Perintah Paling Utama

Percik Firman: Perintah Paling Utama
Kamis, 4 Juni 2020
Bacaan Injil: Mrk 12: 28b-34

“Kata ahli Taurat itu kepada Yesus: ‘Memang mengasihi Dia dengan segenap hati … dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” (Mrk 12:32)

Sdri/a yang terkasih,
Bacaan Injil dalam tiga hari berturut-turut ini (Selasa, Rabu dan Kamis) mengisahkan perdebatan Tuhan Yesus dengan tiga kelompok yang ‘sering berseberangan’ dengan-Nya, yaitu orang Farisi, orang Saduki dan ahli Taurat (ahli Kitab). Orang Farisi menanyai Yesus tentang boleh tidak orang membayar pajak kepada kaisar. Tuhan Yesus bisa menjawabnya dengan bijak.

Lalu orang Saduki bertanya tentang kebangkitan badan. Syukurlah, Tuhan Yesus juga bisa menjawabnya dengan baik, sehingga mereka tidak dapat berkutik lagi.

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan giliran ahli Kitab yang bertanya kepada Yesus. Dia bertanya tentang sesuatu yang dipandang sungguh sulit, yaitu “Perintah manakah yang paling utama?” Padahal Hukum Taurat dalam masyarakat Yahudi berisi 613 butir. Mereka membagi Hukum Taurat itu menjadi dua bagian, yaitu 248 butir perintah dan 365 butir larangan.

Tuhan Yesus dengan bijaksana menegaskan bahwa inti dari Hukum Taurat adalah mencintai Allah dan mencintai sesama manusia. Yang dikenal dengan Hukum Kasih. Dengan jawaban ini, Tuhan Yesus telah merangkum semua Hukum Taurat, yang disebutkan dalam Kitab Ulangan (Ul 6:5) dan Kitab Imamat (Im 19:18).

Atas jawaban Yesus tersebut, ahli Taurat itu menanggapi: “Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan”.

Hukum Kasih itu disimbolkan dengan kayu salib Kristus. Kayu yang vertikal melambangkan relasi kita dengan Allah, sedangkan kayu yang horizontal melambangkan relasi kita dengan sesama. Dalam menghayati Hukum Kasih itu, kita sebagai murid-murid Yesus diharapkan untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama.

Kita diundang untuk mengasihi orang lain seperti mengasihi diri kita sendiri, termasuk mengasihi musuh kita, mengasihi orang yang menyakiti kita, mengasihi orang yang menfitnah kita, maupun mengasihi orang yang telah mengkhianati kita.

Tidak mudah memang. Tapi mari kita terus mengusahakannya dari hari ke hari dengan bantuan rahmat Tuhan dan karunia Roh Kudus. Sulit bukan berarti tidak mungkin.

Pertanyaan refleksinya, Apakah Anda pernah disakiti, difitnah, dan dikhianati? Sebagai Murid Kristus, apa niat Anda untuk menghayati Hukum Kasih itu? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Menanggapi Undangan Tuhan

    Percik Firman : Menanggapi Undangan TuhanKamis, 20 Agustus 2020PW St. Bernardus, Abas dan Pujangga GerejaBacaan Injil: Mat 22:1-14 “Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu” (Mat 22:9) Saudari/a ku ytk.,Bagaimana rasanya jika Anda diundang untuk pesta? Mungkin ada yang merasa senang, terharu, bingung,…

  • Berharga di Mata Tuhan

    Percik Firman: Berharga di Mata TuhanJumat, 16 Oktober 2020PF Santa Margarita Maria Alacoque (Perawan)Bacaan Injil : Luk 12:1-7 “Jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit” (Luk 12:7) Sdri/a ku ytk.,Ada seorang seminaris yang merasa takut jika dia mengundurkan diri dari seminari. Dia takut orangtuanya akan marah. Dia takut tidak diakui lagi sebagai…

  • Roh Kudus Sang Penghibur

    Percik Firman : Roh Kudus Sang PenghiburSenin, 11 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh 14:21-26 “Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu” (Yoh 14:26) Saudari/a ku ytk.,Kalau saya memimpin doa sebelum pertemuan atau rapat, saya biasanya mendoakan doa mohon datangnya Roh Kudus. Demikian pula saat saya…

  • Maria yang Hebat

    Percik Firman: Maria yang HebatSabtu, 10 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 11:27-28 “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau” (Luk 11:27) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini saya teringat akan sebuah syair tentang ibu, yang pernah ditulis oleh Kahlil Gibran (1883-1931), seorang penyair terkenal dari Lebanon. Berikut ini sepenggal…

  • Memimpin pada Kebenaran

    Percik Firman : Memimpin pada KebenaranRabu, 20 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh 16:12-15 “Apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh 16:13) Saudari/a ytk.,Dalam doa pembuka Pertemuan Legio Maria, para legioner biasanya berdoa memohon kehadiran dan terang Roh Kudus. Berikut ini doanya:P: Datanglah Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan…

  • Batu Sandungan

    Percik Firman: Batu SandunganMinggu, 30 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 16:21-27 “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku” (Mat 16:24) Saudari/a ku ytk.,Apakah kaki Anda pernah tersandung batu? Bagaimana rasanya? Dalam hidup bersama apa saja biasanya yang menjadi “batu sandungan”? Bagaimana caranya agar hidup kita sebagai murid Kristus tidak menjadi “batu sandungan” bagi hidup bersama? Dalam…