Kasih Melebihi Hukum

Percik Firman : Kasih Melebihi Hukum
Jumat, 30 Oktober 2020
Bacaan Injil: Lukas 14:1-6

“Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” (Luk 14:5)

Saudari/a ku ytk,.
Apakah Anda tahu penyakit busung air? Penyakit busung air merupakan istilah awam yang sering digunakan oleh masyarakat luas untuk menamai kondisi terjadinya penumpukan atau penimbunan cairan di dalam rongga perut yang berlebihan. Istilah medisnya adalah Ascites.

Orang yang sakit busung air biasanya mengalami pembengkakan pada bagian-bagian tertentu seperti kaki, tangan, dan perut. Sakit ini dikarenakan cairan tubuh terkumpul dalam rongga-rongga badan, sela-sela jaringan, dan dalam sel akibat berbagai penyakit seperti penyakit hati, jantung dan ginjal.

Bacaan Injil hari ini berbicara tentang belas kasih Tuhan Yesus kepada orang yang sakit busung air saat hari Sabat. Ketika perjamuan makan di rumah pemimpin orang-orang Farisi, tiba-tiba datanglah seorang sakit busung air berdiri di hadapan Yesus.

Kehadiran orang yang busung air di rumah orang Farisi itu sungguh aneh. Mengapa? Sebab pada umumnya orang segan memasuki rumah seorang tokoh masyarakat tanpa diundang, apalagi orang sakit!

Seperti halnya penyakit kusta, pada zaman dulu busung air dianggap sebagai hukuman bagi orang berdosa. Penderitanya dianggap najis. Keadaan tubuhnya sangat tidak nyaman untuk dilihat apalagi di saat perjamuan makan.

Bagi orang Farisi dan ahli Taurat, hari Sabat adalah istirahat total dan bekerja pada hari Sabat adalah hal yang tabu. Hukum Taurat melarang orang untuk bekerja pada hari sabat. Menyembuhkan termasuk kategori bekerja dan tabu (dilarang hukum Taurat).

Lantas apa yang dilakukan Tuhan Yesus? Apakah Tuhan Yesus mengalami andilau (antara dilema dan galau)? Tidak. Tuhan Yesus tergerak hati-Nya, apalagi Ia melihat orang yang menderita. Karena belas kasih-Nya itulah, akhirnya Tuhan Yesus menyembuhkan dia meskipun pada hari Sabat.

Tuhan Yesus menegaskan bahwa hari Sabat harus digunakan dengan baik untuk kemuliaan Allah dan keselamatan umat-Nya. Berbuat baik atau berkarya untuk orang yang sedang menderita janganlah dijadikan masalah.

Dengan tegas Tuhan Yesus menantang, “Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik keluar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” Secara hakiki Tuhan Yesus menggugah hati nurani hukum dan peraturan, untuk melihat lebih pada tujuan tindakan.

Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan itu bergantung pada tujuan dari tindakan, bukan sekedar aturannya. Maka tindakan menyembuhkan orang pada hari Sabat itu termasuk perbuatan baik, menyelamatkan dan diperbolehkan. Tindakan menyelamatkan nyawa orang tidak semestinya mendatangkan kemarahan.

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda pernah mengalami situasi yang andilau (antara dilema dan galau) dalam hidup ini? Apa yang Anda lakukan jika menghadapi pilihan yang tidak mudah atau membingungkan? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Belajar Mengampuni

    Percik Firman: Belajar MengampuniMinggu Biasa XXIV, 13 September 2020Bacaan Injil: Mat 18:21-35 ”Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” (Mat 18:33) Saudari/a ku ytk.,Untuk proses perjalanan formatio seseorang menjadi imam, tidak bisa dilepaskan dari peranan dan dukungan banyak pihak, seperti keluarga, pastor paroki, dewan paroki, umat, para staf, guru, karyawan maupun donatur….

  • Sosok Ibu yang Menep

    Percik Firman: Sosok Ibu yang MenepSabtu, 20 Juni 2020PW Hati Tersuci Santa Perawan MariaBacaan Injil: Luk 2: 41-51 “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Luk 2:49) Saudari/a ku ytk.,Dalam salah satu kesempatan pertemuan para staf Seminari dengan para orangtua seminaris, ada orangtua yang bersharing mengenai kegiatan…

  • Mendengarkan dengan Hati

    Percik Firman: Mendengarkan dengan HatiRabu, 24 Januari 2024PW St. Fransiskus de Sales (Uskup dan Pujangga Gereja)Pekan Doa Sedunia hari ke-7Bacaan Injil : Mrk 4:1-20 “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (Mrk 4:9) Saudari/a ku ytk.,Mendengarkan adalah kemampuan yang penting dalam menumbuhkan kebijaksanaan dalam hidup sehari-hari. Orang yang bijaksana biasanya mempunyai kemampuan mendengarkan yang…

  • Rabu Abu di Masa Pandemi

    Percik Firman : Rabu Abu di Masa PandemiRabu Abu, 17 Februari 2021Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18 “Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa” (Mat 6:17-18) Saudari/a ku ytk.,Hari Rabu Abu tahun 2021 ini kita rayakan dalam situasi Pandemi Covid-19. Untuk menghindari banyak kerumunan, beberapa paroki melayani…

  • Tidak Ada yang Mustahil

    Percik Firman: Tidak Ada yang MustahilJumat, 8 Desember 2023HR SP Maria Dikandung Tanpa DosaBacaan Injil: Luk 1:26-38 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Luk 1:37) Sdri/a ku ytk.,Ada sebuah keluarga yang mempunyai pengalaman istimewa. Sepasang suami isteri diberi karunia 4 anak (2 cowok dan 2 cewek). Saat si ibu sedang mengandung anak ke-4, diketahui…

  • Roh Kudus Sang Penghibur

    Percik Firman : Roh Kudus Sang PenghiburSenin, 11 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh 14:21-26 “Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu” (Yoh 14:26) Saudari/a ku ytk.,Kalau saya memimpin doa sebelum pertemuan atau rapat, saya biasanya mendoakan doa mohon datangnya Roh Kudus. Demikian pula saat saya…