Intinya Inti Hukum

Percik Firman : Intinya Inti Hukum
Minggu Biasa XXX, 25 Oktober 2020
Bacaan Injil : Mateus 22: 34-40

“Seorang ahli Taurat bertanya untuk mencobai Dia” (Mat 22:35)

Saudari/a ku ytk.,
Saat masih di Sekolah Dasar, kita mendengar ada peribahasa, “Malu bertanya sesat di jalan.” Pesan dari peribahasa tersebut, yaitu: jika kamu tidak tahu, bertanyalah kepada orang yang lebih tahu, supaya tidak tersesat atau keliru. Di sana ada nilai kerendahan hati yang mau ditanamkan. Juga ada nilai kemurahan hati untuk berbagi informasi kepada sesama.

Biasanya apa tujuan orang bertanya? Biasanya ingin tahu lebih mendalam atas sesuatu yang dia tanyakan. Tetapi ada orang yang bertanya dengan tujuan lain, yaitu mencari celah untuk menyalahkan dan menjebak orang yang ditanyai dengan jawaban yang diberikan. Kalau ini namanya kurang ajar alias tidak baik.

Itulah yang dialami Tuhan Yesus saat berhadapan dengan tiga (3) kelompok orang Yahudi yaitu: Orang Saduki, Orang Farisi, dan Ahli Kitab. Tiga kelompok itu menjebak Yesus dengan pertanyaan.

Orang Saduki bertanya tentang kebangkitan badan, dan syukurlah Yesus bisa menjawab dengan baik, sehingga mereka tidak dapat berkutik lagi. Orang Farisi menjebak Yesus dengan pertanyaan tentang membayar pajak kepada kaisar, dan syukurlah Yesus juga bisa menjawabnya dengan bijak.

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan giliran Ahli Kitabyang bertanya kepada Yesus untuk mencobai Dia. Mereka bertanya tentang sesuatu yang dipandang sungguh sulit, yaitu: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”

Padahal Hukum Taurat ada 613 butir. Mereka membagi hukum Taurat itu menjadi 248 perintah dan 365 larangan.

Yesus tahu arah pertanyaan mereka untuk menjebak-Nya. Maka Yesus dengan bijaksana menegaskan bahwa inti dari Hukum Taurat adalah mencintai Allah dan mencintai sesama manusia. Yang dikenal dengan Hukum Kasih. Dengan jawaban ini, Yesus telah merangkum semua Hukum Taurat, yang disebutkan dalam Kitab Ulangan (Ul 6:5) dan Kitab Imamat (Im 19:18).

Santo Thomas Aquinas dan Santo Yohanes Salib menguraikan ada tiga tingkatan untuk mengasihi Allah:

1) Tingkatan pemula (beginners): seseorang berusaha agar dia tidak jatuh ke dalam dosa berat dan berusaha melawan kecenderungan berbuat dosa. Dalam tahap ini, seseorang masih berfokus pada bagaimana caranya untuk menghindari dosa-dosa yang sering dilakukan.

2) Tahap kedua (Illuminative Way): seseorang tidak lagi berfokus pada menghindari dosa, melainkan pada bagaimana bertumbuh dalam kebaikan. Dia membuat kemajuan spiritualitas dalam terang iman dan kontemplasi. Dia mulai berfikir apa yang dapat dilakukannya untuk semakin memuliakan Tuhan. Dia bertumbuh dalam kasih dengan cara berbuat kasih dan berusaha menjadi berkat bagi orang lain.

3) Tahap sempurna (Heroic Love): seseorang secara sadar tidak mau melakukan dosa yang berat dan dosa yang kecil. Walaupun kadang dia masih melakukan dosa kecil, namun dosa itu terjadi dengan tidak disengaja. Dia mempunyai hati yang besar, sehingga membuatnya dapat menyingkirkan hal-hal dunia, agar dia dapat semakin bersatu dengan Tuhan. Dia mempunyai derajat kerendahan hati yang sempurna.

Tiga tingkat kesempurnaan kasih itu juga berhubungan dengan kasih kita terhadap sesama. Di tingkat awal, seseorang akan mengasihi orang-orang yang ia kenal tanpa mengabaikan orang-orang lain. Di tingkat kedua, seseorang dapat mengasihi orang-orang asing yang tidak dikenalnya.

Dan di tingkat kesempurnaan, ia dapat mengasihi musuh-musuhnya, orang yang membenci, maupun orang yang telah menyakiti hatinya. Dalam proses itu kita dapat bertumbuh dari tingkat awal ke tingkat yang lebih tinggi. Namun kita juga dapat jatuh dari tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang paling awal.

Hanya dengan rahmat Allah, kesediaan untuk terus bekerjasama dengan rahmat Allah dan karunia Roh Kudus, memungkinkan kita dapat mencapai kesempurnaan kasih.

Pertanyaan Refleksinya: Apakah Anda pernah menjebak dan berusaha mencari kesalahan orang lain untuk menjatuhkannya? Sebagai Murid Kristus, apa niat Anda untuk menghayati Hukum Kasih itu? Selamat hari Minggu. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Bertanggungjawab

    Percik Firman : BertanggungjawabRabu, 21 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 12:39-48 “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” (Luk 12:43) Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk bisa bertanggungjawab dan diandalkan. Tuhan Yesus bersabda, “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” Salah satu…

  • Ibuku Luar Biasa

    Kamis, 22 Desember 2022Bacaan Injil: Luk 1:46-56 “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Luk 1:46) Saudari/a ku ytk.,Hari ini tgl 22 Desember kita sebagai bangsa Indonesia merayakan Hari Ibu. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25…

  • Duta Cinta Kasih

    Percik Firman: Duta Cinta KasihMinggu, 22 November 2020HR Kristus Raja Semesta AlamBacaan Injil : Mat 25:31-46 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25:40) Saudara-saudariku yang terkasih,hari ini kita merayakan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta…

  • Makna Pelayanan

    Percik Firman : Makna PelayananRabu, 28 Feb 2024Bacaan Injil: Mat. 20:17-28 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (Mat 20:28). Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan makna pelayanan yang sejati. Pelayanan butuh pengorbanan. Yesus datang ke dunia untuk melayani, bahkan mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan manusia. Bacaan Injil hari…

  • Penyertaan Tuhan

    Percik Firman: Penyertaan TuhanKamis, 21 Mei 2020Hari Raya Kenaikan TuhanBacaan Injil: Mat 28:16-20 “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20) Sdri/a yang terkasih,Selama bulan Mei ini, banyak orang Katolik mendoakan doa Rosario. Bahkan para Bapa Uskup berkenan memimpin doa Rosario ”Laudato Si” setiap malam secara bergiliran dan bisa diikuti umat via youtube….

  • Pemuda yang Pemberani

    Percik Firman: Pemuda yang PemberaniSelasa, 6 Feb 2024PW St. Paulus Miki, dkk martirBacaan Injil : Mrk. 7: 1-13 Saudari/a ku ytk.,Ada berbagai alasan orang ikut misa di gereja, antara lain: khotbah imamnya bagus, gedung gerejanya nyaman, umatnya ramah, lokasi parkir dekat gereja, nostalgia dengan gerejanya, ingin membawa intensi doa dalam misa, rindu menyambut Tubuh Kristus,…