyukur, pribadi yang beriman dan rendah hati. Ketika kecil dia sakit-sakitan. Ia lahir di Bagnoregio, sebuah kota di Provinsi Viterbo, Italia tengah (±120km dari Roma) yang dibangun pada zaman peradaban Etruscans sekitar 2.500 tahun yang lalu.

Bangunannya unik dan khas. Letaknya yang berada di atas bukit tampak seperti mengambang. Bukit ini terbuat dari lapisan batu vulkanik khas Italia tengah yang terbentuk setelah letusan gunung berapi beberapa ribuan tahun yang lalu. Saya bersyukur pernah berziarah ke sana.

Santo Bonaventura bergabung dengan Ordo Fransiskan (O.F.M.) yang pada waktu itu masih baru. Ia menjadi penulis terkenal. Meskipun demikian, ia selalu bersikap rendah hati. Kasihnya kepada Tuhan demikian besar, sehingga orang memanggilnya dengan sebutan “Doctor Seraphicus”. Seraphicus artinya seperti malaikat.

Pada tahun 1273, Paus Gregorius X mengangkat Bonaventura menjadi Kardinal, sehingga menerima topi merah besar yang melambangkan jabatan kardinal. Ia berjasa besar dalam Konsili Lyon tahun 1274. Bonaventura wafat secara mendadak pada 1274. Paus berada di sisinya ketika ia wafat. Ia dinyatakan santo tahun 1482 oleh Paus Sixtus IV. Pada tahun 1588, Paus Sixtus V memberinya gelar Pujangga Gereja.

Sebelum wafatnya, St. Bonaventura meninggalkan warisan kata-kata yang sangat indah: “Jika kamu bertanya bagaimana hal-hal semacam itu dapat terjadi, carilah jawabnya dengan rahmat Tuhan, bukan dengan ajaran; carilah dengan kerinduan hati, bukan dengan pengetahuan; dan carilah dengan doa, bukan dengan penyelidikan.”

Marilah pada hari ini kita mengumpulkan aneka alasan yang bisa membuat kita bersyukur. Selamat ulang tahun ke-65 untuk UNIO KAS hari ini. Juga selamat ulang tahun ke-60 untuk mamakku yang luar biasa. Semoga makin diberkati Tuhan dan makin menjadi pribadi yang bersyukur. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Memancarkan Pengharapan

    Percik Firman : Memancarkan PengharapanKamis, 1 Februari 2024Bacaan Injil: Mrk. 6:7-13 Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk menjadi pribadi yang siap sedia mewartakan dan memancarkan pengharapan. Para murid dipanggil, diberkati dan diutus membawa kabar sukacita dan pengharapan bagi siapa saja. Para murid pergi memberitakan bahwa orang harus bertobat dan mereka mengusir banyak…

  • Sosok Ibu yang Menep

    Percik Firman: Sosok Ibu yang MenepSabtu, 20 Juni 2020PW Hati Tersuci Santa Perawan MariaBacaan Injil: Luk 2: 41-51 “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Luk 2:49) Saudari/a ku ytk.,Dalam salah satu kesempatan pertemuan para staf Seminari dengan para orangtua seminaris, ada orangtua yang bersharing mengenai kegiatan…

  • Hati yang Berbelaskasih

    Percik Firman: Hati yang BerbelaskasihSelasa, 7 Juli 2020Bacaan Injil: Mat 9:32-38 “Melihat orang banyak itu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasih kepada mereka” (Mat 9:36) Saudari/a ku ytk.,Pernah suatu hari saya misa sampai tiga kali karena kebutuhan pelayanan pastoral umat dan kondisi keterbatasan tenaga imam. Pertama, misa Sabtu sore di gereja paroki jam 17.30. Kedua,…

  • Refleksi

    Mensyukuri Kelahiran Pada bulan September Gereja merayakan Pesta Kelahiran Bunda Maria. Pesta ini dirayakan setiap tanggal 8 September. Saat merefleksikan Pesta Kelahiran Bunda Maria ini, saya teringat akan sebuah keluarga yang selalu memberikan nama ‘Maria’ kepada semua anaknya, baik laki-laki maupun perempuan. Keluarga itu adalah keluarga pasutri Hubertus Soekarto Pudjosumarto dan Agnes Soekarti Pudjosumarto. Pasutri…

  • Jumat Agung – Salib Suci

    Bagi orang Yahudi, salib adalah penghinaan. Mengapa disebut penghinaan? Karena salib bagi mereka adalah tempat penyiksaan bagi orang-orang berdosa, orang jahat, dan yang pantas mendapat hukuman mati. Sedangkan bagi orang Yunani, salib adalah kebodohan. Mengapa disebut kebodohan? Karena mereka berpikir, “Masak sich seorang Raja kok mati di kayu salib.” Bagi sekelompok tertentu, Salib itu menakutkan….