Kepedulian dan Kreativitas

Percik Firman : Kepedulian dan Kreativitas
Jumat, 15 Januari 2021
Bacaan Injil: Mrk 2:1-12

“Mereka tidak dapat membawa orang lumpuh kepada Yesus karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya”(Mrk 2:4)

Saudari/a ku ytk.,
Sakit lumpuh dapat dialami siapa pun, baik anak kecil, orang muda maupun orang tua. Kelumpuhan atau paralisis adalah kondisi ketika satu atau beberapa bagian tubuh tidak dapat digerakkan.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh gangguan pada otot atau saraf, akibat cedera atau penyakit tertentu. Kelumpuhan dapat berlangsung sementara atau permanen.

Secara medis, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya sakit lumpuh, antara lain: penyakit stroke, penyakit polio, cedera otak, dan cedera saraf tulang belakang.

Selain itu, juga ada sakit lumpuh yang disebabkan oleh cerebral palsy (kondisi cacat lahir, gangguan perkembangan otak yang terjadi saat bayi dalam kandungan, yang menyebabkan kelumpuhan di salah satu sisi tubuh, termasuk lengan dan tungkai), Bell’s palsy (menyebabkan kelumpuhan di salah satu sisi wajah secara tiba-tiba, tanpa disertai kelumpuhan di tempat lain), dsb.

Orang yang sakit lumpuh seringkali membutuhkan bantuan orang lain untuk bergerak atau berjalan. Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang sakit lumpuh.

Kelumpuhan membuat orang tidak berdaya, tidak bisa berjalan dan melangkah maju. Bahkan untuk bisa berjumpa dengan Yesus, dia perlu digotong oleh empat orang.

Merenungkan kisah penyembuhan orang lumpuh ini, muncul dalam permenungan saya dua kata kunci yaitu kepedulian dan kreativitas. Kehadiran Tuhan Yesus di Kapernaum membuat heboh dan menarik perhatian banyak orang.

Di sana Dia menyembuhkan banyak orang. Orang mempunyai kepedulian dan kreativitas untuk bertemu Yesus demi kesembuhan saudaranya.

Keempat orang yang menggotong orang sakit lumpuh itu menunjukkan kepedulian dan kreativitas. Ketika banyak orang berkerumun di sekitar rumah, mereka tidak dapat membawa orang lumpuh kepada Yesus karena orang banyak itu. Lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya. Sesudah terbuka, mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring, tepat di depan Yesus.

Mungkin saat ini kita tidak lumpuh fisik. Tetapi bisa jadi kita lumpuh rohani atau lumpuh semangat. Karena pandemi Covid-19 saat ini, kita mudah letih, malas, tidak bersemangat, tidak bertekun dalam doa dan Ekaristi, serta mudah uring-uringan. Orang di sekitar kita yang tidak bersalah bisa kena dampak dari kelumpuhan kita.

Pertanyaan refleksi, kelumpuhan apa yang sedang Anda alami akhir-akhir ini? Marilah kita mohon rahmat kepeduliaan dan kreativitas dalam hidup beriman dan dalam perutusan di tempat kita masing-masing. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Seminari Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Gerakan 5 M ala Yesus

    Percik Firman : Gerakan 5 M ala YesusSabtu, 26 Juni 2021Bacaan Injil: Mat. 8:5-17 “Dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya” (Mat 8:15) Saudari/a ku ytk.,Untuk memutus penyebaran virus korona selama masa pandemi Covid-19, digencarkan adanya ajakan dan gerakan 5 M dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, tim satgas, tokoh agama, pemimpin lembaga, dan kita…

  • Berani Memikul Salib

    Percik Firman : Berani Memikul SalibMinggu Biasa XIII, 28 Juni 2020Bacaan Injil : Mat 10:37-42 “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:38) Saudari/a ku ytk.,Gereja menghormati Salib sebab Kristus ditinggikan di salib. Yesus menderita dan wafat di salib demi keselamatan semua manusia. Dengan salib-Nya Ia mengalahkan dosa dan maut….

  • Keheningan Mengasah Kepekaan

    Percik Firman: Keheningan Mengasah KepekaanSabtu Imam, 6 Feb 2021PW St Paulus Miki dkk (martir Jepang)Bacaan Injil : Mrk 6:30-34 Saudari/a ku ytk.,Beberapa hari yang lalu saya memberikan materi Instruksi Medan (Inmed) kepada para seminaris secara online dengan zoom. Salah satu yang saya sampaikan terkait dengan Keheningan. inspirasinya dari Paus Fransiskus. Dalam keheningan kita diajak untuk…

  • Orang Bergosip seperti Teroris

    Percik Firman: Orang Bergosip seperti TerorisRabu, 12 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 18: 15-20 ”Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat 18:20) Saudari/a ku ytk.,Berkumpul pada zaman sekarang tidak harus bertemu langsung, apalagi di masa wabah Covid-19. Sampai saat ini kita masih dibatasi dalam pertemuan yang…

  • Tetap Tangguh dan Berserah Diri

    Percik Firman: Tetap Tangguh dan Berserah DiriSelasa, 22 Desember 2020Bacaan Injil: Luk 1:46-56 “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Luk 1:46) Saudari/a ku ytk.,Setiap tanggal 22 Desember kita merayakan hari Ibu. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada…

  • Berkarya di Garis Bengkok Hidup

    Percik Firman: Berkarya di Garis Bengkok HidupJumat, 17 Desember 2021Bacaan Injil: Mat. 1:1-17 Saudari/a ku ytk.,Tak jarang kita tidak mudah menerima masa lalu yang kelam. Tidak mudah pula menerima keadaan keluarga yang tidak sempurna. Yang muncul adalah keinginan untuk menutupinya atau membandingkannya dengan keluarga yang lain. Akibatnya, hidup ini tidak bahagia. Setiap orang tidak bisa…