Komunitas Kasih

Percik Firman: Komunitas Kasih
Minggu, 30 Mei 2021
HR Tritunggal Mahakudus
Bacaan Injil: Mat. 28:16-20

“Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20)

Sdri/a yang terkasih,
Kalau dihitung, berapa kali Anda membuat tanda salib dari bangun tidur sampai sebelum tidur malam? Setiap membuat tanda salib, kita mengucapkan rumus kata-kata, “Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin”.

Setiap kali kita membuat tanda salib dan mendaraskan doa Kemuliaan, kita sudah mengungkapkan iman akan Allah Tritunggal sekaligus percaya bahwa Allah menyertai kita sampai akhir zaman.

Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya Tritunggal yang Mahakudus. Dalam kehidupan sehari-hari, iman akan Allah Tritunggal ini sebenarnya selalu kita hayati dan kita ungkapkan, kendati kita tanpa memikirkannya.

Barangkali tidak mudah bagi kita untuk memahami dan menjelaskan iman akan Allah Tritunggal. Memang, Tritunggal Mahakudus itu, bukan pertama-tama untuk dimengerti, dipahami dan dijelaskan, tetapi untuk diimani. Baru setelah kita mengimani, kita berusaha untuk memahaminya, sebagaimana dinyatakan oleh Santo Anselmus: “Credo ut intelligam” (aku percaya supaya mengerti).

Kita menyadari bahwa misteri tentang Allah tidak dapat dijelaskan dan dipahami sampai tuntas. Santo Agustinus, seorang yang sangat cerdas pun, akhirnya menyadari bahwa akal budinya tidak mampu untuk memahami seluruh misteri Allah Tritunggal. Ia sadar akan keterbatasannya ini melalui pengalaman yang sangat sederhana.

Pada suatu hari, ia berjalan-jalan di pantai dan melihat seorang anak kecil sedang membuat lubang di pasir. Ketika ditanya, anak itu mengatakan bahwa ia ingin memindahkan seluruh air laut ke dalam lubang kecil itu. Suatu hal yang sangat mustahil.

Agustinus pun sadar bahwa anak kecil itu merupakan gambaran dirinya yang ingin memasukkan seluruh misteri Allah Tritunggal yang mahabesar dan mahaluas ke dalam otaknya yang amat kecil dan terbatas.

Merayakan Tritunggal Mahakudus berarti merayakan komunitas kasih dan mengalami misteri kasih Allah yang Esa demi keselamatan kita. Karya keselamatan itu, direncanakan dan dikehendaki oleh Allah Bapa, dilaksanakan oleh Allah Putera, dan diteruskan serta dijamin untuk selama-lamanya oleh Allah Roh Kudus (bdk. Rm 5:1-5).

Demikianlah, ketiga pribadi Tritunggal mewahyukan Diri masing-masing dalam tugas yang dapat dibedakan, namun tidak dapat dipisahkan karena ketiganya merupakan satu-kesatuan yang sempurna. Kesatuan antara ketiga pribadi itu sedemikian mendalam sehingga keesaan Allah tidak berubah. Bapa, Putra dan Roh Kudus ialah tiga pribadi dari Allah yang satu.

Berhadapan dengan misteri Allah yang tak terselami ini, ada dua hal yang baik untuk kita hayati. Pertama, kita diajak untuk mengambil sikap iman yang terbuka pada bimbingan Roh Kudus. Dialah Roh Kebenaran yang akan memimpin kita pada seluruh kebenaran.

Secara konkret, setiap kali membuat tanda salib “Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”, kita menyerahkan hidup kita, pekerjaan kita, keluarga kita, kekhawatiran kita, ujian kita, dan semua akan terjadi dalam perlindungan dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus.

Kedua, kita diingatkan untuk menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita. Kita orang berdosa yang seharusnya dihukum dan mengalami kematian untuk selama-lamanya, tetapi kita diselamatkan dan dianugerahi hidup kekal. Seraya menyadari kasih Allah itu, kita diundang untuk menghadirkan komunitas kasih dan menyalurkan kasih Allah kepada sesama, supaya semakin banyak orang mengalami kasih dan karya penyelamatan-Nya.

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda menyadari iman akan Allah Tritunggal setiap kali membuat tanda salib? Sudahkah Anda menyalurkan kasih Allah dalam hidup sehari-hari? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi MeSRA (Merto Spiritual Rest Area). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Amanat Upacara Hari Sumpah Pemuda Seminari Menengah Mertoyudan 2021

    Kobarkan (Kembali) Api Sumpah Pemuda!Paulus Prabowo, S.J.Salam sejahtera untuk kita semua. Saya membagi refleksi singkat ini dengan penuh rasa syukurdalam 3 rangkaian kata: BERSATU, BANGKIT, BERTUMBUH! BERSATU!Pemudi-Pemuda Indonesia, marilah kita bersatu! Pendefinisi utama pemuda itu bukanlah usia, melainkan situasi mental kejiwaan (state of mind) kita. Orang yang selalu hidupnya dinamis, semangat bergerak, mau belajar, dan…

  • Pelita yang Menyala

    Percik Firman : Pelita yang MenyalaKamis, 18 Maret 2021Bacaan Injil : Yoh 5:31-47 “Yohanes adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu” (Yoh 5:35) Saudari/a ku ytk.,Ada sebuah pepatah bijak yang mengatakan, “Lebih baik menyalakan sebuah lilin kecil di tengah kegelapan daripada mengutuki kegelapan”. Nasihat itu mengingatkan…

  • Bagaimana memaknai tahta, harta, dan cinta?

    Pada pesta Tahta Santo Petrus hari ini, kita diingatkan bahwa Santo Petrus pernah gagal memahami Yesus dan ajaran-Nya. Dia punya kerapuhan. Dia pernah menyangkal Yesus sampai 3 kali. Tetapi dia berusaha bangkit, menyesalinya dan bertobat. Dia akhirnya diberi kepercayaan menjadi Paus pertama, pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Lalu, bagaimana memaknai tahta, harta, dan cinta?

  • Allah Memberi Pertumbuhan

    Percik Firman: Allah Memberi PertumbuhanJumat, 29 Januari 2021Bacaan Injil : Mrk 4:26-34 “Pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu” (Mrk 4:27) Saudari/a ku ytk.,Ada rasa bangga jika orang yang didampingi atau dididik tumbuh menjadi pribadi…

  • Providentia Dei

    Percik Firman: Providentia DeiSabtu, 21 November 2020PW St. Perawan Maria Dipersembahkan di KenisahBacaan Injil : Lukas 20:27-40 “Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup” (Luk 20:38) Saudari/a ku ytk.,Hari ini Gereja memperingati Santa Perawan Maria Dipersembahkan di Kenisah. Gereja Katolik mengadakan peringatan hari ini untuk mengenangkan…

  • Yesus Marah

    Percik Firman: Yesus MarahJumat, 20 November 2020Bacaan Injil : Lukas 19:45-48 “Mulailah Yesus mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: ‘Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk 19:46) Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda marah? Apa yang menyebabkan Anda marah? Marah untuk suatu kebaikan bersama atau untuk mendidik adalah hal yang…