Makna Baru Berpuasa

Percik Firma : Makna Baru Berpuasa
Senin, 18 Januari 2021
Hari ke-1 Pekan Doa Sedunia Kesatuan Umat Kristiani
Bacaan Injil: Mrk. 2:18-22

“Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” (Mrk 2:18)

Saudari/a ku ytk.,
Saat masih kecil saya pernah puasa Senin Kamis dan Puasa weton. Puasa Senin Kamis saya lakukan saat punya permohonan tertentu. Sedangkan puasa weton saya lakukan setiap 35 hari sekali (selapan) saat memperingati weton kelahiran saya.

Kata orangtua, puasa weton untuk mensyukuri kehidupan yang diberikan Tuhan dan mohon perlindungan. Lalu petang atau malam harinya mamak sudah menyiapkan nasi tumpeng kecil dalam piring beserta lauk pauk gudangan dan telur rebus.

Ada berbagai jenis puasa di tengah masyarakat kita untuk melatih laku prihatin, tirakat, mensyukuri kelahiran, mohon petunjuk Tuhan, mengikuti perintah agama, dsb. Ada puasa Senin-Kamis, puasa mutih, puasa ngrowot, puasa weton, puasa ramadhan, puasa prapaskah, dsb.

Sebagai orang Katolik, kita punya tradisi berpuasa dalam Masa Prapaskah. Puasa ini mempunyai dua dimensi, yakni vertikal (mendekatkan diri pada Tuhan) dan horizontal (peduli pada sesama, melatih jiwa sosial). Bukan untuk mencari kesaktian dan memaksa Tuhan.

Dalam injil hari ini, Tuhan Yesus sedang menjelaskan tentang pemaknaan baru tentang tradisi puasa. Bagi Yesus, puasa bukanlah kegiatan agamawi belaka. Puasa bukanlah sekedar melakukan apa yang ditulis oleh Hukum Taurat tanpa mengerti mengenai maknanya. Tetapi, puasa adalah salah satu cara agar kita dapat lebih akrab dengan Tuhan.

Sayangnya, ada banyak orang yang menjadikan puasa sebagai aksi mogok makan di hadapan Tuhan. Dengan lain kata, kalau saya berdoa dan belum mendapatkan jawaban doa, maka saya akan puasa di hadapan Tuhan, sampai saya dapat jawaban. Sepertinya dengan berpuasa, kita memaksa Tuhan.

Puasa bukanlah memaksa Tuhan untuk melakukan apa yang saya mau. Tetapi berpuasa justru memaksa saya untuk berjalan lebih dekat dengan Tuhan, memaksa saya agar tidak terikat dengan hal-hal duniawi. Memaksa saya agar tidak terikat dengan kesenangan-kesenangan daging. Tetapi sebaliknya kesenangan daging tunduk pada Kuasa Allah, dan mengalami kasih Allah.

Mari dalam hidup ini kita menari bersama Roh Allah. Kita biarkan diri kita dibentuk dan dituntun Allah. Jangan mendikte Allah. Jangan memaksa Allah. Jika niat kita baik, pasti Allah akan memberikan kelancaran pada kita. Demikian juga alam semesta. Mestakung. Semesta mendukung.

Pertanyaan refleksinya, Apa makna puasa bagi Anda? Adakah pengalaman istimewa saat Anda berpuasa? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan. # Y. Gunawan,

Similar Posts

  • Berlutut di hadapan Tuhan

    Percik Firman : Berlutut di hadapan TuhanMinggu Biasa VI, 14 Februari 2021Bacaan Injil: Mrk 1:40-45 “Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya” (Mrk 1:40) Saudari/a ku ytk.,Hari ini tanggal 14 Februari. Biasanya dirayakan sebagai hari kasih sayang (Valentine Day). Kesempatan yang bagus, dimana kita diingatkan untuk terus…

  • Dapat Dipercaya dan Diandalkan

    Percik Firman: Dapat Dipercaya dan DiandalkanMinggu Biasa XXXIII, 15 November 2020Hari Orang Miskin Sedunia ke-4Bacaan Injil : Matius 25:14-30 “Engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar” (Mat 25:21) Saudari/a ku ytk.,Hari ini tidak terasa kita sudah memasuki Hari Minggu Biasa ke-33 sekaligus Hari Orang Miskin Sedunia…

  • Berani Menegur

    Percik Firman : Berani MenegurSabtu Imam, 1 Agustus 2020PW St. Alfonsus Maria de Liguori (Uskup dan Pujangga Gereja)Bacaan : Mat 14:1-12 “Yohanes pernah menegor Herodes, katanya: ‘Tidak halal engkau mengambil Herodias!’” (Mat 14:4) Saudari/a ku ytk.,Bacaan Injil pada Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori hari ini mengisahkan komitmen Yohanes Pembaptis sebagai seorang nabi. Atas…

  • “Betesda” Masa Kini

    Percik Firman: Menjadi “Betesda” Masa KiniSelasa, 12 Maret 2024Bacaan Injil : Yoh 5:1-16 Saudari/a ku ytk.,Pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringatkan akan pengalaman seorang pasutri yang lama berdoa dan mengharapkan belaskasih Tuhan. Mereka tidak pernah menyerah. Mereka tidak putus asa. Mereka percaya bahwa pertolongan dan belaskasih Tuhan pasti datang….

  • Melangkahkan Kaki

    Percik Firman : Melangkahkan KakiKamis, 16 Juli 2020Bacaan Injil : Mat 11:28-30 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” (Mat 11:28) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan pada hari ini, saya teringat akan refleksi seorang seminaris di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang. Ada seorang yang seminaris yang jarang masuk ke…