Tuhan Selalu Menyertai

Percik Firman: Tuhan Selalu Menyertai
Sabtu, 25 April 2020
Pesta Santo Markus, Pengarang Injil
Bacaan : Mrk 16:15-20

“Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya” (Mrk 16:20)

Saudari/a ku ytk.,
Panggilan Tuhan itu misteri. Cara penyertaan Tuhan bagi kita umatNya itu luar biasa. Seringkali tak bisa kita duga dan tebak. Dia begitu kreatif. Kadang kita tidak bisa memahaminya. Kalau sudah memilih dan memanggil seseorang menjadi utusanNya, banyak cara Tuhan menyertai kita.

Merenungkan bacaan Injil pada pesta Santo Markus hari ini, saya teringatkan akan salah satu sharing dari seorang umat lewat WhatsApp. “Thanks, ya, Romo. Jujur, Mo. Selama di rantau, saat sakit, bingung, takut, marah, satu-satunya yang saya rusuhi jelas Romo…Saya demam, baru WhatsApp Romo saja bisa turun langsung. Saya marah, lihat foto Romo bisa tenang. Itulah, Mo. Romo harus dieman. Harus didoakan terus. Romo sudah dipilih Tuhan. Jika ada kelemahan, kuasa Tuhan yang sempurnakan. Makasih banyak, ya, Mo… Gbu always”.

Dalam permenungan saya, saya dituntun pada kesadaran bahwa itulah karya Tuhan. Itulah misteri penyertaan Tuhan bagi utusanNya, imamNya. Rahmat Sakramen Imamat sungguh luar biasa. Persis seperti janji Tuhan Yesus yang bangkit dalam bacaan Injil hari ini. “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”. Bagi saya, kesaksian umat itu menjadi salah satu tanda-tanda Tuhan yang menyertai pelayanan saya.

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Markus, pengarang Injil. Ia menjadi tanda kasih Allah bagi Gereja. Injil Markus adalah injil paling tua. Bahkan menjadi “sumber” atau rujukan penulis injil yang lain. Markus berasal dari Yerusalem. Setelah Petrus dan Paulus dibunuh oleh Kaisar Nero di Roma, Markus berangkat ke Mesir. Di sana ia disebut oleh Santo Hieronimus sebagai “Bapa para pertapa di gurun pasir Mesir”.

Kemudian Markus menjadi Uskup Aleksandria dan dibunuh sebagai saksi Kristus. Pada abad 9 relikwinya dibawa ke Venesia, Italia. Saat ini relikwinya disimpan di dalam Basilika Santo Markus di Venice (Venesia). Saya bersyukur, saat liburan semester studi di Roma, saya bisa berziarah ke Basilika Santo Markus di Venesia.

Venice (Italia: Venezia; Indonesia: Venesia) adalah sebuah kota yang terletak di timur laut Italia. Venisia terdiri dari 117 pulau kecil yang dipisahkan oleh kanal yang indah dan dihubungkan oleh banyak jembatan yang mengagumkan. Ini adalah kota penuh dengan keindahan yang romantis.

Venesia dikenal dengan ratusan jembatan. Ada 417 jembatan. Ada sekitar 350 perahu gondola di kota ini. Rata-rata memiliki panjang 11 meter dan berat sekitar 600 kilogram. Ada 177 kanal. Kanal besar atau Grand Canal merupakan yang terbesar dan membelah kota menjadi dua.

Hidup, karya pelayanan, dan kematian Santo Markus menjadi kesaksian yang nyata sampai saat ini. Tuhan hadir dan berkarya melalui tulisan dan hidup Santo Markus. Ia mau dipakai Tuhan mewartakan kasihNya.

Pertanyaannya, Apakah Anda percaya dan menyadari penyertaan Tuhan dalam hidup ini? Bersediakah Anda dilibatkan Tuhan dalam karya pewartaan kabar gembira masa kini? Selamat berakhir pekan. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Memberikan Kelegaan

    Percik Firman: Memberikan KelegaanJumat, 3 Mei 2024Pesta Santo Filipus dan Yakobus muda (rasul)Bacaan Injil: Yoh 14:6-14 Saudari/a ku ytk.,Hari ini tanggal 3 Mei Gereja merayakan pesta dua rasul, yaitu Santo Filipus dan Yakobus muda. Makam (Italia: tomba) kedua rasul ini ada di bawah altar utama Basilika Dua Belas Rasul, Roma. Basilika ini berada di samping…

  • Kuasa Tuhan Luar Biasa

    Percik Firman: Kuasa Tuhan Luar BiasaKamis, 23 Desember 2021Bacaan Injil: Luk 1:57-66 Saudari/a ku ytk.,Pengalaman menjadi formator di seminari selama ini cukup mengasyikkan. Setiap tahun saya dituntut terus belajar dan mengenal setiap pribadi dalam Angkatan. Setiap Angkatan mempunyai keunikan dan kekhasannya. Ketika sudah akrab dan mengenal satu angkatan, mereka naik kelas. Saya harus memulai lagi…

  • Tegas dalam Prinsip

    Percik Firman : Tegas dalam PrinsipSenin, 9 November 2020Pesta Pemberkatan Gereja Basilika LateranBacaan: Yoh 2:13-22 “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku” (Yoh 2: 17) Saudari/a ku ytk.,Dalam bahasa Latin ada ungkapan, “suaviter in modo, fortiter in re”. Lembut dalam gaya penyampaian, tegas dalam tindakan. Seorang pemimpin atau pendidik diharapkan bisa menghayati ungkapan itu. Ketegasan dalam prinsip…

  • Dasar yang Kokoh

    Percik Firman: Dasar yang KokohKamis, 25 Juni 2020Bacaan Injil: Mat 7:21-29 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu” (Mat 7:24) Saudari/a ku ytk.,Kita semua diharapkan tidak hanya menjadi pembaca dan pendengar sabda Tuhan, tetapi juga menjadi pelaksana sabda Tuhan. Dalam bacaan Injil hari…

  • Yesus Marah

    Percik Firman: Yesus MarahJumat, 20 November 2020Bacaan Injil : Lukas 19:45-48 “Mulailah Yesus mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: ‘Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk 19:46) Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda marah? Apa yang menyebabkan Anda marah? Marah untuk suatu kebaikan bersama atau untuk mendidik adalah hal yang…

  • Takjub dan Tercengang

    Percik Firman : Takjub dan TercengangJumat, 12 Februari 2021Bacaan Injil: Mrk 7:31-37 “Mereka takjub dan tercengang dan berkata: ‘Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.” (Mrk 7:37) Saudari/a ku ytk.,Ada sebuah video pertunjukan Tarian Seribu Tangan (The Thousand Hand Dance). Pertunjukannya sangat menarik, membuat takjub dan tercengang. Para penarinya tuli…