Panggilan Kekudusan

Percik Firman : Panggilan Kekudusan
Rabu, 1 November 2023
HR Semua Orang Kudus
Bacaan Injil: Mat 6:1-12a

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9)

Saudari/a ku ytk,.
Merenungkan bacaan Injil pada Hari Raya Semua Orang Kudus hari ini, saya teringat Tanya Jawab seorang wartawan kepada Sri Paus.

Ketika Yohanes Paulus II menjadi Paus tahun 1978, seorang wartawan bertanya: “Holy Father, mengapa engkau mau dipanggil Holy Father, padahal engkau adalah manusia biasa seperti kami?”

Jawab Paus: “Jangan takut menjadi kudus, sebab panggilan setiap orang Kristen adalah menjadi kudus!”

Jawaban Paus Yohanes Paulus II ini diulang oleh Paus Fransiskus beberapa puluh tahun kemudian. Bahkan penegasan tersebut dapat kita baca dalam dokumen Gereja Seruan Apostolik “Gaudete et Exsultate” (Bersukacita dan Bergembiralah, 19 Maret 2018) tentang Panggilan menuju Kekudusan dalam Dunia Masa Kini.

Paus Fransiskus Mengungkapkan, “Dia menghendaki kita kudus, dan tidak mengharapkan kita puas diri dalam sikap tawar hati, suam-suam kuku, tidak konsisten.” (No. 1).

Lebih lanjut Paus Fransiskus mengungkapkan, “Saya suka merenungkan kekudusan yang hadir dalam kesabaran umat Allah : dalam diri para orang tua yang membesarkan anak-anak mereka dengan kasih yang besar, dalam diri pria dan wanita yang bekerja keras untuk mendukung keluarga-keluarga mereka, dalam diri orang-orang sakit, dalam diri kaum religius yang berusia lanjut yang tidak pernah kehilangan senyuman mereka. Dalam ketekunan mereka sehari-hari saya melihat kekudusan militansi Gereja” (no. 7).

Kekudusan tidak jauh dari kita. Orang yang kudus biasanya membawa damai. Kedamaian menjadi dambaan setiap orang. Santo Fransiskus Asisi mewariskan doa yang sangat bagus dan inspiratif pada kita, yakni “Jadikanlah Aku Pembawa Damai” (Puji Syukur No. 221).

Kita semua dipanggil untuk menjadi pembawa damai. Orang yang membawa damai adalah anak-anak Allah. Sebaliknya orang yang membawa perpecahan (teror, ketakutan, permusuhan, kebencian, berita hoax atau palsu, dsb) adalah anak-anak setan.

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen.

Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, yaitu tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi sebuah gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para Rasul.

Lama-kelamaan Hari Raya ini menjadi populer untuk menghormati para Kudus, baik mereka yang sudah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang belum / tidak diketahui.

Hari Raya ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat-jemaat perdana disebut Persekutuan para Kudus, yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah sampai akhir hidupnya.

Di antara mereka yang berbahagia itu teristimewa tampil para Santo-santa, Beato-beata sebagai perintis jalan dan penuntun bagi kita. Para kudus itu bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan, tabah dalam penderitaan, setia menghayati kekudusan, dan menjadi pembawa damai di dunia masa kini.

Marilah kita mohon rahmat kekudusan agar kita bisa menghayati panggilan untuk menjadi kudus dan pembawa damai di keluarga, gereja, komunitas, tempat kerja, di tengah masyarakat.

Semoga para kudus di surga mendoakan kita semua agar dapat setia pada iman pada Kristus yang tersalib. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Diberi Kesempatan Hidup Lebih Baik

    Percik Firman: Diberi Kesempatan Hidup Lebih BaikSabtu, 24 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 13:1-9 “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya” (Luk 13:8) Saudari/a ku ytk.,Ada seorang yang hidupnya pernah tidak baik, ugal-ugalan, dan suka mabuk. Orangtuanya sudah mengingatkan berkali-kali. Tetapi tidak digubris. Suatu kali dia…

  • Cuci Tangan

    Percik Firman : Cuci TanganSelasa, 5 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 6:34-44 “Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini” (Mrk 6:36) Saudari/a ku ytk.,Kata “Mencuci tangan” akhir-akhir ini sering dikatakan dan dianjurkan dimana-mana. Mencuci tangan menjadi sebuah kebiasaan yang dulu sering dilakukan, dan sekarang semakin dihidupi lagi….

  • Dobel Rahmat

    Percik Firman: Dobel RahmatSenin, 6 Des 2021Bacaan Injil : Luk 5:17-26 Seringkali Tuhan memberikan dobel rahmat pada kita, seperti orang yang lumpuh.Sekurang-kurangnya Tuhan mengabulkan doa kita dengan tiga cara: diberikan persis, diganti, dan ditunda. Anda biasanya mengalami yang mana?Selengkapnya bisa klik di sini:

  • Merindukan Ekaristi

    Percik Firman: Merindukan EkaristiJumat, 24 April 2020Bacaan Injil : Yoh 6:1-15 “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yoh 6:9) Saudari/a ku ytk.,Sejak adanya virus corona covid 19, banyak di antara kita tidak bisa merayakan Ekaristi di gereja. Kita mengikuti misa…

  • Kepedulian dan Kreativitas

    Percik Firman : Kepedulian dan KreativitasJumat, 15 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 2:1-12 “Mereka tidak dapat membawa orang lumpuh kepada Yesus karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya”(Mrk 2:4) Saudari/a ku ytk.,Sakit lumpuh dapat dialami siapa pun, baik anak kecil, orang muda maupun orang tua. Kelumpuhan atau paralisis adalah kondisi ketika satu…