Apakah yang kamu cari?

Percik Firman : Apakah yang kamu cari?
Minggu Biasa II, 17 Januari 2021
Bacaan Injil: Yoh 1:35-42

Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” (Yoh 1:38)

Saudari/a ku ytk.,
Apa yang ingin Anda cari dalam hidup ini? Apa yang Anda rindukan saat ini? Jawabannya bisa bermacam-macam. Tergantung situasinya. Pasangan suami-isteri yang sudah lama menikah dan belum diberi momongan oleh Tuhan, tentu merindukan anak. Anda yang sudah lulus kuliah tentu ingin segera mendapat pekerjaan.

Anda yang sudah lama bekerja di sebuah yayasan merindukan diangkat menjadi pegawai atau guru tetap. Anda yang masih bujang merindukan segera menemukan pasangan hidup yang baik dan seiman. Atau Anda merindukan petunjuk dari Tuhan agar dapat menentukan pilihan hidup: mau menikah atau selibat (menjadi romo atau suster).

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, kita semua tentu merindukan dan menginginkan badan tetap sehat, segera mendapat vaksin, hidup bahagia, rejeki lancar dan kehidupan kembali normal.

Singkatnya, ada bermacam-macam kerinduan dan keinginan yang dimiliki setiap orang. Kerinduan yang satu dengan yang lain bisa sama, bisa juga berbeda. Tentu kita semua merindukan, mencari dan menginginkan sesuatu yang baik: kebahagiaan atau keselamatan.

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus bertanya, ”Apakah yang kamu cari?”. Inilah kata-kata pertama (dalam bentuk pertanyaan) yang diucapkan Yesus dalam Injil Yohanes. Pertanyaan tersebut mempunyai gema yang khusus dan sangat mewarnai keseluruhan Injil.

Dalam kata-kata pertama tersebut Yesus tidak mewartakan, tidak mewahyukan dan juga tidak memerintahkan sesuatu. Tetapi Yesus mengajukan sebuah pertanyaan mendasar bagi hidup kita manusia.

Pertanyaan Tuhan Yesus kepada dua murid Yohanes yang mendatangiNya itu sangat inspiratif bagi kita. Pertanyaan tersebut menjadi titik tolak dan membawa para murid ke pusat pencarian dan kerinduan terdalam di dalam hidup di dunia ini.

Menurut para ahli Kitab Suci, pertanyaan itu merupakan pertanyaan pertama dari 44 pertanyaan yang disampaikan Yesus dalam keseluruhan Injil Yohanes. Dan pada bagian bab terakhir Injil Yohanes, kita juga dapat membaca bahwa pertanyaan tersebut akan muncul lagi dengan variasinya, ”Siapakah yang sedang engkau cari?” (Yoh 20:15). Saat itu Tuhan Yesus bertanya kepada Maria Magdalena saat mengunjungi makamNya.

Dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus mengundang kita untuk sadar dan menyadari akan keinginan dan kerinduan-kerinduan kita. Dia juga mengundang kita untuk mengungkapkan keinginan dan kerinduan kita kepada-Nya: Apa yang menjadi kerinduan kita dan keinginan terdalam dan sejati?

Jawaban terhadap pertanyaan tersebut sangat penting karena di dalam kerinduan terdalam itu kita dapat mengenali dan menangkap kehendak Allah (maneges kersa Dalem Gusti). Sebagai orang beriman, kita diingatkan untuk bersyukur dalam situasi apapun.

Ada ungkapan inspiratif: ”Orang yang hidupnya miskin menderita. Orang yang hidupnya kaya juga menderita. Orang yang sibuk hidupnya menderita. Orang yang menganggur hidupnya menderita. Hanya orang yang bisa bersyukurlah yang hidupnya bahagia”.

Marilah kita memohon hati yang penuh syukur dalam mencari dan mengupayakan kerinduan kita. Orang yang bersyukur adalah orang yang selalu terbuka dan membuka diri akan undangan Tuhan ”Marilah dan kamu akan melihatnya”. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Seminari Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Berdoa Koronka di Tengah Wabah Corona

    Percik Firman : Berdoa Koronka di Tengah Wabah CoronaMinggu, 19 April 2020Hari Minggu Paskah II – Pesta Kerahiman IlahiBacaan: Yoh. 20:19-31 “Damai sejahtera bagi kamu!” (Yoh 20:21) Saudari/a ku ytk.,Pada saat Pesta Kerahiman Ilahi tahun 2019 yang lalu, saya ikut misa konselebrasi bersama Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan. Bertempat di Gereja Roh Kudus (La…

  • Firman: Inti Hukum Taurat

    Percik Firman: Inti Hukum TauratJumat, 8 Maret 2024Bacaan Injil: Mrk 12:28-34 Saudari/a ku ytk.,Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan ahli Kitab bertanya kepada Yesus. Dia bertanya tentang sesuatu yang dipandang sungguh sulit, yaitu “Perintah manakah yang paling utama?” Padahal Hukum Taurat dalam masyarakat Yahudi berisi 613 butir. Mereka membagi Hukum Taurat itu menjadi dua bagian,…

  • Menghujat Roh Kudus

    Percik Firman: Menghujat Roh KudusSabtu, 17 Oktober 2020PW St Ignatius dari Antiokhia (Uskup dan Martir)Bacaan Injil : Luk 12:8-12 “Barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni” (Luk 12:10) Saudari/a ku ytk.,Kita mengenal bahwa dalam Sakramen Tobat ada 3 unsur penting. Ke-3 unsur tersebut, yaitu: mengakui dosa, menyesali dosa, dan membangun niat. Agar mendapat rahmat…

  • “Betesda” Masa Kini

    Percik Firman: Menjadi “Betesda” Masa KiniSelasa, 12 Maret 2024Bacaan Injil : Yoh 5:1-16 Saudari/a ku ytk.,Pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringatkan akan pengalaman seorang pasutri yang lama berdoa dan mengharapkan belaskasih Tuhan. Mereka tidak pernah menyerah. Mereka tidak putus asa. Mereka percaya bahwa pertolongan dan belaskasih Tuhan pasti datang….

  • Kesetiaan Merawat

    Percik Firman: Kesetiaan MerawatJumat, 13 Agustus 2021Bacaan Injil: Mat 19: 3-12 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya ingat beberapa pasutri katolik yang sudah menikah sekian tahun, belum diberi anak oleh Tuhan. Mereka tetap rukun, kompak, dan setia. Anak memang anugerah Tuhan. Anak tidak menjadi alasan untuk berkonflik, apalagi bercerai. Mereka sadar betul bahwa…

  • Menjual Tuhan

    Percik Firman : Menjual TuhanRabu, 31 Maret 2021Bacaan Injil: Mat 26:14-25 “Yudas berkata: ‘Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” (Mat 26:15) Saudari/a ku ytk.,Ada orang yang berpindah agama demi mendapat promosi jabatan. Ada pula yang demi karier berpindah agama. Ada orang yang berkomentar, “Tuhan ditukar dengan sepiring nasi”. Atau…