La Bocca della Verità

Percik Firman : La Bocca della Verità
Sabtu, 12 September 2020
Bacaan Injil : Luk 6:43-49

“Yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya” (Luk 6:45)

Saudari/a ku ytk.,
Di kota Roma ada salah satu gereja yang banyak dikunjungi peziarah. Nama gereja itu adalah gereja Santa Maria in Cosmedin. Di teras gereja itu ada patung La Bocca della Verità, yang artinya Mulut Kebenaran.

Bentuk La Bocca amat sederhana, yakni sebuah patung wajah yang dibuat dari marmer tebal dengan diameter sekitar 2 meter dan berbobot 1.300 Kg. Mulut ‘La Bocca’ terbuka lebar.

Menurut legenda Roma kuno, orang yang diragukan kebenaran omongannya, akan dibawa ke tempat ini. Dengan disaksikan banyak orang, dia diminta memasukan tangannya ke dalam mulut ‘La Bocca’. Bila ia berbohong, La Bocca akan menggigit tangannya.

Patung wajah “Mulut Kebenaran” ini dipasang di teras dinding gereja Santa Maria di jantung kota Roma sejak abad ke-17. Bukan tanpa alasan bahwa orang Roma Kuno sangat menghargai apa artinya sebuah kebenaran. Mengapa?

Kehormatan dan harkat seseorang pertama-tama tidak ditentukan oleh penampilan, harta atau apapun. Tetapi ditentukan kebenaran yang keluar dari mulutnya. Bila orang sudah tidak bisa dipercaya lagi, tamatlah riwayatnya. Dalam banyak aspek kehidupan, kebenaran memegang peranan penting.

Hal ini sejalan dengan pitutur atau wejangan nenek moyang kita. Dikatakan, “Ajining dhiri gumantung saka ing lathi.” Artinya, kehormatan diri kita tergantung dari ucapan kita. Berucap pada zaman modern ini tidak hanya dengan lisan (mulut) kita. Tetapi sekarang jari-jari kita pun lincah menebar kata-kata. Apapun yang kita ketik, kadang menggambarkan diri kita.

Dengan demikian, ungkapannya menjadi “Ajining dhiri gumantung saka ing lathi lan driji”…hehehe… (jari-jari). Kehormatan diri kita akan tampak dari apa yang kita sampaikan melalui mulut dan tangan kita. Setiap kata yang kita ucapkan, setiap huruf yang kita tulis, mengandung makna yang harus kita pertanggungjawabkan kebenarannya.

Dalam bacaan Injil hari ini disampaikan pitutur atau wejangan Tuhan Yesus agar kita bijaksana dalam berkata-kata dan bertindak. Kebijaksanaan itu diwujudkan dengan perkataan dan tindakan kita. Ditegaskan tadi, “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Mari kita berhati-hati dengan perkataan kita. Bijaksanalah menggunakan mulut kita. Antara hati dan mulut merupakan satu kesatuan. Apa yang tersimpan di dalam hati, bisa tampak dalam perkataan lewat mulut.

Hari ini kita diingatkan untuk terus berusaha dan berani menyuarakan kebenaran, baik itu iman yang benar, berita yang benar, bukan malah menyebar fitnahan atau berita yang tidak benar alias hoaks. Dalam hidup sehari-hari orang akan senang bergaul dengan orang yang bisa dipercaya.

Pertanyaan refleksinnya, apakah hari-hari ini Anda sedang menghadapi pergulatan batin antara tindakan dan perkataan Anda?

Selamat merenungkan dan menikmati akhir pekan. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan. Jangan lupa bahagia.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Mengampuni Butuh Perjuangan

    Percik Firman: Mengampuni Butuh PerjuanganSenin, 4 Maret 2024Bacaan Injil: Mat. 18:21-35 Saudari/a ku ytk.,Saat orang keluar dari kamar pengakuan dosa, hatinya tentu lega dan bersukacita. Mengapa? Karena sudah mendapat pengampunan Tuhan lewat Sakramen Tobat. Tentu kita juga gembira saat kesalahan kita diampuni atau dimaafkan oleh orang yang pernah kita sakiti. Selain itu, hati kita juga…

  • Open your heart

    Percik Katekese: Open your heartSabtu, 30 September 2023PW St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja Saudara/i ku yang terkasih,Open your heart! Bukalah hatimu! Di akhir September ini kita merayakan peringatan Santo Hieronimus (342-420). Dibaptis umur 25 th. Menjadi imam umur 38 tahun. Menghabiskan 35 th untuk menerjemahkan Kitab Suci. Santo Hieronimus menyadari bahwa dirinya tidak sempurna….

  • Terus Belajar Mencintai

    Percik Firman : Terus Belajar MencintaiMinggu, 27 Desember 2020Pesta Keluarga KudusBacaan Injil: Luk 2:22-40 Saudari/a ku ytk.,Keluarga adalah sekolah belajar. Di keluarga, kita belajar menjadi anak. Belajar menjadi orangtua. Belajar menjadi besan. Belajar menjadi mertua. Belajar menjadi menantu. Belajar menjadi suami/isteri, dsb. Paus Fransiskus mengungkapkan dalam Anjuran Apostolik Amoris Laetitia (Sukacita Kasih): “Tidak ada keluarga…

  • Tuhan Melindungi Kita

    Percik Firman: Tuhan Melindungi KitaRabu, 15 Mei 2024Novena Roh Kudus Hari ke-6Bacaan Injil: Yoh 17:11b-19 “….supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (Yoh 17:15) Sdri/a yang terkasih,Ada seorang remaja yang bersharing bagaimana Tuhan melindunginya saat masih SMP. Sepulang sekolah, dia diajak teman-temannya pergi ke warnet (warung internet). Dengan masih memakai baju seragam SMP, hatinya…

  • Berbagi Berkah

    Percik Firman: Berbagi BerkahRabu, 2 Desember 2020Bacaan Injil: Mat 15:29-37 “Yesus mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak” (Mat 15:36) Saudari/a ku ytk.,Pada bulan Desember 2020 ini Yayasan Karina KWI sedang menyelenggarakan program bantuan pendidikan untuk para guru honorer di Indonesia. Bantuan…

  • Peka pada Tanda Tuhan

    Percik Firman : Peka pada Tanda TuhanSenin, 20 Juli 2020Bacaan Injil : Mat 12:38-42 “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” (Mat 12:39) Saudari/a ku ytk.,Di dalam hidup ini seringkali orang mengharapkan tanda dari Tuhan. Dalam kebimbangan dalam mengambil pilihan, misalnya, orang…