Berkarya di Garis Bengkok Hidup

Percik Firman: Berkarya di Garis Bengkok Hidup
Jumat, 17 Desember 2021
Bacaan Injil: Mat. 1:1-17

Saudari/a ku ytk.,
Tak jarang kita tidak mudah menerima masa lalu yang kelam. Tidak mudah pula menerima keadaan keluarga yang tidak sempurna. Yang muncul adalah keinginan untuk menutupinya atau membandingkannya dengan keluarga yang lain. Akibatnya, hidup ini tidak bahagia.

Setiap orang tidak bisa memilih mau lahir dari keluarga siapa, lahir di mana (kota atau desa), lahir kapan, dsb. Semua ada di luar keinginan kita. Semua sudah ditentukan oleh Tuhan. Tuhanlah yang sudah memilihkan kita untuk lahir di mana dan kapan, serta lahir dalam keluarga siapa.

Jika Tuhan yang memilihkan, pasti Dia sudah punya rencana yang terbaik untuk hidup dan masa depan kita. Sebagai orang beriman, kita perlu membangun sikap untuk menerimanya dengan rasa syukur, mengolah pengalaman atau masa lalu itu, dan memaknainya dalam terang iman.

Jalan yang diberikan Tuhan tidak selalu datar, mulus, halus, dan lurus. Bahkan tidak seperti jalan tol yang bebas hambatan. Dalam kenyataannya, kita mengalami jalan yang menanjak, menurun, belok-belok, terjal, landai, dsb. Tetapi kita percaya bahwa jalan Tuhan pasti yang terbaik untuk kita.

Merenungkan bacaan Injil tentang silsilah Yesus Kristus pada hari ini membawa kita pada kesadaran bahwa kalau Tuhan sudah berencana dan bertindak, tak ada yang mustahil. Tuhan bisa memakai yang “bengkok” atau rapuh secara manusiawi untuk karya keselamatan-Nya.

Ternyata tidak semua leluhur Yesus adalah orang yang baik dan sempurna. Ada orang-orang yang rapuh dan lemah, bahkan tidak luput dari kejahatan dan dosa besar. Yesus hadir dalam keluarga besar atau nenek moyang yang tidak sempurna.

Sebut saja, misalnya, Tamar. Dia adalah orang Kanaan yang menyamar sebagai wanita asusila atau perempuan jalang (Kej 38:1-30). Dia berzinah dengan Yehuda, ayah mertuanya sendiri, sehingga punya dua anak kembar, yakni Peres dan Zerah.

Ada juga Rahab yang berasal dari Yerikho. Dia seorang wanita tuna susila professional, perempuan sundal atau pelacur (Yos 2:1-24). Bahkan ada Rut, seorang janda yang berasal dari Moab, mendekati Boas dengan cara tak biasa (Rut:3:1-15 dan 4:13-17).

Lantas pesan apa yang mau disampaikan? Kerapuhan manusia bisa dipakai oleh Allah untuk karya agung-Nya. Ketidaksempurnaan manusiawi bisa menjadi jalan keselamatan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Yesus hadir di tengah nenek moyang yang tidak sempurna dengan masa lalu yang kelam.

Dalam nasihatnya tentang Keluarga, Paus Fransiskus pernah mengungkapkan, “Tidak ada keluarga yang sempurna. Kita tidak punya orang tua yang sempurna, kita tidak sempurna, tidak menikah dengan orang yang sempurna, kita juga tidak memiliki anak yang sempurna. Kita memiliki keluhan tentang satu sama lain. Kita kecewa dengan satu sama lain. Oleh karena itu, tidak ada pernikahan yang sehat atau keluarga yang sehat tanpa olah pengampunan”.

Bahkan dalam dokumen “Amoris Laetitia” (Sukacita Kasih, 2016), Paus Fransiskus menegaskan, “Tidak ada keluarga jatuh dari surga dalam bentuk yang sempurna. Keluarga perlu terus-menerus bertumbuh dan dewasa dalam kemampuan untuk mencintai” (AL 325).

Menyongsong perayan Natal seminggu lagi, marilah kita mengembangkan rasa syukur atas keluarga kita, orangtua kita dan leluhur kita yang dipilih Allah untuk melahirkan, merawat, membesarkan dan mendidik kita sampai saat ini. Percayalah bahwa Tuhan bisa berkarya dalam “garis bengkok” hidup kita.

Marilah hari ini secara khusus kita doakan orangtua kita, baik yang sudah meninggal dunia ataupun yang masih hidup. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Mertoyudan Spiritual Rest Area). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tradisi Gereja Mendoakan Arwah

    Percik Firman: Tradisi Gereja Mendoakan ArwahJumat Pertama, 6 November 2020 Sdri/a ku ytk.,Hari ini hari Jumat Pertama di bulan November, bulan Arwah. Semoga Hati Kudus Yesus berbelaskasih kepada arwah atau jiwa-jiwa saudari/a kita yang belum bahagia di surga. Saat berkunjung di kompleks gereja Santa Maria di Roma, saya melihat ada ornamen aneka tulang di kapel-kapel…

  • Wasiat Iman

    Percik Firman: Wasiat ImanJumat, 16 April 2021Bacaan Injil : Yoh 6:1-15 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil tentang mukjizat 5 roti dan 2 ikan hari ini saya teringat akan dosen saya dari Belanda. Namanya Rama Tom Jacobs SJ. Beliau wafat pada 5 April 2008. Sebelum wafat, beliau meninggalkan wasiat iman untuk kita umat Katolik. Sangat bagus…

  • Pemuda yang Pemberani

    Percik Firman: Pemuda yang PemberaniSelasa, 6 Feb 2024PW St. Paulus Miki, dkk martirBacaan Injil : Mrk. 7: 1-13 Saudari/a ku ytk.,Ada berbagai alasan orang ikut misa di gereja, antara lain: khotbah imamnya bagus, gedung gerejanya nyaman, umatnya ramah, lokasi parkir dekat gereja, nostalgia dengan gerejanya, ingin membawa intensi doa dalam misa, rindu menyambut Tubuh Kristus,…

  • Berharga di Mata Tuhan

    Percik Firman: Berharga di Mata TuhanJumat, 16 Oktober 2020PF Santa Margarita Maria Alacoque (Perawan)Bacaan Injil : Luk 12:1-7 “Jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit” (Luk 12:7) Sdri/a ku ytk.,Ada seorang seminaris yang merasa takut jika dia mengundurkan diri dari seminari. Dia takut orangtuanya akan marah. Dia takut tidak diakui lagi sebagai…

  • Sikap Hormat dan Santun

    Percik Firman: Sikap Hormat dan SantunRabu, 27 Desember 2023Pesta St Yohanes RasulBacaan Injil : Yoh. 20: 2-8 “Yohanes menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam” (Yoh 20:5) Saudari/a ku ytk.,Pada tgl 27 Desember Gereja merayakan Pesta St. Yohanes, Rasul dan Penulis Injil. Yohanes (bahasa Yunani…

  • Bungkuk Rohani

    Percik Firman : Bungkuk RohaniSenin, 25 Oktober 2021Bacaan Injil : Luk 13:10-17 “Yesus memanggil dia dan berkata kepadanya: ‘Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” (Luk 13:12) Saudari/a ku ytk,.Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan ada seorang perempuan yang sakit bungkuk selama 18 tahun. Saat berjumpa dengan Tuhan Yesus, dia menerima daya yang luar biasa. Ia mengalami…