Pribadi yang STMJ

Senin, 20 Maret 2023
HR Santo Yusuf, Suami SP Maria
Bacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a

Sdri/a yang terkasih,
Pada hari ini kita merayakan Hari Raya Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria. Sebenarnya perayaannya kemarin, tanggal 19 Maret, tetapi karena kemarin hari Minggu, lalu perayaannya digeser hari Senin.

Sejak abad ke-8, Gereja menetapkan tanggal 19 Maret sebagai hari raya utama Santo Yusuf. Santo Yusuf adalah tokoh teladan dalam beriman di tengah masa krisis, sekaligus pribadi yang peka memahami kehendak Allah (maneges kersa Dalem Gusti) lewat mimpi.

Santo Yusuf adalah pribadi yang STMJ (Setia, Tulus, Mendalam/Menep, Jujur). entah melalui teladan hidup, kata-kata maupun tindakannya. Dengan setia dan tulus, ia mencintai Maria dan Yesus dengan seluruh jiwa-raganya.

Cintanya sungguh tidak terbagi, penuh kehangatan dan selalu memberi. Cintanya sungguh tidak mengharapkan balasan apapun. Itulah sebabnya Yesus bertumbuh dan berkembang dalam semangat cinta yang sama.

Santo Yusuf juga seorang tokoh besar dalam karya keselamatan Allah. Ia telah membuktikan segalanya selama ia dipercayakan Allah untuk mendampingi Maria dan membesarkan Yesus. Sebagai seorang ayah dan suami, ia tidak suka menonjolkan diri. Ia mengabdikan dirinya secara total dengan tulus hati demi pelayanan.

Ia adalah seorang pelayan yang sempurna, seorang suami yang jujur dan ayah yang sempurna. Santo Yusuf menjadi figur bagi Gereja dalam pelayanannya, model kesetiaan dan kejujuran bagi kita, secara khusus bagi para ayah, bagi anak-anak dan seorang suami bagi isteri.

Mimpi bisa menjadi cara Tuhan untuk memberikan pesan penting kepada umat-Nya. Ada seorang mistikus modern dari Amerika Serikat, Edgar Cayce (1877-1945) yang berpendapat bahwa mimpi yang diterima dan dipahami akan mengubah sikap dan perilaku manusia. Dia menyebut bahwa mimpi sebagai “bahasa sandi Tuhan” yang hendak mengubah kita menjadi pribadi yang semakin baik, semakin agung dan mulia.

Beberapa tahun terakhir ini, makin dikenal devosi kepada Santo Yusuf Tidur. Pernahkah Anda melihat teks doa dan patung Santo Yusuf Tidur (Italy: San Giuseppe Dormiente)? Kenapa kok ada patung Santo Yusuf yang sedang tidur diizinkan Gereja sebagai sarana doa? Saya baru melihat langsung patung ini pertama kali tahun 2017 saat studi di Italia.

Saat saya mencoba mencari sumber tradisi devosi ini, ternyata inspirasinya berasal dari bacaan Injil pada Hari Raya Santo Yusuf, yaitu Matius 1:16,18-21,24a. Konon devosi ini juga menjadi devosi pribadi dari Paus Fransiskus.

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan, “Malaikat Tuhan nampak kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: ‘Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu!’” (Mat. 1:20). Ternyata saat tidur, Yusuf bermimpi. Dan Tuhan menyatakan kehendak-Nya lewat mimpi. Dalam mimpinya, Yusuf menemukan jawaban dari masalah yang sedang dihadapi.

Pada waktu itu Yusuf sedang mempertimbangkan maksudnya yang ingin diam-diam menceraikan Maria tunangannya yang hamil. Kata “mempertimbangkan” sangat mendalam maknanya. Kata ini menunjukkan bahwa keputusan Yusuf yang mau meninggalkan Maria dengan diam-diam bukanlah sebuah keputusan yang spontan, asal-asalan, penuh emosi dan amarah. Tetapi telah dipikirkan dengan matang.

Dia ingin menjaga nama baik Maria di muka umum. Dia tahu betul Maria tidak bersalah. Pergi secara diam-diam (tidak menuntut apa yang menjadi haknya) adalah jalan keluar yang terbaik. Kenapa? Dia ingin melindungi Maria. Dia siap dipersalahkan oleh orang banyak sebagai laki-laki yang tidak bertanggungjawab, asal Maria tidak dihukum dengan dirajam (dilempari batu sampai mati).

Pada zaman sekarang ini sepertinya jarang ada laki-laki yang mau menanggung kesalahan, mau dipersalahkan, dan mau berkorban sedemikian rupa untuk membela kehormatan orang yang tidak bersalah.

Santo Yusuf sungguh bertanggungjawab atas situasi Maria setelah Maria menerima kabar dari Malaikat Gabriel. Karena kasihnya kepada Maria, Yusuf mendengarkan dan melaksanakan kehendak Tuhan. Ia berusaha maneges kersa Dalem Gusti yang ia terima melalui mimpinya, yaitu “mengambil Maria menjadi isterinya” (Mat 1:20).

Paus Fransiskus menyebut Santo Yusuf sebagai seorang bapak yang taat. Ketaatan Yusuf terhadap kehendak Allah sudah teruji sejak awal mau memperisteri Maria sampai akhir hayatnya. Yusuf menjadi teladan dalam ketaatan melaksanakan kehendak Allah.

Paus Yohanes Paulus II pernah mengungkapkan bahwa Santo Yusuf ini sebagai orang kudus dengan aura keheningan (aura of silence). Keutamaan dan kedalaman hidup Yusuf tampak dari ketersembunyian hidupnya.

Dalam sikapnya yang banyak diam dan hening, Yusuf berusaha memahami dan mencerna kehendak Tuhan. Maka, tepatlah jika ungkapan “in silentio et in spe erit fortitude vestra” (dalam diam dan percaya, di situlah terletak kekuatanmu) dikenakan kepada pribadi Santo Yusuf ini. Tak ada satu perkataan St Yusuf yang ditulis dalam Kitab Suci.

Jika Anda tertarik untuk lebih mendalami makna mimpi, spiritualitas dan inspirasi Santo Yusuf untuk zaman sekarang, Anda bisa membaca buku “Memaknai Mimpi Bersama Santo Yusuf”, Kanisius, 2021.

Dalam litani Santo Yusuf, Yusuf dilukiskan sebagai pelindung bagi para buruh / karyawan, keluarga, para perawan, orang – orang sakit dan orang – orang yang telah meninggal. Ia juga dihormati sebagai tokoh doa dan kehidupan rohani, pelindung para fakir miskin, para penguasa, bapa – bapa keluarga, imam – imam dan kaum religius serta pelindung para penziarah.

Pertanyaan refleksinya, apakah selama ini kita peka akan kehendak Allah dalam pergulatan hidup kita? Bagaimana sikap kita dalam menghadapi situasi yang sulit: terburu-buru (grusa-grusu) atau mempertimbangkan dengan matang?

Santo Yusuf, doakanlah kami yang masih berjuang di dunia ini. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Yesus Marah

    Percik Firman: Yesus MarahJumat, 20 November 2020Bacaan Injil : Lukas 19:45-48 “Mulailah Yesus mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: ‘Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk 19:46) Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda marah? Apa yang menyebabkan Anda marah? Marah untuk suatu kebaikan bersama atau untuk mendidik adalah hal yang…

  • Mengalami Kerinduan

    Percik Firman : Mengalami KerinduanKamis, 31 Oktober 2024Bacaan Injil: Luk 13: 31-35 “Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau” (Luk 13:34) Saudari/a ku ytk.,Apakah hari-hari ini Anda sedang mengalami kerinduan? Siapa yang sedang Anda rindukan? Apa yang Anda rindukan saat ini? Apa yang Anda…

  • Menyelamatkan Buah Hati

    Rabu, 28 Desember 2022Pesta Kanak-kanak Suci, MartirBacaan Injil: Mat. 2: 13-18 Saudari/a ku ytk.,Hari ini adalah tiga hari setelah kita merayakan Hari Raya Natal, kelahiran Yesus Sang Raja Damai. Gereja merayakan pesta kanak-kanak suci, dimana bayi-bayi berumur 2 tahun ke bawah dibunuh oleh Raja Herodes yang kejam. Raja Herodes merasa terganggu dan terancam karena kelahiran…

  • Amanat Agung Evangelisasi

    Percik Firman: Amanat Agung EvangelisasiSabtu, 18 April 2020Bacaan Injil: Mrk 16:9-15 “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15) Saudari/a ku ytk.,Dalam Anjuran Apostolik “Evangelii Gaudium” (Pewartaan Injil di Dunia Dewasa Ini), Paus Fransiskus meneguhkan umat beriman Kristiani agar ambil bagian dalam tahap baru pewartaan Injil yang ditandai dengan kegembiraan. Diungkapkan bahwa…

  • Peka pada Tanda Tuhan

    Percik Firman : Peka pada Tanda TuhanSenin, 20 Juli 2020Bacaan Injil : Mat 12:38-42 “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” (Mat 12:39) Saudari/a ku ytk.,Di dalam hidup ini seringkali orang mengharapkan tanda dari Tuhan. Dalam kebimbangan dalam mengambil pilihan, misalnya, orang…

  • Menyinari Kehidupan

    Percik Firman : Menyinari KehidupanSelasa, 9 Juni 2020PW Hati Tersuci St Perawan MariaBacaan Injil: Mat 5:13-16 “Orang tidak menyalakan pelita, lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang…” (Mat 5:15) Saudari/a ku ytk.,Dalam kehidupan ini ada banyak alat penerang, seperti obor, pelita, lilin, lampu senthir, lampu teplok, lampu petromaks,…